myimage.id | Berbagai peraturan di dalam Istana, membentuk motip batik Kraton mempunyai ciri tersendiri seperti simetris, harmoni dan formal. Oleh karena motip batik karya para putri Kraton mempunyai nilai falsafah yang tinggi. Kali ini dalam Motip Batik Yogyakarta #2 membahas makna dan filosofi batik yang dikaitkan dengan upacara Tarapan dan Ruwatan sebagai bagian dari Batik Daur Ulang Kehidupan Manusia . Dimana upacara Tarapan merupakan upacara yang diadakan bagi anak perempuan yang mendapat haid untuk pertama kalinya. Sebagaimana Tetesan, si anak di sucikan dengan kain putih yang dikemudian hari dibatik dengan dengan motip yang digunakan pada upacara perkawinan seperti motip-motip truntum.Motip Batik Yogyakarta #2, cultureDi Kraton , setelah siraman si anak menggunakan kain cinde dengan model pinjungan, sedangkan masyarakat umum menggunakan kain Motip Batik Yogyakarta #2 dengan motip kecil-kecil yang bermakna baik antara lain:Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Grompol

Motip Grompol merupakan motip yang berarti menggerompol atau berkumpul menjadi satu. Motip ini melambangkan harapan untuk mendapat berkah, dengan menggerombolnya segala kebaikan. Si anak yang memasuki masa dewasa diharapkan mendapat keceriaan, keselamatan, kepandaian, rejeki dan kebaikan-kebaikan lainnya.Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Parang Centhung

Motip Parang Centhung, merupakan motip yang pada bidang parangnya dihiasi dengan bentuk centhung. Centhung adalah rambut tipis di bagian depan kepala yang di atur sebagai hiasan kepala mempelai wanita. Sedangkan parang canthel pada bidang parangnya dihiasi bentuk godheg yaitu rambut dipinggir pipi dimuka telinga yang menggambarkan harmoni keindahan. Canthel berasal dari kata kecantel atau tertarik, tertambat hatinya.Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Kothak Mangkara

Motip Kothak Mangkara, dimana mangkara adalah bentuk bagian belakang tutup kepala atau jamang/mahkota yang merupakan salah satu bentuk dari sumping (hiasan telinga). Mangkara berasal dari maya angkara yang berarti nir ing sekara-kara (tiada halangan dan rintangan) serta melambangkan  harapan agar tiada halangan dan rintangan bagi anak dalam memasuki masa dewasa.Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Parang Klithik Seling Tritik Puspa

Motip Parang Klithik Seling Tritik Puspa, yang mana dalam motip ini diselingi dengan motip puspa (bunga) sebagai lambang keindahan dan perkembangan. Motip ini juga menggambarkan harapan si anak mampu menghadapai masa kehidupan yang dinamis dengan tetap harmonis dan indah.Motip Batik Yogyakarta #2, culturePada upacara ruwatan, dilaksanakan untuk meruwat (membebaskan) anak/orang yang dianggap sukerta (kesulitan yang berpotensi mengganggu di kemudian hari) yang digolongkan menjadi 2 kategori, yaitu sukerta bawaan dari bayi dan sukerta yang disebabkan perilaku tidak wajar/ceroboh. Pada upacara ruwatan ini Motip Batik Yogyakarta #2 yang digunakan antara lain :Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Parang Rusak

Motip Parang Rusak, motip ini mempunyai komposisi miring 45 derajat yang melambangkan kekuatan gerak cepat yang mempunyai makna perang melawan yang rusak dan manusia harus mampu mengendalikan napsu didalam hidupnya sehingga bisa berwatak/ berperilaku luhur dan mulia. Kata parang berawal dari pereng pesisir selatan Mataram, berupa tebing curam berbatuan dimana tempat salah satu para Raja Mataram melakukan semedi. Motip ini mempunyai makna keluhuran serta sebagai tolak sawan/penyakit pada manusia maupun gangguan perasaan.Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Poleng

Motip Poleng, motip ini biasanya disebut Bang Bintulu. Motipnya sangat sederhana dengan bentuk kotak segi empat sama sisi. Pada mulanya dengan lima warna atau panca warna yang melambangkan watak dasar manusia. Motip ini digunakan sebagai penolak bala.Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Kambil (krambil) Secukil

Motip Kambil (krambil) Secukil, motip ini juga dikenakan pada gelar Murwakala dalam acara ruwatan sebagai mana motip poleng. Motip ini di fungsikan sebagai penolak bala.Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Semen Purbondaru

Motip Semen Purbodaru, Purbo berarti memelihara, Daru berarti anugerah. Bisa diartikan bahwa segala anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, wajib di pelihara untuk kebaikan di kehidupan ini. Motip ini ada juga yang menyebut dengan motip semen giri.Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Semen Bondhet

Motip Semen Bondhet, motip ini melambangkan cinta kasih yang menuju ketentraman lahir batin. Diharapkan si anak yang sukerta hidupnya dipenuhi dengan kasih sayang dan mencapai ketentraman hatinya.Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Tambal Pamiluto

Motip Tambal Pamiluto, motip ini mempunyai arti memikat, terdiri dari berbagai motip berbentuk segi lima yang saling menambal, saling mengisi dengan kebaikan dan keindahan sehingga menyatu menjadi satu kesatuan yang memikat. Motip ini  juga melambangkan saling melengkapi dengan kebaikan.Motip Batik Yogyakarta #2, culture

Motip Slobog

Motip Slobog, motip ini pada upacara Ruwatan dimaksudkan agar orang yang diruwat dalam menjalani kehidupannya selalu diberi kemudahan, kelancaran dan kesuksesan selama hidupnya. Inilah beberapa Motip Batik Yogyakarta #2 dalam daur ulang kehidupan manusia pada upacara Tarapan dan Ruwatan yang memberikan kita makna-makna kehidupan yang baik untuk kita jalani di kehidupan ini. (Sumber Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekarjagad Yogyakarta). (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here