[metaslider id=1935]

Myimage.id | Seringkali kita melihat hasil foto benda atau makhluk hidup kecil, tetapi bisa nampak besar hingga nampak profil sebenarnya yang tidak pernah kita sangka. Foto semacam ini adalah genre Fotografi Makro, yaitu memotret benda kecil hingga nampak besar. Secara teknis, fotografi makro membutuhkan persyaratan yang cukup sulit, karena hasil yang diperoleh harus sempurna. Hasil foto tidak boleh terlihat goyang (shake), kedalaman ruang tajam (depth of field) mesti terjaga, hindari munculnya noise (mungkin karena gelap dan menggunakan ISO tinggi), ukuran kualitas foto juga sebaik mungkin, sehingga tidak pecah dan memungkinkan untuk cropping, kemudian terakhir, komposisinya juga mesti menarik.

Cara yang biasa dilakukan dalam memotret makro adalah memotret sedekat mungkin dengan kamera, kemudian dari hasil foto di (zoom) crop menyesuaikan bidang komposisi yang diinginkan. Berikut ini akan disampaikan beberapa trik dalam memotret makro yang disajikan dalam beberapa bagian.

Membalik Lensa (Reverse Lens)
Tips pertama yang bisa dilakukan boleh dibilang yang paling murah dan bisa dipraktekkan dengan menggunakan semua jenis kamera DSLR maupun mirrorless, yaitu membalik lensa. Ya.. lensa kita lepas dari body kamera kemudian dengan secara terbalik kita tempelkan ke body lagi. Perhatikan di view finder betapa jarak focus menjadi dekat sekali sehingga benda-benda kecil bisa terlihat besar.

Posisi Lensa Standart

Resiko ketika melakukan pemotretan dengan teknik ini di alam terbuka adalah masuknya debu atau kotoran kedalam ruang sensor, untuk itu usahakan antara lensa dan body selalu rapat. Kalau hanya dengan dipegangi tangan biasa dan belum terbiasa maka harus hati-hati, jangan sampai terlalu bergeser dari body kamera atau malah lepas terjatuh. Bisa sih kalau mau diisolasi atau lakban sehingga tidak terlalu repot memegangi lensanya.

Posisi Lensa dibalik
Jpeg

Apakah tidak ada cara yang lebih aman ketika menggunakan teknik ini? Tentu saja ada… namun kita mesti keluar biaya untuk membeli alat yang disebut Reverse Ring, yaitu ring yang menjadi adapter antara lensa yang terbalik dengan body kamera kita. Dengan reverse ring ini kita menjadi lebih mudah dalam memfokus manual, memutar zoom sehingga mendapatkan depth of field yang diinginkan, dan tentu saja lensa dan body aman.

Reverse ring belum terpasang
Reverse ring terpasang

Kunci utama dalam fotografi makro adalah sabar dan tekun. Tetaplah berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Nantikan tips fotografi makro pada bagian selanjutnya. (Rahman Hakim)

Catatan :
Untuk menggunakan Lensa Nikon sebagai lensa terbalik, karena saat lensa dilepas posisi diafragma tertutup, maka ada kait yang harus ditahan supaya lensa terbuka diaframanya dan mendapatkan pencahayaan yang cukup untuk pemotretan.

Kait pada lensa nikon harus ditahan, bisa dengan isolasi atau lakban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here