myimage.id | Kopi Bubuk Tradisional mbah Kamsih desa Indrokilo Ungaran yang asli  dibuat dengan melalui proses yang khas. Proses tradisional menghasilkan kopi bubuk tradisional yang asli dengan cita rasa dan aroma yang pas “sungguh-sungguh” kopi. Karakteristik Kopi Bubuk Tradisional mbah Kamsih berupa bubuk tradisional yang asli tetap terjaga dengan baik. Itulah kenapa di tengah-tengah mesin pembuat kopi bubuk tradisional yang asli yang merebak saat ini, cara tradisional masih menjadi pilihan. Kopi bubuk tradisional yang asli mbah Kamsih dari Desa Indrokilo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, adalah salah satu contohnya.

Proses pemetikan
Proses pemetikan
  1. Proses pembuatan Kopi Bubuk Tradisional mbah Kamsih yang asli secara tradisional diyakini menghasilkan kopi dengan citarasa dan aroma yang “sungguh-sungguh kopi”. Metode tradisional memungkinkan karakteristik asli kopi tetap terjaga dengan baik. Itulah kenapa di tengah-tengah mesin pembuat kopi yang merebak saat ini, masih ada penikmat kopi yang membuat minuman kesukaannya itu dengan cara tradisional.
Proses penyortiran buah kopi
Proses penyortiran buah kopi
  1. Hanya kopi yang benar-benar matang yang dipilih dalam pembuatan Kopi Bubuk Tradisional mbah Kamsih. Ciri-cirinya, buah kopi berwarna merah sempurna, tekstur cukup empuk, dan beraroma kuat. Tanaman  kopi akan menghasilkan buah pada akhir musim kemarau sekitar bulan September sampai Oktober. Buah-buah kopi yang telah dipetik lantas dikumpulkan di wadah khusus untuk disortir menurut ukuran dan tingkat kematangan. Penyortiran kopi bubuk tradisional yang asli dilakukan berdasarkan ukuran penampang dan tingkat kematangan. Kualitas kopi bubuk tradisional harus terjaga betul, terutama untuk buah yang bermutu bagus. Dengan ukuran dan tingkat kematangan yang sama, penggorengan biji kopi bubuk tradisional akan matang secara merata. Buah kopi mentah yang ikut terpetik dipisahkan tersendiri karena dapat merusak citarasa dan aroma kopi. Buah kopi bubuk tradisional dikupas kulitnya dengan cara ditumbuk menggunakan alu di dalam lesung. Biji-biji kopi yang sudah bersih selanjutnya dijemur di bawah sinar matahari langsung. Proses ini dilakukan selama 5-7 hari sampai kadar air yang terkandung di dalam biji kopi tersisa sekitar 30-35%.
Proses pemasakan/sangrai biji kopi
Proses pemasakan/sangrai biji kopi
  1. Biji-biji kopi bubuk tradisional yang telah mengering sempurna itu kemudian dipindahkan ke penggorengan untuk dimasak/disangrai. Wadah yang paling baik dipakai untuk menggoreng biji kopi adalah wajan besi yang cukup tebal sehinggga panasnya bisa merata dan stabil. Disarankan untuk memakai tungku kayu ketimbang kompor gas karena mampu menambah kenikmatan tersendiri pada kopi yang dihasilkan. Selama proses penggorengan, biji-biji kopi bubuk tradisional harus dibolak-balik secara rutin agar tidak gosong. Biji kopi bubuk tradisional digoreng sampai permukannya berubah warna menjadi cokelat kelam, aroma khasnya semakin keluar, dan mudah dihancurkan. Sebagai Proses penggorengan 2 kg biji kopi umumnya memakan waktu selama 2 jam. Rahasia campuran kopi bubuk tradisional tiap daerah pasti akan berbeda-beda. Rahasia kekhasan Kopi Bubuk Tradisional mbah Kamsih terletak pada pencampuran. Mbah Kamsih mencampur 1 kg kopi dengan 1/3 kg beras jenis GH.
Proses penumbukan biji kopi
Proses penumbukan biji kopi
  1. Biji Kopi Bubuk Tradisional mbah Kamsih yang telah disangrai hingga matang sempurna kemudian dipindahkan ke lesung untuk ditumbuk sampai halus.
Proses penyaringan biji kopi
Proses penyaringan biji kopi
  1. Setelah itu, bubuk Kopi Bubuk Tradisional mbah Kamsih ini diayak untuk memisahkan partikel yang masih berukuran cukup besar. Itu dilakukan berulang ulang untuk yang partikel besar sehingga menjadi halus.
Proses pengemasan biji kopi
Proses pengemasan biji kopi
  1. Setelah proses Kopi Bubuk Tradisional mbah Kamsih pada tahap penumbukan, langsung dimasukkan di tempat kopi bubuk tradisional yang telah disediakan dalam bentuk wadah bersih, kering serta tertutup rapat dan ditimbang ¼ kg. Mbah Kamsih berpesan, sedapat mungkin jauhkan kopi bubuk tradisional dari alat-alat yang berbau atau mengandung plastik  karena akan merusak aroma kopi itu sendiri nantinya.
Pembeli mengambil pesanan kopi
Pembeli mengambil pesanan kopi
  1. Rata rata pembeli  Kopi Bubuk Tradisional mbah Kamsih memesan terlebih dahulu. Tentu saja, para pembeli adalah penikmat kopi sejati. (Sebijanto/reog biyan)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here