memotret wayang orang
di ruang rias, ruangan ini cukup cahaya
memotret wayang orang
rias wajah di belkang panggung

Memotret wayang orang sangat menarik dan penuh tantangan. Lokasi panggung yang cenderung redup, pergerakan lakon yang cukup dinamis, dan antisipasi gerak. Untuk artikel bagian pertama ini kita awali dengan memotret kegiatan di belakang panggung. Sebagai obyek, adalah Wayang Orang Ngesti Pandowo yang berpentas di area Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jl. Sriwijaya Semarang.

Persiapan sebuah lakon di belakang panggung dimulai dengan merias sesuai karakter yang diperankan dan sembari mendengarkan pengarahan dari sutradara tentang lakon yang akan dimainkan di panggung malam itu. Di Gedung Narthosabdo tempat bernaung kelompok Wayang Orang Ngesti Pandowo, ada beberapa bagian untuk tempat rias pemain. Satu los panjang di belakang panggung dan 2 area kamar di kanan kiri panggung.

memotret wayang orang
bagian belakang panggung relatif kurang cahaya

Tantangan memotretnya adalah menangkap momen saat mulai dirias hingga selesai menjadi satu tokoh, seringkali ada hal unik dan menarik, untuk ini fotografer harus cermat dalam memilih posisi dan komposisi fotonya. Secara teknis pencahayaan, ruang rias cukup terang, tapi di bagian los belakang panggung relative kurang terang.

Pemahaman yang baik akan karakter cahaya akan membantu fotografer mendapatkan hasil foto yang maksimal. Pada situasi ini, bila kita menggunakan kamera kelas professional yang mampu menghindari noise pada ISO tinggi, maka foto-foto yang dihasilkan relatif tidak bermasalah, tapi bagaimana dengan kamera kelas entry level atau pemula? Selain noise juga kecepatan yangbisa digunakan juga terbatas.

Panduan menggunakan kamera apapun pada situasi ini adalah atur kecepatan minimal 1/60 detik, diafragma f/5,6 dan ISO maksimal 800. Bila situasi sangat kurang cahaya tidak perlu memaksakan untuk memotretnya, hasilnya tidak akan maksimal. Cari ruang yang cukup cahayanya dan tunggu moment yang baiki. Salah satu cara membuat foto yang menarik adalah pesan yang unik, menarik atau berbeda. Jadi ketika kamera kita kurang bias beradaptasi secara teknis, maka fotografer harus lebih kreatif.

Contoh saat ada penari Dolalak sedang memamerkan fotonya kepada temannya, secara jarak dan diameter lensa, fotografer tidak bisa menangkap suasan utuh, maka coba komposisi yang berbeda, yang kita foto refleksi di cermin, seperti contoh di bawah.

melihat yang tidak terlihat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here