myimage.id | Apa sih maksud Memahayu hayuning Bhawana? Dalam istilah agama hindu adalah ruang budaya sekaligus  spiritualitas budaya. Bhawana adalah kawasan kosmologi, bhawana justru dipandang sebagai jagad rame. Jagad rame adalah tempat manusia hidup dalam realitas. Bhawana merupakan tanaman, ladang dan sekaligus taman hidup setelah mati. Orang yang hidupnya di jagad rame menanamkan kebaikan kelak akan menuai hasilnya. Upacara ini dilakukan oleh Umat Hindu bali di kawasan Gedong Songo setiap 500 tahun sekali.Memahayu Hayuning BhawanaUpacara mamahayu hayuning bhawana dimulai dengan menaiki anak tangga menuju pangung utama yang sengaja dibuat agak tinggi. Dimana panggung tinggi ini mempunyai makna sebagai tempat yang maha kuasa, sehingga gambarannya kita lebih mendekatkan kepadaNya.Memahayu Hayuning BhawanaMengelilingi candi 3 di Gedong Songo sarat dengan makna dimana disini di gambarkan bahwa realitas hidup di jagad rame perlu mengendapkan nafsu agar lebih terkendali dan dunia semakin terarah.  Realitas hidup tentu ada tawar-menawar, bias dan untung rugi dalam Memahayu Hayuning Bhawana.Memahayu Hayuning BhawanaDi pertengahan upacara Memahayu Hayuning Bhawana ini tarian tradisional tari pendet ditampilkan, dimana tarian ini menggambarkan hanya orang yang luhur budinya yang dapat memetik keuntungan dalam realitas hidup didunia ini jika tidak lupa terhadap yang maha kuasa.Memahayu Hayuning BhawanaMemegang selendang bersama-sama di Memahayu Hayuning Bhawana menggambarkan bahwa manusia hidup didunia ini sebaiknya saling tolong menolong dan bekerja sama untuk menuju dunia yang lebih baik serta berkewajiban untuk  memperindah dunia.Memahayu Hayuning BhawanaProses sesaji Memahayu Hayuning Bhawana menggambarkan bahwa bumi sebagai sumber kehidupan akan ayu oleh ulah manusia yang rukun, tidak ada perang, permusuhan atau saling benci. Tentu semua itu idealnya begitu karena harapan itu mencerminkan sebagai falsafah hidup.Memahayu Hayuning BhawanaLandasan dari Memahayu Hayuning Bhawana adalah ‘eling lan waspada’ dimana kita sebagai manusia dituntut harus selalu bersyukur kepada yang maha kuasa.Memahayu Hayuning BhawanaUpacara terahkir Memahayu Hayuning Bhawana adalah percikan air suci yang telah diberkati kepada para peserta yang dilakukan oleh pemangku agama. Disini digambarkan agar kita jangan sampai kita terhanyut kepada kehidupan duniawi tetapi selalu ingat kepada yang maha kuasa. (Soebijanto/reog biyan)

SHARE
Next articleSuronan di Kraton Solo
SOEBIJANTO adalah seorang Arsitek lulusan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, hobinya fotografi. Biasa dilingkungan relasi maupun teman biasa dipanggil nama kecilnya “KELIK” atau nama beken di dunia maya baik facebook maupun istagram dengan nama REOG BIYAN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here