myimage.id | Salam budaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan. Batik mempunyai filosofi yang tinggi yang menceritakan circle kehidupan manusia dari lahir sampai mati. Semua itu tergambar dalam Motip Batik Yogyakarta 5 yang kali ini membahas tentang “labuhan” yaitu upacara membuang sesuker (hal-hal yang negatip) kedalam air (sungai/laut). Benda-benda yang dilabuh berupa kenaka (potongan kuku), rikma (rambut) pakaian bekas dan kain batik (nyamping) yang pernah dipakai Sultan, layon sekar/bunga bekas sesaji dan sejumlah kain batik, antara lain :Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Cinde Abrit

Cinde Abrit, merupakan motip bentuk cindhe dengan warna merah muda yang merupakan benda pokok yang akan turut di labuh. Bentuk motipnya merupakan bagian kelompok dari motip nitik. Kain batik ini merupakan salah satu benda yang ditujukan kepada Kanjeng Ratu Kidul melalui ritual di Pantai Parangkusumo.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Cinde Ijem

Cinde Ijem, merupakan motip bentuk cindhe dengan warna hijau muda yang merupakan benda pokok yang akan turut di labuh. Bentuk motipnya merupakan bagian kelompok dari motip nitik. Kain batik ini merupakan salah satu benda yang ditujukan kepada Kanjeng Ratu Kidul melalui ritual di Pantai Parangkusumo.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Cangkring

Cangkring, merupakan benda pokok yang akan dilabuh dalam upacara labuhan. Pemberian nama pada batik Cangkring ini diambil dari salah satu nama pohon Cangkring yang nanti batik ini ditujukan kepada kanjeng Ratu Kidul melalui ritual di pantai Parangkusumo.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Semekan Gandhung

Semekan Gandhung, kata ini diambil dari kata Gadhung yang merupakan buah berwarna hijau.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Semekan Gadhung Mlati

Semekan Gadhung Mlati, gadhung merupakan buah yang berwarna hijau, sedangkan mlati merupakan bunga yang berwarna putih.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Udorogo

Udorogo, terdiri dari dari warna merah, kuning dan hijau yang merupakan simbol dari percampuran tiga unsur kehidupan, yaitu air, udara dan api.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Semekan Bangun Tulak (Bango Tulak)

Semekan Bangun Tulak (Bango Tulak), terdiri dari warna putih dan biru tua (hitam). Bango adalah burung bangau yang identik dengan warna putih. Tulak dalam bahasa Jawa mengartikan istilah dengan warna hitam yang bisa diartikan sebagai ayam tulak atau ayam yang berbulu warna hitam putih.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Lurik Tuluh Watu

Lurik Tuluh Watu, yang mempunyai arti batu yang bersinar dan dianggap bertuah sebagai penolak bala. Corak ini dapat dipergunakan pada upacara ruwatan sukerta dan sebagai pelengkap sesajen upacara labuhan. Tuluh dapat berarti kuat, perkasa. Corak ini dahulu hanya boleh dipakai oleh orang tertentu yang berkepribadian kuat dan berbudi luhur.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

PolengPoleng, motipnya berbentuk kotak-kotak berwarna hitam putih. Hitam perlambang kekuatan yang memiliki watak perkasa, mudah marah dan tersinggung, serta berangasan. Sedangkan putih memiliki arti sebagai penuntun ke arah hidup  suci dalam berolah spiritual dan mampu menerima  ilmu marifat dari Yang Maha KuasaMotip Batik Yogyakarta 5, culture

Lurik Dringin

Lurik Dringin, corak ini diambil dari lingkungan alam sekitar dan merupakan symbol dari kerakyatan.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Lurik Songer

Lurik Songer, corak ini diambil dari lingkungan alam sekitar dan merupakan symbol dari kerakyatan.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Semekan Pandhan Binethot

Semekan Pandhan Binethot, motip ini diambil dari pohon pandhan yang di bethot (dicabut), ini juga merupakan symbol tanah dan tanaman serta symbol kesuburan.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Semekan Podhang Ngisep Sari

Semekan Podhang Ngisep Sari, podhang pada warna kuning diambil dari burung kepodang. Ngisep sari adalah warna kuning dari paruh burung kepodang yang dipergunakan untuk menghisap sari buah.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Ikat Pinggang Warna Merah

Ikat Pinggang Warna Merah, digunakan untuk penderek (pengikut) Kanjeng Ratu Kidul di Labuhan Parang Kusumo.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Ikat Pinggang Warna Hijau

Ikat Pinggang Warna Hijau, digunakan untuk penderek (pengikut) Kaneman Labuhan di Gunung Lawu dan Labuhan Dlepih Khayangan Wonogiri.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Ikat Pinggang Warna Biru

Ikat Pinggang Warna Biru, digunakan untuk penderek (pengikut) Kanjeng Ratu Kidul di Labuhan Parang Kusumo.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Ikat Pinggang Warna Jingga

Ikat Pinggang Warna Jingga, digunakan untuk pengajeng (komandan) Kasepuhan dan pengajeng (komandan) Kaneman di Labuhan Gunung Lawu.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Limaran

Limaran, merupakan kain batik yang digunakan untuk labuhan di Gunung Lawu.Motip Batik Yogyakarta 5, culture

Kawung Kemplong

Kawung Kemplong, merupakan kain batik yang digunakan untuk Labuhan di Gunung Merapi.Motip Batik Yogyakarta 5, cultureSemoga dengan mengerti Motip Batik Yogyakarta 1 sampai Motip Batik Yogyakarta 5 (Habis) sebagai  Batik Daur Kehidupan Manusia, kita mendapatkan manfaat yang baik dalam menjalani kehidupan di dunia ini yang semua berpasrah kepada Yang Maha Kuasa. (Sumber Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekarjagad Yogyakarta). (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here