myimage.id | Salam budaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan. Batik sebagai salah satu produk Kraton dipakai tidak hanya berdasarkan rasa kagum akan keindahan motip dan warnanya tetapi juga lebih kepada makna dan fungsinya. Semua ini terlihat dalam Motip Batik Yogyakarta 4 dalam  Batik Daur Kehidupan Manusia yang membahas makna dan filosofi yang dikaitkan dengan upacara kehamilan atau mitoni sampai Kematian. Upacara kehamilan/mitoni merupakan upacara kehamilan pertama seorang ibu yang dilaksanakan disaat tujuh bulan usia kehamilannya, dengan cara memandikan si calon ibu. Beberapa motip batik yang digunakan antara lain:Motip Batik Yogyakarta 4, culture

Babon Angkrem

Babon Angrem yang menggambarkan induk ayam yang sedang menggerami telurnya, dengan harapan akan menetas pada waktunya. Digambarkan seakan sebagai seekor ayam yang melindungi telurnya dengan menegakan bulunya. Hal ini juga melambangkan sifat seorang ibu yang melindungi putra-putrinya dengan selalu iklas berkorban. Motip ini kadang juga diartikan dengan harapan akan kesuburuan.Motip Batik Yogyakarta 4, culture

Sido Asih

Sido Asih, “Sido” berarti menjadi, “Asih” berarti sayang, meyayangi, mengasihi. Hal ini melambangkan harapan agar kelak menjadi orang dengan penuh kasih sayang, bisa menyayangi, mengasihi sesama dan keluarga dalam kehidupan ini.Motip Batik Yogyakarta 4, culture

Sido Mukti

Sido Mukti, , “Sido” berarti menjadi, “Mukti” berarti mulia, semua ini melambangkan harapan untuk hidup menjadi mulia, berkecukupan dan bahagia lahir dan batin didunia maupun akherat.Motip Batik Yogyakarta 4, culture

Semen Huk

Semen Huk, Huk dilukiskan sebagai burung Hong yang ada di dalam cangkang telur, sementara telur tersebut berada dalam sangkar dan semuanya terlihat transparan. Motip ini menyimbolkan kepemimpinan yang baik, arif bijaksana, berbudi luhur, terpecaya, tegas mendidik, melindungi rakyatnya serta selalu takwa kepada Yang Maha Kuasa.Motip Batik Yogyakarta 4, culture

Semen Ageng

Semen Ageng, pada motip ini tergambar ornamen pohon hayat yang menggambarkan pohon kehidupan sebagai simbol keadilan dan kekuasaan. Ornamen tumbuhan sebagai symbol kesuburan, ornanen burung sebagai simbol angin yang bermakna budi luhur, ormanen burung garuda sebagai seorang pemimpin yang berbudi luhur, mengayomi dan melindungi rakyatnya.Motip Batik Yogyakarta 4, culture

Semen Gegot

Semen Gegot, nama gegot berasal dari gegotro yang berarti awal mula. Motip ini mengandung harapan agar pemakainya dapat hidup berumah tangga dengan berlandaskan prinsip-prinsip hidup yang kuat di kehidupan ini.Motip Batik Yogyakarta 4, culture

Kawung

Kematian merupakan waktu dimana saat ajal menjemput tiba. Beberapa motip batik yang digunakan bilamana orang mati sebagai lurub antara lain. Motip Kawung, motip ini mengandung makna mocopat, yang mana batik ini digunakan sebagai lurup dengan harapan dapat lancar kembali kealam baka. “bali nang alam suwung”.Motip Batik Yogyakarta 4, culture

Slobog

Motip Slobog, motip ini digunakan dengan harapan arwah yang kembali ke abadian berjalan dengan lancar dijalan yang lapang menuju ke alam kelanggengan.Motip Batik Yogyakarta 4, culture

Semen Sidorojo Sunyaruri

Seman Sidorojo Sunyaruri, motip ini merupakan awal sumber kehidupan yang menempatkan kemuliaan kedudukan tertinggi yang abadi, tanpa batas, masuk dalam alam sepi/alam kekal abadi.Motip Batik Yogyakarta 4, cultureInilah beberapa Motip Batik Yogyakarta 4 yang digunakan dalam upacara kehamilan atau mitoni sampai Kematian, semoga memberikan manfaat kepada kita untuk dapat hidup lebih sempurna dengan bersandar kepada Yang Maha Kuasa. (Sumber Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekarjagad Yogyakarta). (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here