myimage.id | Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7 merupakan sebuah kegiatan untuk mengenalkan khasanah budaya yang ada di Yogyakarta dan Surakarta secara luas di masyarakat guna pelestarian  warisan seni dan budaya Kerajaan Mataram. Acara ini diselenggarakan di Kagungan Dalam Bangsal Pagelaran Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat.

Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7

Tujuan dari Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7 adalah untuk mempersatukan keempat trah Kerajaan Mataram dalam ikatan falsafah seni dan budaya serta semakin adanya keterikatan sejarah leluhur kerajaan Mataram yang ada di bumi Jawa ini.

Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7

Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7

Catur Sagotra adalah sebuah gagasan bersama dari ke empat Raja Jawa pada waktu itu dimana para Raja itu adalah Sri Sultan Hamengkubowono ke IX, Sri Paduka Pakualam ke VIII, Sri Susuhunnan Pakubuwono ke XII serta Sri Mangkunegara ke VIII.

Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7

Pada tahun ini acara ini merupakan kegiatan yang sudah memasuki tahun ke 7 dimana mengangkat ragam seni tari klasik yang berkembang di Kasultanan Yogyakarta, Kasunan Surakarta, Pura mangkunegara dan Pura Pakualam. Sedangkan tema Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7 ini adalah Beksan Srimpi dan Beksan Wireng yang dimiliki oleh ke empat Kraton tersebut dengan ciri masing-masing.

Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7

Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7 diselenggarakan selama dua hari, tepatnya pada tanggal 12 sampai 13 Oktober 2017, dimana pada hari pertama di isi oleh Kraton Kasultanan Yogyakarta yang menampilkan tari Beksan Srimpi Merak Serimpi dan Beksan Wireng Kiswamuko Mengsah Sugriwo. Kemudian di lanjutkan dari Kasunanan Surakarta yang menampilkan tari Beksan Serimpi Sukarsih dan Beksan Wireng Bugis Kembar.

Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7

Pada hari kedua di awali dari Kadipaten Pura Mangkunegaran Surakarta yang menampilkan tari Beksan Serimpi Muncar dan Beksan Wireng Bondoboyo, kemudian di lanjutkan Beksan Srimpi Renyep dan Beksan Wireng Banjaransari-Rayungwulan.

Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7

Khusus untuk tari Beksan Srimpi sendiri sangat special karena belum lama ini tarian Beksan Srimpi Yogyakarta ditetapkan Kemendikbud RI sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Nasional 2017 dimana ini merupakan satu potensi budaya yang adiluhung dari peradapan Kerajaan Mataram yang harus di lestarikan dan di ajarkan ke kalayak umum karena merupakan warisan leluhur melalui tari klasik.

Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7

Selain acara di Kagungan Dalam Bangsal Pagelaran Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, juga diselenggarakan acara lain di Halaman Taman Budaya Yogyakarta yang masih satu rangkaian dengan acara Gelar Budya Catur Sagotra ke 7, dimana disini ditampilkan Jatilan anak, Musik Hadroh, Tari Angguk Putra, Musik Gank X dan Tembang Koes Plus, sedangkan pada hari kedua ditampilkan Acapella Icipilli Mitirimim, Seni Kuntulan, Seni Krumpyung, Keroncong Obah Mamah, Musik Ekstravagongsong dan ditutup dengan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan Dalang Ki Catur Benyek.

Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7

Para pengunjung pada acara Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7 seperti dihipnotis waktu peyaksikan tarian ini di tarikan satu persatu. Sebuah pertunjukan budaya yang adiluhung lewat seni tari klasik yang sangat mempesona disajikan disini. Aura magic yang tak tergambarkan lewat kata-kata sangat terasa sekali di acara ini. Acara yang membaurkan rakyat dengan para pemangku Kraton Yogyakarta dan Surakarta merupakan sebuah khasanah yang sangat istimewa sekali. (Soebijanto/reog biyan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here