los buku

“Kuliner Pasar Johar dulu, bikin kangen….”

myimage.id | Los buku adalah bagian dari Pasar Johar yang cukup terkenal, ada di bagian Lantai 2 Utara. Desain bangunan ini untuk lantai 2 hanya pada sekeliling bangunan saja, sementara bagian dalam hanya satu lantai sehingga sirkulasi udara relatif sejuk seperti dibahas pada bagian pertama. Bagian kedua ini merupakan lanjutan dari “Pasar Johar… Riwayatmu Dulu #1 (Kisah Pilu Pasar Tradisional)” dan merupakan liputan foto Pasar Johar waktu dulu dimulai dari bagian Lantai 2 Utara yaitu area Buku dan Kacamata.

bagian kacamata…

 

Los Buku

Lantai 2 Bagian Utara terdiri dari Toko Kacamata (Optik), aneka jasa perbaikan kacamata, Toko Arloji dan juga jasa perbaikan arloji, Toko Kitab/Buku, baik baru maupun bekas, di lantai ini ada Toko Buku/Penerbit “Aneka Ilmu” yang cukup besar dan jadi jujugan pencari buku, Toko dan jasa perbaikan elektronik, Toko Senapan angin, Piala-piala, keris dan benda-benda antik, berbagai macam cincin dan batu, serta kuliner yang selalu ramai.

Bagian buku ada lebih dari 20 lapak yang turun temurun antar generasi pedagang. Kebanyakan berasal dari Solo, Klaten dan Boyolali. Lapak buku ini akan ramai menjelang tahun ajaran baru. Jenis buku yang dijual bermacam-macam mulai buku mata pelajaran Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi, berbagai majalah dan buku-buku pengetahuan umum. Diskon yang diberikan bisa hingga 20 persen dari harga normal, sehingga hal ini menjadi daya tarik tersendiri.

Los Buku…

 

Kuliner yang cukup terkenal adalah Soto Pak No Johar Atas, Sate Kambing Bu Amini, Sate Ayam Putra Koneng, saat pagi dan waktu makan siang, selalu ramai orang ‘uyuk-uyukan’ makan di area ini, dan ini menjadi kenangan tak terlupakan bagi banyak pengunjung Pasar Johar ini, sayangnya semua telah musnah, dan mereka para penjual kuliner ini mesti berjuang lagi di relokasi Johar MAJT.

Kalau melihat bekas yang ada, konsep awal Pasar Johar, semua lapak terbuka terbuat dari kayu, dan ada loker penyimpan barang di masing-masing lapak, namun seiring perkembangan jaman dan keinginan para pedagang, sudah dibuat permanen semen batu bata dengan berpintu rolling door, meski masih ada juga yang bertutup kayu biasa. (Rahman Hakim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here