melawan pandemi
Cakil dapat masker tapi tidak pas
melawan pandemi
Brosur Acara

Ngesti Pandowo, bertahan melawan pandemi, karena tidak bisa manggung. Tak pernah terbayangkan oleh siapapun, bahwa akan ada Pandemi yang membawa banyak perubahan di seluruh dunia. Imbasnya yang sangat luar biasa termasuk pada kelompok Wayang Orang Ngesti Pandowo, membuat kegiatan seni yang sudah dilakoni puluhan tahun bertahan, makin terpuruk. Persaingan dengan seni kreasi baru dan adaptasi ide cerita baru yang begitu lambat, membuat seni Wayang Orang yang kurang diminati kalangan milenial, makin terasa hilang.

melawan pandemi
Ada yang mau nyumbang masker buat Buto Cakil?

Pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, membawa angin segar dengan dibuatnya Panggung Kahanan Mositivi Covid-19, dimana WO Ngesti Pandowo diberi kesempatan untuk tampil, meski masih dalam format mini alias bukan full perform seperti biasanya pentas di panggung Gedung Ki Narto Sabdho jalan Sriwijaya Semarang. Setidaknya bisa menyalurkan gairah untuk tampil di panggung dan juga menyapa penggemar wayang orang yang tidak boleh nonton secara langsung.

melawan pandemi
Pertempuran Bambangan Cakil

Lakon yang dimainkan kemarin adalah cuplikan pertunjukkan Bambangan Cakil, sebuah pertempuran antara kebaikan dan keburukan. Antara Buto Cakil dan Raden Irawan. Pertempuran yang disela dengan percakapan Gareng, Petruk –yang diperankan oleh Gubernur Ganjar Pranowo- dan kemudian Dirut Bank Jateng, membahas dampak pandemic pada kehidupan para pemain dan keluarga besar WO Ngesti Pandowo. Pentas yang hanya seminggu sekali setiap Sabtu malam, langsung terhenti sehingga pemasukan dari honor yang tidak seberapa menjadi hilang. Selain tetap mewacanakan pengaturan jarak, pemakaian masker dan selalu mencuci tangan, pentas kemarin juga membuka wacana akan penggalangan dana untuk pelaku seni yang terdampak covid-19 yang akan difasilitasi oleh Bank Jateng.

melawan pandemi
Gubernur,, Dirut Bank Jateng, Gareng dan Cakil dalam pentas

Selesai adegan sela, pertempuran Buto Cakil dan Raden Irawan pun berlanjut, sangat sengit hingga kemudian Buto Cakil mengeluarkan senjata keris. Keris tadi bisa direbut oleh Raden Irawan, dan mestinya menjadi senjata makan tuan karena langsung diarahkan kepada Buto Cakil. Namun ternyata Buto Cakil cukup kuat dan seolah makin kuat tak terkalahkan hingga dating Gareng membantu dengan membawa semprotan desinfektan. Buto Cakil yang tadinya gagah perkasa tiba-tiba terlihat menggeliat seperti kegelian dan setelah beberapa saat terus disemprot, jatuh dan mati.

melawan pandemi
Cakil mati disemprot desinfektan

Adegan diluar pakem ini membuat geli para pewarta yang meliput acara ini, juga Gubernur Ganjar Pranowo. Disini pemain Ngesti Pandowo dengan cerdas memanfaatkan isu aktual, yaitu merebaknya virus Corona atau covid-19. Panggung Kahanan seri ke-3 ini diadakan Jumat, 8 Mei sore kemarin. Diselenggarakan di rumah dinas Gubernur Jawa Tengah tanpa penonton langsung tapi disiarkan langsung melewati channel Youtube dan live Facebook milik (Gubernur) Ganjar Pranowo. Demikianlah Ngesti Pandowo bertahan melawan pandemi.

melawan pandemi
Gareng menunggu tampil, kepanasan pindah tempat duduk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here