myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan sedoyo. Gula merah tradisional Kebumen Gombong Selatan asli dibuat dengan melalui proses yang khas. Proses tradisional menghasilkan gula merah tradisional yang asli dengan cita rasa dan aroma yang pas “sungguh-sungguh” gula Jawa. Karakteristik gula merah yang asli tetap terjaga dengan baik. Semua ini terlihat dalam Tari Nderes yang merupakan sebuah tari tradisi yang didalamnya menceritakan tentang  sebuah kegiatan masyarakat dalam proses pembuatan gula merah , mulai dari proses persiapan, penyadapan sampai perebusan menjadi gula merah.Nderes, cultureTari Nderes ini diciptakan oleh Bayu Krisfiantoro dan Bella Octa Nur Anggraeni pada tahun 2018, yang mana keduanya terinspirasi dari kegiatan masyarakat Pesisir Selatan, Kebumen Gombong Selatan yang pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani gula merah selain nelayan.Nderes, cultureTarian ini ditarikan di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta, yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta dalam rangka ujian koreografi 3, pada tanggal 20, 21, 22  Januari 2019, tepatnya pada pukul 19.30 sampai selesai. Total garapan karya tari yang ditampilkan sebanyak 39 karya, dengan pembagian 13 karya per harinya.Nderes, culture

Ujian Koreografer 3 ini pada tahun ini mengangkat tema “Harmonisasi Warisan Nusantara” yang mempunyai makna, bagaimana cara menghargai keragaman Budaya Nusantara yang diwariskan ke generasi saat ini untuk dapat dilestarikan, dijunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung didalamnya serta diinovasi ke sebuah karya dengan cara harmoni.Nderes, cultureBerangkat dari inilah para mahasiswa diharapkan mampu menciptakan karya inovasi seni koreografi secara harmoni atau berimbang dalam memadukan warisan budaya masa lampau ke karya seni koreografi inovatip yang enak dinikmati oleh para penontonnya.Nderes, cultureTarian ini sangat cocok ditampilkan pada festival-festival tari atau acara pentas budaya  karena sifatnya yang dapat ditarikan oleh para penari secara berkelompok serta bersifat menghibur bagi para penontonnya.Nderes, cultureKompisisi di dalam tarian ini menggambar tentang ketangguhan dan konsistensinya sebuah masyarakat didalam menghadapi kehidupan ini, mereka tidak menyerah terhadap keadaaan, tapi malah mereka merubah kehidupan ini menjadi lebih baik dengan memanfaatkan sumber daya alam (pohon kelapa) yang ada disekitar mereka, dengan mengambil niranya untuk dibuat menjadi gula merah.Nderes, cultureGerak dalam Tari Nderes ini mengambil ragam gerak tari tradisional gaya Banyumasan selain itu juga menggabungkan beberapa gerak tari yang sudah ada, kemudian dikembangkan seperti gerak tari pongkor, dengan pola lantai yang dinamis dan variatip seperti bentuk lingkaran, diagonal maupun lurus.Nderes, cultureBusana yang dikenakan dalam tarian ini merupakan garapan dengan dominan warna merah yang menyimbolkan tentang semangat hidup dan optimis dalam menghadapi kehidupan ini. Busananya terbagi menjadi dua, busana penari putrinya pada bagian kepala menggunakan hiasan rambut berbentuk batok yaitu simbol dari alat untuk mencetak gula merah dengan busana di badan berupa mekak.Nderes, cultureSedangkan penari prianya pada bagian kepala menggunakan kain lebar yang dibentuk menjadi iket kepala, dengan kalung yang terbuat dari tali pengikat yang mempunyai makna tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga, disisi lain kalung tersebut berfungsi sebagai ikatan untuk mengikat wadah air nira.Nderes, cultureMusik yang digunakan dalam iringan tarian ini menggunakan musik MIDI (modern) yang secara keseluruhan musiknya bersifat ceria, hal ini dengan maksud sebagai gambaran tentang masyarakat Pesisir Selatan, Kebumen Gombong Selatan  yang selalu menyambut masa depan dengan optimis yang selalu berpijak kepada Yang Maha Kuasa.Nderes, cultureNderes.

1Koreografer:Bayu Krisfiantoro dan Bella Octa Nur Anggraeni
2Penari:
  1. Bayu Krisfiantoro
  2. Bella Octa Nur Anggraeni
  3. Ega Bagas Pratama
  4. Adhe Cahyono
  5. Heni Susanti
  6. Nur Anifah Fitriana
3Penata Iringan:Jenark Kidjing
4Penata Rias:Bayu dan Bella
5Penata Busana:Batara

Nderes, cultureSebuah khazanah sisi kehidupan yang lain di daerah Pesisir Selatam tepatnya di Kebumen Gombong Selatan, yang sebagian masyarakatnya mayoritas nelayan, ternyata mereka juga memanfaatkan alam yang ada disekitar mereka berupa pohon kelapa yang diambil niranya untuk pembuatan gula merah. Semangat, optimis dan jiwa pantang menyerah masyarakat inilah yang layak di jadikan contoh dalam menghadapi kehidupan didunia ini, ujar Bella Octa Nur Anggraeni. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here