myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Salam hangat, sehat dan sejahtera. Sebuah tradisi budaya  yang dikemas dalam atraksi wisata menjadi salah satu upaya pelestarian sejarah dan warisan budaya bangsa , baik menggunakan cerita rakyat atau legenda maupun cerita yang lain yang mengandung unsur budaya. Ya. semua ini dikemas dalam sebuah Sendratari  Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019 yang merupakan sebuah tarian kolosal yang menceritakan perjuangan Sunan Kalijaga mencari batang kayu jati yang digunakan sebagai tiang utama Masjid Demak.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Pada jaman dahulu Gua Kreo merupakan sebuah tempat petilasan Sunan Kalijaga, Sunan Ampel, Sunan Bonang dan Sunan Gunung Jati. Dikisahkan Sunan Kalijaga berencana membangun Masjid di kawasan Demak sekarang ini.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Dalam pencahariannya, pohon tersebut ditemukan, tetapi ada yang aneh, pohon tersebut tidak dapat ditebang karena selalu berpindah-pindah tempat (Jatingaleh). Melihat hal ini semua, beliau minta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa. Dalam semedinya beliau didatangi 4 ekor kera dengan warna yang berbeda-beda dan setiap warna dipercaya menyiratkan sesuatu.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Warna hitam menyiratkan tanah yang subur, putih menyiratkan kesucian, merah untuk keberanian dan kuning menyiratkan angin. Para kera tersbut mengajak Sunan Kalijaga ke sebuah tempat untuk minta petunjuk dari Yang Maha Kuasa, agar bisa ditebang.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Setelah pohon tersebut dapat ditebang, beliau bertekad membawa sendiri batang kayu jati tersebut, tetapi ternyata para kera tersebut tetap ingin membantunya. Tapi usaha itu dihalangi oleh Sunan Kalijaga, beliau malah memberi amanah kepada kera-kera tersebut untuk menjaga tempat tersebut, yang sekarang ini dikenal dengan nama Gua Kreo.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Kata “Kreo” berasal dari kata “Mangreho” yang mengandung makna peliharalah atau jagalah. Maka kata kreo ini di pakai sampai sekarang pada identitas Gua Kreo, di mana tempat ini banyak sekali kera yang hidup yang di yakini sebagai penunggunya.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Hingga sekarang masyarakat percaya, bahwa kera-kera yang ada di kawasan Gua Kreo merupakan kera-kera keturunan yang menolong Sunan Kalijaga, maka untuk mengenang legenda tersebut, setiap tahunnya dipertunjukan Mahakarya Legenda Gua Kreo yang tahun ini mengambil tema “Harmoni Alam dan Budaya”.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019 diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bekerja sama dengan Sanggar Tirang Community yang didukung juga oleh Sanggar Samin Edan, Gitung Suara, Unnes, Stipari Semarang dan Sanggar Kuna Kuni. Acara ini di selenggarakan di Plaza Kandri Bendungan Jatibarang, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, tepatnya tanggal 9 Juni 2019 mulai pukul 20.00 wib sampai selesai.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Tahun ini merupakan tahun pertama kali untuk Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019 diselenggarakan di Plaza ini, yang merupakan bangunan baru yang dibangun pemerintah Kota Semarang yang baru diselesaikan pada akhir tahun 2018.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019“Pertunjukan ini termasuk kategori spektakular. Yang dipertontonkan para seniman-seniman tua dan muda Semarang yang berkolaborasi dalam wujud sendratari ini, serta didukung oleh lighting yang cukup. Acara ini layak dikemas dalam Industri Pariwisata di wilayah Gunung Pati yang harus ditata lagi sehingga menarik wisatawan untuk datang ke Semarang. Minimal setiap hari Sabtu bisa ditampilkan seperti ini”, ujar Hendra Prihadi, selaku Walikota Semarang.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Sejarah budaya Semarang harus dilestarikan dikembangkan serta dikreasi supaya para generasi milenial selalu ingat dan tahu bahwa di daerahnya penuh dengan potensi seni budaya sebagai bahan berkesenian. Pokdarwis sebagai garda terdepan, yang nantinya bekerjasama dengan pihak perhotelan dan stakeholder yang terkait menjadikan atraksi wisata ini menjadi lebih bergairah dan lebih atraktif.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Kementrian Pariwisata Bidang Aset Wisata Budaya yang datang juga mengapresiasi pertunjukan ini yang didalamnya didukung banyak oleh seniman-seniman yang sangat layak mendapat apresiasi, sehingga kedepannya acara ini tetap bisa berlangsung dan lebih konsisten.Mahakarya Legenda Gua Kreo 2019Semua ini dapat membuahkan peranan  penting, selain sebagai benteng budaya juga sebagai bagian dari pendidikan. Sudah saatnya hal ini dapat meningkatkan peran dan fungsi wisata budaya yang dikembangkan menjadi  sebuah produk pariwisata, sehingga minat wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Semarang dapat ditingkatkan dan dapat memberikan dampak perekonomian terhadap masyarakat sekitarnya. (Soebijanto/reog biyan)

4 COMMENTS

    • Benar sekali, promosinya kurang sekali, semoga kedepannya promosinya di tambah lagi sehingga masyarakat luas lebih tahu. Salah satu pekerjaan rumah bagi Pemkot Semarang memalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here