Myimage.id | Hari Kartini adalah hari memperingati pelopor perempuan pertama di Indonesia yang memperjuangkan kebebasan/harkat perempuan di masa penjajahan Belanda. Raden ajeng Kartini berasal dari keluarga priyayi atau bangsawan, beliau putri dari Raden Sosroningrat Bupati Jepara pada masa itu dan ibunya bernama MA Ngasirah.

Saudara Raden Ajeng Kartini berjumlah 11 orang dan beliau adalah anak ke 5. Keluarga Raden Ajeng Kartini adalah keluarga dari kalangan cerdas dan berwibawa serta mampu. Karena kedudukan yang dimiliki oleh keluarganya itu maka Raden Ajeng Kartini bisa sekolah di usianya 12 tahun di ELS (Europese Legare School) yang pada waktu itu tidak semua perempuan pribumi boleh bersekolah di tempat itu.

Hari Kartini

Dari sekolah ini Raden ajeng Kartini banyak mendapat pengetahuan tentang semuanya, apalagi lingkungan yang mendukung dia untuk mendapat informasi yang lebih baik di banding perempuan Indonesia manapun yang tidak mendapatkan pelajaran di sekolah. Dari beberapa surat kabar yang di bacanya, antara lain Semarang De Locomotif dan De Hollandsche Lelie, Raden Ajeng Kartini semakin sadar bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia harus diangkat dan sama derajatnya dengan perempuan Negara lain, jangan hanya melulu di dapur untuk pekerjaan perempuan saja.

Sekarang kita tinggal melanjutkan perjuangan RA Kartini meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia, seperti yang di lakukan SLB Negeri Ungaran. Dengan melakukan kegiatan peringatan hari Kartini ini, para perempuan penyandang disabilitas menunjukan bahwa derajat perempuan manapun dan dalam kondisi apapun harus sama derajatnya dengan kaum pria. SLB Negeri Ungaran mengadakan lomba fashion show yang menampilkan murid-murid tidak hanya perempuan tapi para pria pun ikut ambil bagian dari kegiatan ini dengan menggunakan pakaian tradisional Indonesia.

Hari Kartini

Jangan menganggap kegiatan fashion show ini bagi mereka merupakan kegiatan yang sangat mudah, seperti kalau di lakukan oleh kaum normal. Sangat-sangat beda sekali. Ada beberapa peserta penyandang disabilitas ini yang memang perlu bantuan untuk tampil di atas panggung, dan para guru dan orang tua wali menunjukan kasih yang tak terhingga untuk mendampingi anak-anak ini untuk tampil .

 

Hari Kartini

Walaupun mereka dengan segala keterbatasan fisik, tapi mereka menampilkan segala kemampuan mereka secara maksimal di panggung. Semua murid perempuan di SLB ini ikut menyemarakan acara ini. Mulai yang tuna rungu, tuna wicara sampai tuna daksa ikut ambil bagian dari kegiatan ini. Kenapa fashion show?….Kegiatan ini sangat berhubungan dengan melatih para penyandang disabilitas ini untuk tidak takut atau rendah diri di hadapan orang lain bahkan di panggung sekalipun, serta menjadi pelajaran psikologi mereka supaya jangan rendah diri dengan lingkungan sekitar.

Makna dari hari Kartini ini bagi penyandang disabilitas sangat berpengaruh terhadap kehidupan para penyandang disabilitas terutama perempuan, mulai dari harkat dan martabat sampai pada keinginan untuk maju dalam menuntut ilmu menjadi perempuan Indonesia yang lebih maju untuk memajukan bangsa dan Negara Indonesia dengan segala kemampuannya.

Hari Kartini

Perjuangan RA Kartini ini merupakan tonggak bersejarah bagi kaum perempuan di Indonesia. Banyak Kartini sekarang yang berpengaruh terhadap kemajuan bangsa Indonesia ini. Tidak luput juga para Kartini penyandang disabiltas ini. Mereka juga ingin di hargai menjadi Kartini jaman sekarang juga yang tidak mau kalah dalam memajukan bangsa Indonesia. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here