Myimage.id | Mustokoweni adalah sebuah Drama Wayang Orang gaya Surakarta yang ditampilkan anak-anak semester 2 Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang yang menceritakan tentang Dewi Mustokoweni yang merupakan anak dari Raja Niwatakawacana dari negera Imantaka yang dendam kepada Pandawa, khususnya Arjuna. Hal ini disebabkan karena Arjuna telah membunuh ayahnya.

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018

Untuk mewujudkan semua itu, Dewi Mustokoweni berniat mencuri Jimat Kalimasada yang merupakan sebuah benda bertuah yang merupakan salah satu kekuatan Pandawa. Dewi Mustokoweni merubah dirinya menjadi Raden Gatutkoco, dia menghadap Dewi Drupadi di negara Amarta yang berpura-pura diutus Yudistira untuk mengambil Jimat Kalimasada.

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018Benda bertuah tersebut diberikan tanpa kecurigaan sekalipun. Setelah menerima Jimat Kalimasada, Dewi Mustokoweni kembali kenegerinya, tapi dia dikejar oleh Srikandi, sehingga terjadilah perang antara keduanya, dan Srikandi dapat dikalahkan oleh Dewi Mustokoweni.

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018

Tetapi waktu itu datanglah Bambang Priyambodo yang hendak mencari ayahnya (Raden Arjuna). Srikandi sanggup mempertemukan Bambang Priyambodo dengan Raden Arjuna, tapi dengan syarat agar dia bisa mendapatkan kembali Jimat Kalimasada dari tangan Dewi Mustokoweni.

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018

Maka terjadilah perang antara Bambang Priyambodo dengan Dewi Mustokoweni. Ketika Bambang Priyambodo melepas anak panahnya, yang terjadi panah itu bukan membunuh tapi malah menelanjangi Dewi Mustokoweni. Tapi dengan peperangan ini, keduanya malah jatuh cinta dan Jimat Kalimasada dapat di dapatkan kembali.

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018

Drama Wayang Orang ini dipentaskan dalam rangka Ujian Mata Kuliah Tata Rias 1, di gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang tepatnya pada tanggal 29 Juni 2018 jam 15.00 Wib, yang kali ini materi temanya Wayang Orang.

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018

Ide cerita Drama Wayang Orang ini mengambil dari cerita Mahabarata yang kesemua garapannya dari gerak, busana, riasan sampai gendhing-gendhing yang mengiringi dikerjakan oleh para mahasiswa semester II, yang mana mereka sebelum mementaskan drama ini harus melalui survey dengan mencari informasi-informasi dengan tokoh-tokoh wayang orang maupun dari pengalaman para mahasiswa ini sendiri.

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018

Formasi gerak dan pola lantai dalam Drama wayang orang ini semua dibuat sendiri dengan memakai pakem-pakem Wayang Orang gaya Surakarta, seperti adegan dayang-dayang di negara amarta menggunakan gerak bedhayan atau gerak putri halus, adegan peperangan menggunakan gerak putra gagah maupun gerak putri tregel, gambaran awan putih dengan kain-kain putih yang menggambarkan Raden Gatutkoco sedang terbang.

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018

Busana dan riasannya juga semua mengacu pada pakem-pakem Wayang Orang gaya Surakarta yang dikreasi oleh para mahasiswa itu sendiri semuanya.

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018

Sedangkan gendhing-gendhing yang mengiringi Drama Wayang Orang kali ini, semuanya merupakan garapan dan ada beberapa yang baru tapi semua mengacu pada pakem-pakem yang sudah ada. Seperti gendhing Ketawang dan Kemanah untuk adegan bedhayan, gendhing gangsaran dan srepegan untuk adegan perang

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018

Drama Wayang Orang Mustokoweni

1Karya:Mahasiswa semester 2 Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang
2Dosen Pengampu:Dra. Eny Kusumatusti. MPd
3Penari:Mustakaweni (Monica Silvina Saputri), Srikandhi (Diah Rosiana Dewi), Bumiloka (Irhmani), Priambodo (Habib Farhan), Gatotkaca (Tantya Widigya), Drupadi (Cindy Dwi), Sembadra (Retno Puji Lestari), Larasati (Retno Puji Iswanti), Cakil (Anom Sutejo), Rampak Srikandhi dan Rampak Awan (Dwi Ratnasari,Yusfie Jihan Safitri, Dinda Dewi Ambarwati, Dian Aurelia, Angga Sabtia Arin, Intan Dwi K), Bedhayan (Syifa Nadiaturrahma, Syifa Indah N, Tika Ariyani, Vina Aprilia, Lilis Indria Sari, Dita Marsiana Puspita Ningrum),  Buta (Yusuf Arifin,  Yusuf Muzzammiludin,  Febrianto
4Pengiring irama dan gendhing:Dhalang (Yulio), Rebab (Sigit), Gender (Wisnu), Kendhang (Wisnu), Bonang Barung (Gilang), Slenthem (Karin), Demung 1 (Sindo), Demung 2 (Sigit), Saron 1 (Dwiki), Saron 2 (Bagus), Saron Penerus (Ratna), Kenong (Restu), Gong (Ndowi), Gambang (Sindo), Sexo (Andon), Trekdes (Siman), Vokal ( Yossy, Sammy,  Elsa, Indri, Rahma,  Roni)

Mustokoweni, wayang orang, unnes 2018

Dengan latar belakang yang berbeda-beda dari para mahasiswa ini mereka mampu menyajikan sebuah Drama Wayang Orang dengan maksimal. Dengan adanya pementasan ini secara tidak langsung para mahasiswa ini dapat ikut dalam pelestarian dan pengembangan Wayang Orang gaya Surakarta serta memberikan pelajaran bagaimana cara berpentas dipanggung yang akan sangat berguna bagi mereka kedepannya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here