myimage.id | Wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Mugi-mugi samiyo kewarasan sedoyo. “Classic” adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menungkap sebuah hasil karya seni yang besar dan megah serta mempunyai estetika yang tinggi, baik itu di bidang tari maupun musik. Ya, musik klasik tidak akan pernah lekang oleh jaman. Semua ini terlihat di dalam Nglasik Asik Barokan yang merupakan sebuah acara konser musik perdana yang di lakukan oleh Semarang Classical Music Community yang menampilkan jenis musik klasik yang bertajuk “Barok”.Nglasik Asik Barokan

Musik Klasik Barok merupakan sebuah aliran musik Klasik Barat yang digubah pada jaman Barok (Baroque) yang hidup pada tahun 1600-1759, sedangkan  Barok sendiri dalam arti sebenarnya merupakan sebuah ungkapan bentuk tentang mutiara yang tidak berwujud wajar.Nglasik Asik BarokanPada jaman Barok inilah yang menjadi tonggak sejarah masuknya unsur musik di dalam sebuah opera, dimana musik klasik ini sampai sekarang masih di pakai atau dianut oleh para musisi dalam mencipta atau memainkannya, musik jaman Barokan mempunyai ciri-ciri tertentu diantaranya banyaknya ornament-ornamen musiknya, dinamika keras (Foste) dan lunak (Piano) dan harmoni dua atau lebih secara bergantian.Nglasik Asik BarokanNglasik Asik Barokan oleh Semarang Classical Music Community, diselenggarakan oleh Komunitas ORArT ORET yang menjadi fasilisator dan mensuport komunitas-komunitas baru agar bisa tampil di Gedung Monod Diephuis, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 7 September 2019, di jalan Kepodang 11-13 Kota Lama Semarang, , mulai pukul 18.30 wib sampai selesai.Nglasik Asik BarokanAcara ini di buka oleh Agus S Winarto, selaku owner Monid Diephuis yang berujar, “Kawasan Kota Lama akan semakin bisa menjadi besar dengan beragamnya cagar budaya bangunannya, jikalau tiap bangunan itu ada event seni budaya, seperti yang dirintis di Gedung Monod Diephuis, bisa dipastikan kekayaan yang tak terhingga di Kawasan ini akan terwujud menjadi sebuah kawasan pariwisata dengan bangunan cagar budaya plus seni budaya Indonesia di dalamnya, khususnya Kota Semarang”.Nglasik Asik BarokanSemarang Classical Music Community muncul berawal dari keresahan seniman musik klasik Semarang, yang melihat fenomena perkembangan musik klasik di kota-kota besar lain yang terus berkembang seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung. Dari sinilah kemudian terbentuklah komunitas ini, yang beranggotakan seniman-seniman kelahiran Jawa Tengah yang selama ini menjadi pemain musik klasik professional maupun pengajar yang tersebar di Indonesia.Nglasik Asik BarokanPertunjukan di Gedung Monod Diphuis Kota Lama Semarang ini sangat berhasil baik dari sisi pertunjukan maupun penontonnya, atensi penonton Semarang layak di beri penghormatan. Ruangan penuh dengan penonton yang notabene mereka belum mengenal siapa Semarang Classical Music Community selama ini. Sebuah apresiasi yang layak diberikan kepada penonton Semarang, mereka benar-benar menikmati pertunjukan musik klasik ini.Nglasik Asik BarokanBeberapa karya musik klasik Barokan yang dimainkan dan dipersembahan bagi masyarakat Kota Semarang diantaranya adalah Concerto C Mayor Antonio Vivaldi, Adagio in G Minor Albinoni, Concerto Grosso Corelli, Concerto Grosso XI, Antonio Vivaldi, Air on G String J.S Bach dan diselinggi lagu Indonesia berupa Rampak Malayu dari Arya Pugala Kitti.Nglasik Asik Barokan“Musik klasik bisa menjadi bagian dari masyarakat Semarang, hal ini berkaitan dengan perkembangan Kota Lama yang semakin diminati oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dengan menjadi agenda rutin, acara ini merupakan bagian dari pelestarian dan pengembangan pariwisata lewat seni musik klasik”, ujar Dadang Pribadi, selaku penggiat Komunitas ORArT ORET Semarang.Nglasik Asik BarokanDengan acara rutin yang diselenggarakan oleh para komunitas Kota Lama, maka akan berdampak positif tidak hanya di bidang pariwisatanya saja, tetapi juga akan berdampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi masyarakatnya.Nglasik Asik BarokanNglasik Asik Barokan.

1Persembahan:Semarang Classical Music Community
2Musisi:

Violin I

1.Saptadi Kristiawan

2.Krishna

3.Theo

Violin II

1.Oscar

2.Panji

3.Dimas

Viola

1.Wasita Adi

2..Yohanes Iwan

Cello

1.Jimmy Kimosabe

2.Yudit

Contra Bass

1.Rezky Yahya

Harpsikord

1.Genta

Nglasik Asik Barokan“Semakin banyak orang melihat musik klasik maka akan bisa menularkan keseniman-seniman lainnya khususnya para musisi klasik di Kota Semarang agar lebih banyak berkarya”, ujar Saptadi Kristiawan, selaku inisiator Semarang Classical Music Community. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here