myimage.id | Salam Budaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan sedoyo. Berbicara tentang Mahabarata memang tidak ada habisnya. Sebuah karya budaya kuno yang banyak digunakan sebagai inspirasi oleh para seniman dunia dalam membuat karyanya. Salah satunya Legenda Tetuko (The Legend Of Tetuko) yang merupakan sebuah pertunjukan wayang orang gaya Yogyakarta yang ide ceritanya mengambil dari petilan Mahabarata yang menceritakan tentang lahirnya jabang bayi Tetuko yang lebih dikenal  dengan Raden Gatutkaca.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariKarya tari ini diciptakan pada tahun 2018 secara bersama-sama oleh Angkatan 2018 FBS UNY yang secara khusus dipentaskan sebagai closing acara di Setaun Menari #2 yang diadakan oleh HIMA Pendidikan Seni Tari (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta sebagai tanda akhir kepengurusan tahun 2018.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariAcara ini diselenggarakan di Pendopo Tedjokusumo Universitas Negeri Yogyakarta pada tanggal 29 Desember 2018 mulai pukul 19.00 wib sampai 23.00 wib yang pada tahun ini mengangkat tema “Rinonce Rasa, Ambangun Karya, Kangge Mujudke Karya”.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariRaden Gatutkaca (si jabang bayi Tetuko) adalah putra dari Dewi Arimbi dengan Raden Werkudara. Terlahir dengan tali pusar yang tidak bisa dipotong dengan senjata biasa, bahkan oleh kuku Pancanaka yang dimiliki oleh Raden Werkudara.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariTali pusar tersebut hanya bisa dipotong oleh senjata Kunta Wijaya, sebuah anugerah senjata yang diberikan kepada Raden Arjuna  dari para Dewa. Tapi karena kesalahan dari Bathara Narada, senjata ini jatuh ke Raden Karna. Dari sinilah kemudian terjadi pertempuran antara Raden Arjuna dengan Raden Karna. Alhasil Raden Arjuna hanya mendapat merebut sarungnya sedangkan senjata kerisnya di tangan Raden Karna.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariMelihat Raden Arjuna hanya membawa sarung dari senjata Kunta Wijaya, Raden Werkudara marah besar, tapi pada saat itu muncul Bathara Narada melerai pertikaan tersebut dan menasihati bahwa dengan rangka senjata ini bisa memutus tali pusar si jabang bayi dan anehnya setelah itu, rangka senjata ini kemudian masuk kedalam perut si jabang bayi.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariBayi Tetuko sejak saat itu dijadikan jagoan oleh para Dewa untuk mengalahkan angkara murka, tapi semua itu harus melalui proses, dimana si jabang bayi ditempa dan dimasukan ke kawah Candradimuka untuk menjadi sakti mandraguna.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariSetelah proses ini Raden  Gatutkaca minta restu kepada ibunya untuk mengalahkan keangkara murkaan dari Prabu Naga Pracona dan Sekipu. Walaupun masih kecil, keduanya ini dapat dikalahkan oleh Raden Gatutkaca.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariInspirasi tarian ini disesuaikan dengan lahirnya angkatan 2018 yang baru lahir di FBS UNY yang mana mereka semua sangat yakin bahwa nantinya segala masalah dapat diselesaikan dengan tempaan Kawah Candradimuka (Kampus UNY) dan berhasil mencapai apa yang ditugaskan oleh kampus, serta mencapai cita-cita yang diinginkan seperti jabang bayi Tetuko.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariGerak dalam pertunjukan wayang orang ini, banyak mengambil ragam gerak dari tari klasik gaya Yogyakarta yang sudah mengalami penggarapan atau pembaharuan yang disesuikan dengan karya ini. Sedangkan pola lantainya sangat variatif dan dinamis, mulai dari pola melingkar, diagonal sampai sejajar ada semua disini.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariBusana yang dikenakan dalam tarian ini mengacu pada wayang orang gaya Yogyakarta mulai dari irah irahan ada jamang bledhegan,tropong atau mahkota,sanggul dengan hiasan kuping (sumping), hiasan dada (pangkat,kalung,kace), sedangkan pada bagian badan menggunakan  kemben, mekak, baju raseksa, jubah rambut gimbal, kaweng, jarik, celana panji, stagen, kopel (sabuk), sampur, boro, buntal, keris, probo, klat bahu dan deker tangan.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariIringan dalam tarian ini menggunakan gamelan klasik Jawa secara live show, dimana iringan inti gendhingnya membangunkan suasana yang diinginkan seperti playon, lancaran, ganjur dan sampak.Legenda Tetuko, budaya, culture, tariLegenda Tetuko (The Legend Of Tetuko)

1Persembahan:Angkatan 2018 FBS UNY
2Sutradara:Wibi Supri Andoko
3Penata Busana/Rias:Pelangi Entertainment
4Penata Iringan:Arga Saputra
5Penari:Angkatan 2018 FBS UNY

Legenda Tetuko, budaya, culture, tariSebuah pagelaran persembahan dari Angkatan 2018 tentang lahirnya Raden Gatutkaca sebagai bagian dari nguri-nguri budaya yang secara tidak langsung sebagai pengembangan dan pelestarian budaya secara nyata yang bertujuan sebagai inspirasi Angkatan 2018 dalam meraih cita-citanya untuk meraih kesuksesan lewat Kawah Candradimukanya mereka yang digambarkan lewat Kampus UNY, ujar Wibi Supri Andoko, selaku Sutradara tarian ini. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here