myimage.id | Seni harus dinikmati dan dihayati, bukan hanya penciptaan karya seni saja tetapi juga harus ada penghayatan yang lebih yang merupakan perilaku ekspresi yang menghasilkan pengalaman yang khas. Ini semua tercermin di dalam Langen Beksan Nemlikuran yang merupakan sebuah acara yang bermula dari para alumni SMKI Surakarta yang dijadikan sebuah wadah atau ruang di bidang seni dan budaya tari di Pendopo SMKN 8 Surakarta.Beksan Langen Nemlikuran, cultureSelama ini sudah banyak daerah-daerah yang ikut meramaikan acara Langen Beksan Nemlikuran ini seperti Yogyakarta, Bali dan Jawa Timur, dengan catatan bahwa seni budaya tari-tarian dan karwitan yang ditampilkan disini harus mempunyai akar Nusantara, sementara ini yang seni budaya modern memang belum diberi ruang di acara ini.Beksan Langen Nemlikuran, cultureSelama ini Langen Beksan Nemlikuran sudah berlangsung 15 tahun pementasannya yang berlangsung di SMKI Surakarta (sekarang SMKN 8 Surakarta) dan dibiayai dengan sifat mandiri, artinya mereka para motor yang rata-rata para alumni SMKI Surakarta patungan di Langen Beksan Nemlikuran. Semua itu diladasi dengan spirit seni yang mereka punyai.Beksan Langen Nemlikuran, cultureAcara Langen Beksan Nemlikuran ini pertama kali diadakan pada bulan Maret 2003, dengan rentang waktu yang panjang mereka melalui halangan dan rintangan, tapi semua itu bisa dilewati. Misi dan misinya adalah memberi pelajaran pada masyarakat banyak tentang tradisi tari yang syarat dengan nilai-nilai luhur.Beksan Langen Nemlikuran, cultureInspirasi terbentuknya Langen Beksan Nemlikuran ini terbentu dari acara tradisi Seloso Kliwon awalannya, yaitu sebuah acara yang digagas oleh pengrawit yang pada hari Seloso Kliwon (Anggoro Kaasih) menyajikan tari-tarian lama atau baru dan didokumentasikan serta berlangsung secara rutin. Disinilah kemudian didirikan Langen Beksan Nemlikuran ini.Beksan Langen Nemlikuran, cultureSementara ini memang tidak ada curator untuk yang tampil disini, siapapun yang siap tampil bisa tampil disini, meskipun ada beberapa tarian sudah pernah disajikan. Hanya dengan memberitahu panitia lewat telepon , maka kelompok ini akan disiapkan waktu untuk tampil di sini.Beksan Langen Nemlikuran, culturePerlu adanya perhatian dari Pemkot Surakarta untuk acara ini, supaya dalam penyelenggaraannya tidak terseok-seok. Ini sudah lahir embrionya tinggal dipelihara, maka akan tumbuh sumber baru dibidang seni dan budaya Nusantara.Beksan Langen Nemlikuran, cultureApalagi dalam acara ini sudah banyak penonton setia yang bahkan berasal dari luar kota, seperti Semarang, Ungaran, Yogyakarta, Klaten, Salatiga, Magelang dan Surakarta yang rata-rata malah anak muda (anak jaman now). Dari mereka inilah seni budaya Indonesia akan diteruskan.Beksan Langen Nemlikuran, cultureLangen Beksan Nemlikuran kedepannya ini menjadi unggulan di Surakarta, seperti Wayang Orang Sriwedari yang berpusat di Kota Surakarta yang bersifat theater tradisi, tapi disini momenya tari tradisi yang bisa berlangsung kapanpun,  ujar Daryono S. Kar. M. Hum selaku motor Langen Beksan Nemlikuran. (Soebijanto/reog biyan)

11 COMMENTS

  1. […] Seni harus dinikmati dan dihayati, bukan hanya penciptaan karya seni saja tetapi juga harus ada penghayatan yang lebih yang merupakan perilaku ekspresi yang menghasilkan pengalaman yang khas. Ini semua tercermin di dalam Langen Beksan Nemlikuran yang merupakan sebuah acara yang bermula dari para alumni SMKI Surakarta yang dijadikan sebuah wadah atau ruang di bidang seni dan budaya tari di Pendopo SMKN 8 Surakarta. Selama ini sudah banyak daerah-daerah yang ikut meramaikan acara Langen Beksan Nemlikuran ini seperti Yogyakarta, Bali dan Jawa Timur, dengan catatan bahwa seni budaya tari-tarian dan karwitan yang ditampilkan disini harus mempunyai akar Nusantara, sementara ini yang seni budaya modern memang belum diberi ruang di acara ini. […]

  2. […] myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Selamat pagi semua saudaraku. Salam hangat, sehat dan sejahtera. Sebuah hajat besar dilakukan keluarga besar  S. Ngaliman Tjondropangrawit yang masih “mikul duwur mendem jero” terhadap ayah, kakeknya S. Ngaliman Tjondropangrawit yang merupakan salah satu empu tari dan karawitan yang sangat mumpuni, dengan menyelenggarakan sebuah pagelaran dengan tajuk Pagelaran Tari 100 Thn S. Ngaliman Tjondropangrawit yang merupakan gelar tari yang menampilkan karya-karya tari beliau yang spekta dalam sajian spesial di Langen Beksan Nemlikuran 2019.S. Ngaliman Tjondropangrawit lahir di Sragen Jawa Tengah pada tanggal 12 Maret 1919. Beliau merupakan putra ke enam dari delapan bersaudara keluarga Ki Sukiman Wiryawijaya. Karya-karya tari beliau semuanya sangat fenomenal diantaranya Tari Pamungkas Manggaladibya, Tari Gambyong Pareanom, Tari Pejuang dan Tari Srimpen Manggala Retno.Ada yang menarik disini, selama ini banyak orang yang familiar dengan nama S. Ngaliman Tjondropangrawit, tapi ternyata mereka ketika di tanya “S” nya itu apa, ternyata banyak yang tidak tahu. Ternyata “S” disini singkatan dari Supadi yang merupakan nama tambahan ketika waktu kecil beliau sedang sakit. Memang dulu ada kepercayaan Jawa, dengan nama tambahan yang dipercaya memberi berkah, maka anak yang sakit akan sembuh.Pagelaran Tari 100 Thn S. Ngaliman Tjondropangrawit digelar di Pendopo SMKI (SMKN 8) Surakarta selama dua hari dari tanggal 26-27 Maret 2019 mulai pukul 19.00 wib sampai selesai, dimana hari itu bertepatan dengan HUT yang ke 16 Langen Beksan Nemlikuran. […]

  3. […] Kali ini Tari Srimpen Manggala Retno di tarikan oleh Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada hari kedua pada Pagelaran Tari 100 Thn S. Ngaliman Tjondropangrawit yang digelar di Pendopo SMKI (SMKN 8) Surakarta selama dua hari dari tanggal 26-27 Maret 2019 mulai pukul 19.00 wib sampai selesai, dimana hari itu bertepatan dengan HUT yang ke 16 Langen Beksan Nemlikuran. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here