myimage.id | Bagi orang Jawa batik melekat dengan dirinya sejak masih dalam kandungan, hingga saat kematian tiba. Batik tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Kali ini dalam Motip Batik Yogyakarta #3, membahas makna dan filosofi yang dikaitkan dengan upacara Pernikahan dari mulai Peningsetan, Pingitan, Siraman, Midodareni sampai Ijab Panggih.Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Dalam Motip Batik Yogyakarta #3,  Upacara Pernikahan  adalah sesuatu yang dilakukan oleh manusia yang sudah beranjak dewasa, matang serta mampu, karena ini merupakan kodrat manusia dalam membentuk sebuah keluarga yang dilaksanakan sesuai dengan upacara adat tradisi setempat.Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Dalam upacara Peningsetan yang mempunyai arti suatu bentuk  ikatan bagi pria yang melamar maupun wanita yang dilamar tidak boleh berpaling ke orang lain atau sering sekali pada jaman sekarang disebut dengan tukar cincin/pertunangan. Adapun kain batik yang digunakan untuk upacara ini antara lain:Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Semen Rante

Motip Semen Rante. Semen berasal dari kata semi pada tumbuh-tubuhan, sedangkan rante berasal dari kata rantai. Motip batik ini dikenakan calon pengantin putri yang mengibaratkan bahwa sang gadis/wanita sudah di panah untuk bersedia di lamar/di ikat sebagai pasangan hidup (garwa/istri).Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Kuda Rante

Motip Kuda Rante, motip ini melambangkan seperkasaan apapun seorang manusia, ia harus terkendali agar dapat mencapai keharmonisan, keselarasan dengan lingkungannya dalam berkehidupan.Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Satria Manah

Motip Satria Manah, motip ini biasanya digunakan oleh pria yang melamar. Motip ini menggambarkan memanah si jantung hati yang dipilih sebagai istri dengan pengharapan nantinya sang istri akan berbakti dan menjadi pendamping hidup yang baik sebagai garwa (sigaraning nyawa/belahan jiwa).Motip Batik Yogyakarta #3, cultureUpacara Pingitan merupakan sebuah upacara dengan maksud untuk menjaga kesehatan, keselamatan calon pengantin agar bisa berkonsentrasi penuh dalam menjalani saat-saat bersejarah dalam hidupnya. Didalam Kraton, Pinggitan dilakukan selama 5 hari sebelum akad nikah. Batik yang digunakan calon pengantin putri  pada saat pinggitan antara lain :

Motip Batik Yogyakarta #3, culture
Motip Nitik Cakar Ayam

Motip Nitik Cakar Ayam, motip ini menggambarkan acakar ayam (kaki ayam) yang distilisasi dalam pola nitik. Motip ini dikenakan oleh calon pengantin putri yang melambangkan harapan agar calon pengantin dapat mengais rejeki, mencari penghidupan secara halal, ibarat ayam yang mencari makan mengais dengan cakarnya.Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Nitik Nagasari

Motip Nitik Nagasari, motip ini menggambarkan pohon nagasari yang didalam cerita Ramayana, merupakan tokoh Dewi Sinta yang dengan setia menunggu kedatangan Rama di bawah pohon nagasari. Motip ini melambangkan kesetiaan yang abadi dan harapannya calon pengantin menjadi pasangan yang saling mencintai selamanya.Motip Batik Yogyakarta #3, cultureSiraman, merupakan upacara memandikan calon pengantin pria/wanita yang dilakukan sehari sebelum Ijab Kabul yang dilakukan oleh kedua orang tua mempelai. Busana yang dikanakan calon mempelai di Yogyakarta adalah kain mori putih yang didalamnya menggenakan batik. Mori tersebut nantinya akan di batik dengan motip yang sama sebagai kenangan. Batik yang digunakan untuk upacara ini antara lain:Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Tanjung Gunung

Motip Tanjung Gunung, motip ini merupakan kelompok nitik yang menggambarkan keindahan bunga tanjung sebagai ornamen pokoknya dengan pengarapan agar calon pengantin senantiasa menjunjung budi pekerti yang luhur dan mulia dalam kehidupan sehari-hari sehingga menebarkan aroma harum dan bermanfaat bagi sesama manusia.Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Wora Wari Rumpuk

Motip Wora Wari Rumpuk, Wora-wari merupakan nama bunga. Motip ini melambangkan harapan mendapat rejeki yang menumpuk untuk bisa dimanfaatkan dengan baik bagi calon pengantin dalam mengarungi kehidupan barunya.Motip Batik Yogyakarta #3, cultureUpacara Midodareni yang merupakan malam dimana pengantin pria datang kerumah calon mertua (tempat pengantin putri berada), tapi keduanya tidak boleh bertemu. Acara ini biasa disebut dengan Jonggolan yang mempunyai maksud sebagai pernyataan kesiapan menikah keesok harinya. Batik yang dikenakan dalam upacara ini antara lain :Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Semen Rama

Motip Semen Rama, motip ini memuat  lambang ajaran Hasta Brata yaitu delapan ajaran keutamaan seorang pemimpin yang harus bisa menjadi pelindung dan memberi kemakmuran, bersikap tabah, berwatak luhur, berhati lapang, adil, mampu memberi dan berbagi kebahagiaan, memberi dan membagi kesejahteraan, serta mampu menghadapi dan memerangi musuh. Motip ini juga melambangkan harapan agar nanti calon pengantin menjadi arif dan bijaksana dalam kehidupannya.Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Kohinoor

Motip Kohinoor, motip ini merupakan penggambaran dari Kohinoor, permata yang amat terkenal dengan kata lain motip ini tercipta dengan Kohinoor yang membumi.Motip Batik Yogyakarta #3, cultureDan yang terakhir Upacara Ijab/Panggih, di Kraton Yogyakarta upacara ini kedua mempelai menggunakan busana kebesaran dengan pase ageng. Kain batik yang dikenakan berupa kampuh dengan tengahan putih, bermotip semen rama/semen sawat/ageng. Motip-motip lainnya antara lain :

Motip Truntum

Motip Truntum, motip ini melambangkan cinta yang besrsemi. Konon motip ini diciptakan tatkala Permaisuri Susuhunan Paku Buwono III sedang dilupakan oleh sang suami. Dalam kesediahannya, beliau mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa sambil membatik dan terciptalah motip bintang-bintang. Dengan ketekunan dan dilambari keheningan, akhirnya cinta Raja bersemi kembali dengan kasih sayangnya kembali ke Sang Permaisuri. Motip ini kemudian dinamai Truntum yang berarti bertautnya kembali sang cinta.Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip SidoasihMotip Sidoasih, motip ini melambangkan harapan agar kelak menjadi orang dengan penuh welas asih, bisa menyayangi, mengasihi dalam kehidupan manusia.Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Sidomukti

Motip Sidomukti, motip ini melambangkan harapan dalam kehidupan untuk menjadi mulia, berkecukupan dan bahagia baik lahir maupun batin di dunia ini dan di kahirat nantinya.Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Sidoluhur

Motip Sidoluhur, motip ini melambangkan harapan hidup berbudi luhur. Luhur dalam berkedudukan di masyarakat disertai keluhuran budi dan perilaku di kehidupan ini.Motip Batik Yogyakarta #3, culture

Motip Sidomulyo

Motip Sidomulyo, motip ini melambangkan harapan hidup yang berkecukupan, bahagia dan sejahtera. Inilah beberapa Motip Batik Yogyakarta #3 dalam daur ulang kehidupan manusia pada upacara Pernikahan dari mulai Peningsetan, Pingitan, Siraman, Midodareni sampai Ijab Panggih yang memberikan kita makna-makna kehidupan yang baik untuk kita jalani di kehidupan ini. (Sumber Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekarjagad Yogyakarta). (Soebijanto/reog biyan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here