myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Musik merupakan bahasa universal yang sederhana yang lahir dari olah pikiran manusia yang terletup dalam sebuah emosi dan imajinasi. Ini semua bisa digunakan sebagai soft diplomasi antar bangsa di dunia. Apalagi di tambah dengan tajuk “klasik” yang sering sekali dipakai untuk menunjukan sebuah karya yang dipandang sebagai kesempurnaan atau tataran paling tinggi dalam hal merangkai nada yang harmonis. Semua ini terlihat dalam Konser Cello Piano yang merupakan sebuah kolaborasi pertunjukan seni musik klasik antara Alfian Emir Adytia dari Indonesia (Cello) dengan Kanako Abe dari Jepang (Piano) yang tergabung dalam portal musik yang berdomisili di Den Haag Belanda.Konser Cello PianoDuo ini ini telah berkolaborasi sejak tahun 2013 dan telah memenangkan beberapa kompetisi di Belanda sebagai kelompok musik kamar, seperti di Asten Classic Award 2018 (Juara kedua) dan Willem Twee Chamber Music Contest 2018 (Juara pertama) dan selama ini selain di Belanda keduanya telah beberapa kali membuat konser di Jerman, Prancis dan tentunya di Indonesia.Konser Cello PianoDalam konser kali ini keduanya mengusung tema dengan tajuk “Hening” dimana keduanya ingin mengajak para audience untuk mendengarkan kontranya bising sebagai sebuah moment. Ketika kita membuat getaran pasti diantaranya ada musik dan disinilah sebenarnya musik akan hidup.Konser Cello PianoKonser Cello Piano  Alfian Emir Adytia Feat Kanako Abe ini diselenggarakan Komunitas ORArt ORET yang menjadi fasilisator dan mensuport kamunitas-komunitas baru agar mau tampil di Gedung Monod Diephuis, Jalan Kepodang No 11-13 Kota Lama Semarang, tepatnya pada tanggal 14 Oktober 2019, mulai pukul 19.00 wib sampai 21.00 wib.Konser Cello Piano“Sangat senang sekali dan sangat yakin sekali musik klasik atau musik non pop di Semarang sangat bisa berkembang lebih jauh lagi kedepannya, dan pastinya akan lebih banyak muncul musisi muda lainnya untuk ikut meramaikan kancah musik klasik”, ujar Alfian Emir Adytia disela-sela pertunjukan konser.Konser Cello PianoPortal musik mengutamakan pertunjukan musik klasik modern (komtemporer), musik baru dari komponis Asia, musik klasik yang jarang atau tidak pernah dimainkan oleh para musisi dan aransemen musik orchestra ke dalam formasi Cello Piano, seperti Scheherazade oleh Rimsky Korsakov atau Le Sacre de Pritemps oleh Igor Stravinsky.Konser Cello PianoSelain memainkan musik-musik barat keduanya menampilkan karya komponis asal Indonesia Nursalim Yadi Anugerah yang berjudul Mataando Tubu serta karya Alfian Emir Adytia sendiri. Melalui Portal Musik inilah, Duo ini sangat aktif dalam menggelar konser di Eropa.Konser Cello PianoAlfian Emir Adytia mulai belajar Cello dari ayahnya (Yusbar Djaelani salah satu pengajar musik di Univeritas Malaysia Serawak di Kucing) pada tahun 2005. Beberapa kali ikut konser seperti di National Youth Sympony Orchestra (Kuala Lumpur), Southeast Asian Youth Orchestra and Wind Ensemble (Bangkok) dan Nusantara Symphony Orschestra (Jakarta).Konser Cello PianoAlfian Emir Adytia merupakan alumni ISI Yogyakarta (2011-2016) dan beberapa kali memenangkan lomba sebagai penampil terbaik, seperti di Zhang Jia Jie International Country Music Week 2013 (Cina) dan Kompetisi Komposisi 50 Tahun Berkat Avip Priatna 2016 (Jakarta).Konser Cello PianoKanako Abe adalah seorang konduktor dan pianis asal Jepang lulusan Universitas Seni Tokyo dan Conservatoire National Superiur de Musique de Paris (CNSMDP), yang memulai karirnya sebagai seorang pianis. Pada tahun 2005 mendirikan orchestra kamar untuk musik komtemporer “Ensemble Multilaterale” dan menjadi sutradara musik/konduktor permanen hingga tahun 2014.Konser Cello PianoBeberapa Lagu dalam Konser Cello Piano, Alfian Emir Adytia Feat Kanako Abe.

1Suite No 1 for solo cello, Sarabande karya Johan Sebastian Bach
2Fur Alina for solo Piano karya Arvo Part
3Erbame From Matteus Passion Karya Johann Sebastian Bach
4Orion karya Toru Takemitsu
5Dialogo karya Gyorgy Ligeti
6Nachtmuziek Suite karya Alfian Emir Adytia
7Baby Sonata karya Alfian Emir Adytia
8Louange a l’eternite de Jesus karya Olivier Messiaens

Konser Cello PianoKonser Cello Piano di Gedung Monod Diphuis Kota Lama Semarang ini sangat berhasil baik dari sisi pertunjukan maupun penontonnya, atensi penonton Semarang layak di beri penghormatan. Ruangan penuh dengan penonton yang notabene mereka belum mengenal siapa Alfian Emir Adytia Feat Kanako Abe selama ini. Sebuah apresiasi yang layak diberikan kepada penonton Semarang, mereka benar-benar menikmati pertunjukan musik klasik ini.Konser Cello Piano“Sebuah acara yang sangat bagus sekali, walaupun lagu-lagu yang ditampilkan banyak lagu baru yang masih jarang didengar, tetapi ini merupakan salah satu prestasi tersendiri bahwa “Anak Indonesia” boleh mengikuti standart musik dunia”, ujar Yusbar Djaelani (ayah Alfian Emir Adytia) yang langsung terbang dari Malaysia untuk menonton konser ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here