myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Dengan bermunculan sanggar-sanggar tari di Indonesia, pastinya akan menambah khasanah seni budaya Indonesia. Semua ini terangkum dalam Launching Yayasan Seni Adanu Jumantoro yang merupakan sebuah peluncuran Yayasan Seni Adanu Jumantoro yang terbentuk berbadan  hukum, dimana awalnya dulu merupakan sebuah sanggar tari yang terbentuk pada bulan Oktober 2018 sebagai tempat untuk menampung ekspresi seniman-seniman muda untuk belajar tari tradisi Surakarta khususnya.Launching Yayasan Seni Adanu JumantoroPendiri atau para tokoh berdirinya Yayasan Seni Adanu Jumantoro adalah Sri Wardoyo S.Sn, Dona Dian Ginanjar S.Sn, Rahma Putri Paramita S.Sn dan Benedictus Billy Adikusumo S.Sn, adalah orang-orang yang berperan penting dalam sanggar ini sampai menjadi sebuah yayasan yang berbadan hukum.Launching Yayasan Seni Adanu JumantoroSanggar  ini bersifat sosial dengan mengajarkan seni tari tradisi Surakarta kepada masyarakat khususnya anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus seni budaya Indonesia, tapi seiring waktu kemudian berkembang dalam pembelajarannya selain tari, ada juga teater, ketoprak, wayang orang dan gamelan.Launching Yayasan Seni Adanu JumantoroSemua ini terinspirasi dari maraknya secara global teknologi digital didunia ini, sehingga ada rasa ke kuwatiran terhadap anak-anak dan remaja jangan terlalu masuk dalam dunia itu, sehingga perlu dibuatkan ruang untuk kegiatan positip bagi mereka berupa ruang seni budaya Indonesia khususnya di Surakarta.Launching Yayasan Seni Adanu JumantoroNiatan ini semua untuk memperbaiki etika dan bentuk sikap untuk menjadi orang Jawa yang sesungguhnya, khususnya anak-anak dan remaja dengan diberikan pelajaran budi pekerti lewat seni budaya Indonesia secara gratis.Launching Yayasan Seni Adanu JumantoroAcara Launching Yayasan Seni Adanu Jumantoro ini dilaksanakan di Cagar Budaya Pendopo Adanu Jumantoro milik TNI Angkatan Udara Surakarta pada hari Rabu tanggal 27 Pebruari 2019, jalan Honggowongso Kusumodiningratan, Kemlayan, Serengan Surakarta, pada pukul 19.00 wib sampai selesai.Launching Yayasan Seni Adanu JumantoroTema Launching Yayasan Seni Adanu Jumantoro kali ini adalah “Tradisi Nafasku, Budaya Nadiku” yang secara keseluruhan mempunyai makna tentang kehidupan, bagaimana cara orang Jawa ini mengkreasikan seni budayanya menjadi sesuatu yang langgeng, utuh dengan mengikuti perkembangan jaman.Launching Yayasan Seni Adanu JumantoroBeberapa tanggapan dari rekan dan kolega dari sanggar Seni Adanu Jumantoro, diantaranya ungkapan dari Mayor Mujianto S.Sos. MM yang mewakili TNI AU Surakarta, “Sebuah tempat  pelestarian seni budaya yang dipunyai TNI AU, semua difasilitasi secara gratis dimana sanggar hanya diminta untuk menjaga kebersihan. Dari maksud yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula”Launching Yayasan Seni Adanu Jumantoro“Pendirian sanggar seni  merupakan sebuah upaya dari masyarakat untuk mengembangkan, melindungi dan melestarikan seni tradisi secara nyata. Dengan sanggar ini berbadan hukum maka akan lebih mudah berkolaborasi dengan pemerintah sehingga menjadi lebih dinamis dan harmonis dengan memanfaatkan ruang-ruang yang ada di Surakarta dengan melakukan atraksi budaya”, ujar Kinkin Sultanul Hakim SH, MM, selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta.Launching Yayasan Seni Adanu Jumantoro“Pendirian Sanggar ini akan memperkaya sanggar tari yang ada di Surakarta, yang semua ini dapat menampung ekspresi seniman-seniman muda untuk bisa berkarya. Dinas Kebudayaan Pemkot Surakarta sangat terbantu karena dinas tidak bisa langsung membina seniman-senian muda ini secara keseluruhan, melalui sanggar-sanggar ini para seniman ini bisa belajar secara khusus dan lebih spesifik khususnya gaya Surakarta”, ujar Maretha DC selaku Kabid Kesenian Sejarah dan Sastra Dinas Kebudayaan Kota Surakarta.Launching Yayasan Seni Adanu JumantoroBeberapa pagelaran ditampilkan dalam launching ini, mulai dari Tari Bedhaya Adanu Jumantoro, dolanan anak-anak dengan lakon perang-perangan Baratayuda, tari petilan Gatotkoco Gandrung dan diakhiri dengan tayungan atau menari secara bersama-sama yang diiringi gamelan klasik Jawa dari komunitas gamelan Mutihan Solo.Launching Yayasan Seni Adanu JumantoroPembelajaran seni budaya di Yayasan Seni Adanu Jumantoro semuanya tidak dipungut biaya, yang secara rutin dilaksanakan pada hari Selasa dan Jumat mulai pukul 16.00 wib sampai selesai sebelum magrib. Selain yang mengajar para pendiri yayasan ini, mereka juga dibantu seniman-seniman yang peduli dengan seni budaya juga.Launching Yayasan Seni Adanu JumantoroSebuah yayasan seni budaya yang kedepannya lebih mengembangkan seni budaya tradisi, diharapkan tidak hanya di dalam kancah nasional saja tetapi juga Internastional, selain itu juga sebagai tempat menjalin silaturahmi antar sanggar-sanggar yang ada di Surakarta yang rencananya setiap tiga bulan sekali akan ada kegiatan tampil bersama dengan berkolaborasi dengan sanggar-sanggar lainnya ditempat ini, ujar Benedictus Billy Adikusumo S.Sn. (Soebijanto/reog biyan)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here