myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Kegembiraan seorang seniman tari terwujud manakala karya-karyanya bisa ditampilkan pada sebuah pagelaran untuk dinikmati/ditonton oleh para pengemarnya. Segala daya upaya bergulat dengan latihan dan latihan pastinya akan tersalurkan hasratnya di pagelaran yang ditampilkan. Semua ini terlihat di Lenggok Semarang yang merupakan sebuah pagelaran seni tari yang bergaya Semarangan yang digelar oleh Sanggar Greget Semarang dengan menampilkan karya tari dari Yoyok B Priyambodo di Taman Indonesia Kaya Semarang.Lenggok SemarangMemang selama ini Taman Indonesia Kaya banyak memberikan ruang bagi seniman untuk mengekspresikan karya-karyanya terutama seniman-seniman Semarang untuk ditampilkan disini. Selain sabagai wadah, tempat ini juga sebagai ajang silaturahmi bagi seniman-seniman Indonesia.Lenggok SemarangBagi Sanggar Greget Semarang kesempatan ini sangat baik dan dimanfaatkan sebaik-baiknya karena dalam pagelaran ini, mereka bisa tampil dihadapan umum setelah selama ini mereka berlatih dan berlatih tari. Selain itu, pagelaran ini juga memamerkan keberadaan Semarang didunia tari. Bahwa Semarang mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak dipunyai daerah lain.Lenggok SemarangKata Lenggok Semarang adalah sebuah dialek Semarangan yang istilahnya sama dengan lenggang kangkung, istilah ini yang mempunyai hanya Semarang yang dulu istilah-istilah ini banyak digunakan para banci yang ada di Semarang waktu menyanyikan Gambang Semarang.Lenggok SemarangMereka berlenggak-lenggok seperti wanita tetapi mereka bukan wanita. Dari hal inilah kemudian malah menjamur dan menular bahwa lenggok Semarang seperti itu. Dari semua ini kemudian diangkat menjadi identitas atau ciri khas Semarangan. Tapi ini semua bukan terus lenggak-lenggok orang Semarang seperti banci, bukan seperti itu. Sebuah kedinamisan yang bisa dikatakan kasar atau panas.Lenggok SemarangLenggok Semarang merupakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Sanggar Greget Semarang yang dipimpin oleh Yoyok B Priyambodo yang berkolaborasi dengan Managemen Taman Indonesia Kaya, pada tanggal 30 Nopember 2019, mulai pukul 19.00 wib sampai selesai di Taman Indonesia Kaya Semarang.Lenggok SemarangLenggok Semarang mempunyai gerakan tari yang spesifik yang tidak dipunyai oleh daerah lain, seperti gerak sekaran unjal jolo, egolan bokong endog remeg (angka 8), tolehan, entul, jinjit dengan busana yang menggunakan kain Semarangan (motip bunga, pohon asam, lawang sewu dan tugu muda).Lenggok SemarangSemua gerak ada makna-makna tersendiri, dimana tiap gerak itu disesuaikan dengan kondisi alam Kota Semarang, seperti alam pantai dengan gerak mengalun seperti ombak, gerak datar bawah yang melambangkan perniagaan, serta gerak-gerak tangan keatas dengan jinjit-jinjit yang melambangkan perbukitan yang ada di Semarang.Lenggok SemarangYang ditampilkan dalam Lenggok Semarang merupakan semua tarian yang diciptakan oleh Mas Yok sebutan akrab Yoyok B Piyambodo, dan rata-rata merupakan karya baru beliau yang semua ini didedikasikan untuk pengembangan dan pelestarian seni budaya Indonesia khususnya Kota Semarang.Lenggok SemarangYoyok B. Priyambodo lahir pada tanggal 25 April 1966 di Semarang, belajar menari dari orang tuanya (Bpk/Ibu Soedibyo) di Sanggar Tari Kusuma Budaya pada tahun 1972. Kemudian pada tahun 1982 bersama keluarganya mendirikan Sanggar Greget Wilang, tapi kemudian berganti nama menjadi Sanggar Greget pada tahun 1992 sampai sekarang.Lenggok SemarangAcara ini dimulai dengan uyon-uyon yang dilanjutkan dengan wisuda anak-anak Sanggar Greget Semarang dengan pemberian tanda kelulusan, dilanjutkan dengan Tari Gunungan yang disusul dengan Langen Mataya yang melibatkan Yoyok B Priyambodo berkolaborasi dengan Dr. Pamardi S.Kar, M. Hum yang kemudian dilanjutkan dengan tari-tarian karya Yoyok B Priyambodo.Lenggok SemarangDitengah acara ada sajian spesial dimana kedatangan tamu istimewa dari Dosen ISI Surakarta, Ibu Darmasti S.Kar, M.Hum dan Bpk. Dr. KRM Srihadi S.Kar, M.Hum yang secara spontanitas berkolaborasi dengan Yoyok B Priambodo dan anak-anak Greget. Suasana menjadi tambah semarak manakala beliau berdua menampilkan gerak tari Surakarta dengan lihainya.Lenggok SemarangKarya-karya Yoyok B Priyambodo yang ditampilkan di Lenggok Semarang ini diantaranya Tari Gunungan, Tari Egol Kanjengan, Tari Manggar Dugder, Tari Podang, Tari Denok Deblong dan yang terakhir Tari Pesona Semarang Hebat, diakhir acara malah terjadi battle  antara anak-anak Greget dengan bintang tamu Ibu Darmasti S.Kar, M.Hum dan Bpk. Dr. KRM Srihadi S.Kar, M.Hum plus Dr. Pamardi S.Kar, M. Hum,  yang disambut meriah oleh para penonton.Lenggok Semarang“Sebuah acara yang luar biasa dan menarik sekali, dimana banyak warga Semarang menyaksikan acara ini dengan antusias, mereka butuh hiburan segar dan harapannya anak-anak Semarang mulai mengenal, mencintai dunia tari”, ujar Ibu Darmasti S.Kar, M.Hum disela-sela acara.Lenggok SemarangPagelaran ini merupakan acara berkelanjutan antara Sanggar Greget Semarang dengan Manajemen Taman Indonesia Kaya, Sanggar Greget punya seni budaya Semarangan, sedangkan Taman Indonesia kaya mempunyai tempat, sehingga setiap tahunnya selalu berkolaborasi untuk membuat event pagelaran tari Semarangan.Lenggok SemarangSelain itu pagelaran Lenggok Semarang ini sebagai ajang silaturahmi antara Sanggar Greget dengan para penonton Semarang yang haus akan hiburan berbau seni budaya, semua ini untuk menunjukan bahwa lokal wisdom Semarang memang layak ditampilkan yang semuanya terlihat dievent ini.Lenggok Semarang“Seni budaya Semarang mulai dikenal oleh masyarakat luas, akan lebih senang manakala seniman-seniman Semarang untuk ikut menampilkan ciri khas Semarangan ini, biar menjadi lebih bergairah apapun bentuknya”, ujar Yoyok B Priyambodo selaku pimpinan Sanggar Greget di sela-sela acara.Lenggok SemarangSebuah pengharapan dari seniman-seniman Semarang, Taman Indonesia Kaya bisa sebagai ajang tidak hanya sebatas seni tari saja tetapi juga seni budaya yang lain yang sekarang hampir tidak pernah kelihatan keberadaanya.Lenggok SemarangSemarang mempunyai seni Rebana bernama Kayun Mubakin, dan ini sangat layak untuk di muculkan di Taman Indonesia kaya ini yang notabene seniman Semarang menjadi lebih produktif, tidak hanya itu saja Semarang punya karya-karya Ki Narto Sabdo yang merupakan Sang Maestro gamelan, karawitan, pedalangan, tatah sungging sampai tarian. Dan semua karya beliau sangat luar biasa. Semua ini sangat layak ditampilkan disini dengan harapan masyarakat Semarang semakin tahu, bahwa Semarang mempunyai semua ini. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here