myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Semoga kita pagi ini selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Kunjungan wisatawan asing lewat Pelabuhan Mas Semarang mengalami kenaikan terus tiap tahunnya dan itu direspon positip oleh segenap insan pariwisata, termasuk Pemprop Jateng maupun para pelaku bisnis pariwisata. Ya semua terlihat dalam Kunjungan Kapal Turis yang merupakan sebuah kunjungan turis asing ke Semarang lewat pelabuhan Tanjung Mas Semarang yang rutin dilakukan tiap tahunnya, semua turis ini disambut dengan seni budaya Jawa Tengah berupa tari-tarian dengan iringan gamelan klasik Jawa secara live show.Kunjungan Kapal Turis, travelIni semua merupakan salah satu kepedulian dari Pemerintah Propinsi Daerah Jawa Tengah dalam menyambut wisatawan asing lewat kapal pesiar dengan harapan para wisatawan ini mengenal bahwa di Jawa Tengah ada seni budaya yang sangat menarik yang layak untuk menyambut para tamu.Kunjungan Kapal Turis, travelKunjungan Kapal Turis dengan kapal pesiar MV. Amadea yang sebelumnya bersandar di Pelabuhan Singapura, kemudian pada hari Minggu tanggal 2 Pebruari 2019 jam 07.00 wib berlabuh di Pelabuhan Tanjung Mas dengan membawa 495 turis asing yang selama sehari akan berwisata di Jawa Tengah.Kunjungan Kapal Turis, travelPara turis asing ini akan berkunjung tempat-tempat wisata di Jawa Tengah, diantaranya Kota Lama Semarang yang merupakan kompleks bangunan tua peninggalan pemerintah Belanda, Candi Borobudur dan Candi Prambanan.Kunjungan Kapal Turis, travelKapal MV. Amadea  ini berbendera Bahamas selanjutnya nanti akan berkunjung di Pulau Karimunjawa Jepara pada pukul 23.00 wib dan beberapa tempat wisata lainnya di Indonesia. Inilah keunikan di Indonesia, setiap kapal asing ini bersandar ditempat-tempat wisata di Indonesia mereka akan selalu disuguhi seni budaya yang khas di tempat mana mereka berlabuh.Kunjungan Kapal Turis, travelDi pelabuhan Tanjung Mas ini, Kunjungan Kapal Turis dengan para wisatawan asing disuguhi tari-tarian khas Jawa Tengah diantaranya seperti tari Semarang Indah, Simpang Lima Ria, Sekarinonce dan Gatotkaca Antasena yang semuanya ini dipersembahkan dari Sanggar Greget Semarang.Kunjungan Kapal Turis, travelSanggar Greget Semarang beralamat di Jl Pamularsih I no 2-G, Semarang, dipimpin oleh Yoyok B. Priyambodo yang lahir pada tanggal 25 April 1966 di Semarang. Belajar menari dari orang tuanya (Bpk/Ibu Soedibyo) di Sanggar Tari Kusuma Budaya pada tahun 1972. Kemudian pada tahun 1982 bersama keluarganya mendirikan Sanggar Greget Wilang, tapi kemudian berganti nama menjadi sanggar Greget pada tahun 1992 sampai sekarang.Kunjungan Kapal Turis, travel

1Koreografer dan Pelatih:Yoyok B. Priyambodo, Sekar Arum, Sangghita Anjali, Sudarsono
2Tarian:Semarang Indah,Simpang Lima Ria,Sekarinonce,Gatot Kaca Antasena
3Penari:Rara, Leiya, Fauzul Muna, Rahadatul, Deva,Anggun, Talitha, Nabila, Eldo, Gilang
4Pengrawit:Mahendra, Ratna, Priyanka, Fairuz, Erisa, Dara, Benita, Meirany, Darsono, Putra
5Sinden:A.Radma ( Juara 1 Lomba Macapat Tk. Kota Semarang 2011,2012,2013,2016,2017,2018)
6Gending/lelagon:Batik, Suwe Ora Jamu, Gugur Gunung

Kunjungan Kapal Turis, travelDari pengalaman seperti inilah Sanggar Greget ini sering sekali diminta untuk tampil diluar negeri menarikan tari-tarian Jawa Tengah. Inilah kerjasama yang bagus antara Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah dengan kelompok-kelompok kesenian untuk menghibur para wisatawan yang berkunjung di Indonesia khususnya Jawa Tengah.Kunjungan Kapal Turis, travelIni semua juga sebagai embrio informasi bahwa Indonesia khususnya Jawa Tengah mempunyai seni budaya yang sangat menarik dan beraneka ragam, yang suatu saat pasti para wisatawan asing ini tidak hanya datang ditempat wisata saja tapi juga datang di tempat atau sanggar-sanggar tari juga.Kunjungan Kapal Turis, travelSelain kerjasama dengan Pemerintah Propensi Jawa Tengah, kadang-kadang para seniman-seniman ini bekerjasama dengan biro-biro travel yang mana semua ini saling berhubungan di bidang Pariwisata yang saling menguntungkan.Kunjungan Kapal Turis, travelSanggar-sanggar tari ini menyajikan tarian secara maksimal sebagai tolak ukur setelah mereka berlatih dengan sungguh-sungguh di sanggarnya selama ini. Dengan diberi kesempatan untuk tampil disini, jiwa seni mereka seperti tertumpahkan di hadapan para wisatawan asing ini, ujar Yoyok B. Priyambodo. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here