myimage.id | Klono Topeng Sewandono adalah sebuah tarian yang ide ceritanya mengambil dari cerita panji (cerita wayang topeng) yang menceritakan tentang Prabu Sewandono yang berasal dari Kerajaan Bantarangin (sebuah kerajaan yang dipercaya ada di daerah Ponorogo pada jaman dahulu) yang sedang jatuh cinta dengan Dewi Galuh Sekartaji dari kerajaan Kediri.

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Tarian ini sebenarnya merupakan tarian tunggal putra yang banyak adegan muryani busononya. Jadi tidak hanya dalam tarian putri saja yang ada adegan muryani busononya , tapi dalam tari putrapun ada adegan muryani busononya dimana dini sama-sama agar terlihat lebih ganteng dan maskulin dimata wanita yang sedang di cintainya

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Tarian ini ditarikan pada Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti merupakan sebuah acara rutin yang digelar pada tanggal 8 April 2018 yang bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Yayasan Sasminta Mardawa didirikan sejak tahun 1962, yayasan ini bergerak spesifik pada pelatihan tari klasik gaya Yogyakarta dan karawitan sebagai bagian pendukungnya. Yayasan ini mengalami perjalanan yang panjang. Dulu awal tahun 1962 awalnya bernama Mardowo Budoyo. Karena animo masyarakat untuk belajar tari klasik ini besar dan banyak maka pada tahun 1976 dibuatkan satu wadah lagi dengan nama Pamulangan Bekso Ngayogyakarto (PBN).

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Yang mana untuk Mardowo Budoyo untuk mengajar tari klasik untuk anak-anak, sedangkan Pamulangan Bekso Ngayogyakarto (PBN) untuk mengajar yang lebih dewasa. Yayasan ini didirikan oleh Alm. Sasmita Dipura (Romo Sas). Pada tahun 1988, untuk mengenang beliau akhirnya kedua yayasan ini dilebur menjadi satu dengan nama Yayasan Sasminta Mardawa yang berbasecamp di Ndalem Tejokusuman.

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Tarian tunggal dalam tarian ini tidak ada pakemnya harus di tarikan secara tunggal, ini terlihat dalam tarian kali ini , yang ditarikan oleh dua orang penari, bahkan bisa juga ditarikan secara berkelompok dengan gerakan yang sama dengan komposisi yang sedemikian rupa atau sesuai dengan creator penarinya, untuk mendapatkan sebuah tarian yang diinginkanya. Tarian ini di kreatori oleh KRT Sunartomo.

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Penggambaran karakter pada tarian ini sangat jelas, dimana Prabu Sewandono digambarkan penari yang memakai topeng berwarna merah yang berkumis tebal, mata melotot dan berekpresi bengis sebagai symbol manusia yang bertabiat buruk, penuh amarah, kejam, tidak bisa mengendalikan hawa nafsu serta angkara murka.

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Ragam gerak pada Klono Topeng Sewandono ini hanya khusus di pakai pada gerak tari klono topeng saja, secara garis besar hampir sama dengan gerak tari klasik gaya Yogyakarta hanya ada beberapa tekanan-tekanan yang spesifik yang hanya digunakan pada tarian ini, seperti pacak gulu yang mana topengnya digerakan oleh kepala dan leher saja, kemudian gerakan obah lambung atau gerakan menggunakan gerakan perut, kemudian nendhang wiru atau gerakan menendang kain wiru yang digunakan dan terakhir tregelan atau gerakan patah-patah untuk menghidupkan karakter dan ekspresi topeng, karena disini topeng merupakan benda mati yang harus dihidupkan dalam tarian ini.

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Busana yang dikenakan, pada bagian kepala menggunakan pogok kekesan, irah-irah bledekan besar dengan mahkota raja, sumping, topeng gagah warna merah. Pada bagian badan dan kaki menggunakan kalung trap satu, kaweng (kain merah yang disilangkan didada) dan jariknya menggunakan motip parang gordo besar yang dikenakan dengan system capit urang, celana, boro, stagen (lontong) semuanya motipnya cindhe, sampur berjumlah satu dipinggang, dibahu ada dua, kamus timang, buntal (bentuknya panjang terbuat dari wol dengan warna-warni) serta klat bahu.

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Irama gendhing pada tari ini menggunakan gendhing Lancaran Bendrong dengan permainan irama 1 dan 2 yang memakai gamelan klasik Jawa yang komplit seperti kendang, demung, saron, peking, bonang, slenthem, kenong, kethuk, gender, gambang, rebab, siter, suling serta gong.

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Klono Topeng Sewandono

1Persembahan:Yayasan Sasminta Mardawa
2Penari:
  1. Hanif
  2. Arif

 

Klono Topeng Sewandono, classic dance, culture

Sebuah tarian yang memakai  warna topeng yang sebenarnya sangat mirip dengan ajaran dalam budaya Jawa yang menceritakan tentang nafsu manusia yang bersandar pada lima warna yaitu merah, hitam, putih, hijau dan kuning. Dalam kehidupan manusia semua tergantung dari bagaimana kemampuan manusia menjaga keseimbangan antara lima watak tersebut agar hidup kita menjadi lebih baik, damai secara lahir dan batin. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here