myimage.id | Masjid Kauman Semarang adalah Masjid tertua di kota Semarang sebagai Ibu Kota Jawa Tengah. Masjid Kauman Semarang berdirinya tidak lepas dari sejarah berdirinya kota Semarang juga.

Masjid ini keberadaannya dulu didesain dekat dengan pusat pemerintahan (Kanjengan), Pusat perdagangan (Johar) dan Alon-alon (Pasar Yaik sekarang). Alamat tepatnya di jalan Alon-Alon Barat no 11 Kauman Bangunharjo, Kota Semarang 50138.

Masjid Kauman Semarang yang merupakan Masjid tertua ini menjadi saksi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, karena pada pengumuman Kemerdekaan Indonesia di Jakarta di Jalan Pegangsaan Timur no 56 Jakarta di proklamirkan oleh Soekarno/Hatta pada jam 10.00 wib pada hari Jumat, di perdengarkan pula di Masjid ini, dimana salah satu aktivis masjid waktu itu Dr. Agus mendengar dari radio berita itu, maka sebelum waktu ibadah jumatan bagi umat Islam di Masjid Kauman Semarang, dia dengan lantang memberitahu di mimbar Masjid  bahwa Indonesia telah merdeka. Setelah dia itu beliau di kejar-kejar oleh Jepang sampai di Jakarta.

Sejarah singkat Masjid Kauman Semarang sebagai salah satu masjid tertua di kota Semarang (lihat bagan)

Di depan masjid ada Prasasti yang disematkan pada gapura pintu masuk kawasan Masjid, yang menceritakan proses berdirinya Masjid Kauman Semarang yang ditulis dengan empat bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Arab dan bahasa Belanda.

Dilihat dari segi Arsitekturalnya Masjid Kauman Semarang mendapat pengaruh kuat dari keberadaan Walisongo. Bangunan ini memiliki bentuk atap tumpang tiga. Mirip-mirip yang ada di Masjid Demak serta Masjid-masjid yang ada di kawasan Pantura Pulau Jawa. Atap tumpang tiga memiliki makna dan filofosi yang sangat kuat sekali. Bagian bawah yang menaungi umat beribadah melambangkan Iman, tumpang ke dua melambangkan Islam dan tumpang ketiga melambangkan Ikhsan (Kesempurnaan) serta diatasnya di hiasi mahkota.

Sistem kuda-kuda pada Masjid Kauman Semarang ini menggunakan konstruksi kayu yang didesain oleh Insinyur dari Negara Belanda yaitu Ir. GA. Gambier. Bangunan ini ditopang oleh 36 soko atau pilar yang kokoh dengan filosofi perkalian 6×6 berasal dari surat ke 6 ayat ke 6 dalam Alquran. Suatu kandungan makna yang sangat dalam sekali dalam pembangunan Masjid ini.

Konstruksi kuda-kuda kayu utama rata-rata menggunakan ukuran kayu jati super 25/25 dengan perkuatan kayu 25/14 sebagai pendukungnya. Dengan konstruksi bentuk tajuk 3 ini, bentuk strukturnya jadi sedikit rumit dan sepertinya struktur kayu ini mungkin hanya digunakan oleh Masjid Kauman Semarang saja, karena bentang yang cukup lebar. Bahan atap pada Masjid Kauman Semarang adalah seng gelombang yang didatangkan bersamaan dengan bahan atap seng yang di gunakan oleh gereja Blenduk yang ada di kota lama Semarang. Dan di dalam kerangka struktur kuda-kuda ini ada peninggalan 5 tombak yaitu1. Kyai Pleret, 2. Kyai Puger, 3. Kyai Mojo.

Secara keseluruhan Masjid ini berarsitektur campuran dimana dapat kita lihat bentuk daun pintu dan ornamen lainnya seperti mihrab menggunakan bentuk dasar daun waru yang identik dengan Arsitektur Persia atau Arab.

Masjid ini memiliki mimbar dari kayu jati dengan ukiran yang sangat indah sekali, dimana di kanan kiri mimbar ini terdapat 2 jam bandul kuno yang sampai sekarang juga masih berfunsi dengan normal.

Keunikan lagi yang menjadi ornament arsitektural Masjid ini adalah pagar samping yang terbuat dari baja tempa juga masih asli terpelihara dan yang terakhir bedug yang masih asli terpajang di depan Masjid dengan kentongan sebagai pelengkapnya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here