myimage.id | Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti merupakan sebuah acara rutin yang digelar setiap hari yang bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, Pendopo Srimanganti

Sebagai penutup akhir tahun 2017, tepatnya hari Minggu tanggal 31 Desember 2017, penampilan kali ini spesial dari pihak Kraton Yogyakarta yang membawakan tarian-tarian di Pendopo Srimanganti. KPH Krido Mardowo membawakan 3 jenis tarian yang diiringi gamelan Jawa klasik yang dilakukan secara langsung. Tarian-tarian tersebut antara lain, tari Srimpi Pandelori, tari Klana Topeng Gagah dan terakhir tari Beksan Umarmaya Umarmadi.

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, Pendopo Srimanganti

Pendopo Srimanganti kali ini penuh sesak oleh para pengunjung mulai dari wisatawan lokal maupun asing memenuhi kursi dan sebagian besar malah duduk lesehan di kanan kiri, di lantai Pendopo Srimanganti  untuk melihat pagelaran ini.

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, Pendopo Srimanganti

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, Pendopo Srimanganti

Secara umum, penampil yang tampil di Pendopo Srimanganti ini merupakan sanggar-sanggar tari yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pihak Kraton Yogyakarta sangat memperhatikan dan melakukan pembinaan yang sangat membangun untuk sanggar-sanggar tari ini. Ini berfungsi agar para seniman-seniman ini mempunyai wadah untuk menyalurkan jiwa seninya di Pendopo Srimanganti ini

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, Pendopo Srimanganti

Kurang lebih 60 sanggar tari di setiap tahunnya tampil disini secara rutin yang dilakukan setiap hari dalam satu Minggu. Padahal Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti ini tidak hanya tarian saja, ada mocopat, karawitan, uyon-uyon, wayang kulit, wayang golek dan musik gamelan klasik Jawa. Kalau melihat acaranya, sangat banyak sanggar-sanggar yang merupakan binaan dari Kraton Yogyakarta, selain sebagai pelestarian budaya Indonesia, juga sebagai sarana Pariwisata unttuk menarik wisatawan untuk datang di Kraton Yogyakarta.

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, Pendopo Srimanganti

Daily Program

1Sunday:Dance Performance/ Javanese Dance11.00-12.00 wib
2Monday:Javanese Music (Gamelan), uyo-uyon11.00-12.00 wib
3Tuesday:Javanese Music (Gamelan), karawitan10.00-12.00 wib
4Wednesday:Wodden Puppet Show (wayang golek)09.00-12.00 wib
5Thursday:Javanese Dance + 1 Classic dance10.00-12.00 wib
6Friday:Reading Poam (Macapat)10.00-11.30 wib
7Saturday:Letter Puppet Show09.00-13.00 wib

 

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, Pendopo Srimanganti

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti ini pertama diadakan dulu pada tahun 1995 (menurut KRT Purwodiningrat) dimana ini merupakan ide dari Hamengkubuwono ke IX yang mana acara ini dulu sampai sekarang diperuntukan untuk komsumsi pariwisata Kraton Yogyakarta, yang mana pagelaran ini bisa dikatakan mempunyai kelas International dan yang ditampilkan semua bergaya Yogyakarta baik dalam tari, iringan maupun  unggah-ungguhnya serta pakaiannya.

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, Pendopo Srimanganti

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti tidak hanya bisa diikuti oleh sanggar-sanggar yang ada di DIY saja, semua sebenarnya bisa asal bisa memenuhi syarat-syarat dari pihak Kraton Yogyakarta. Biasanya sebelum mau tampil disini para sanggar ini dinilai oleh pihak Kraton Yogyakarta dengan didatangi. Mereka dilihat dan dinilai, bilamana ada kekurangan yang dirasa, maka mereka langsung diberi tahu untuk segera diperbaiki. Ini juga berlaku bagi mereka yang sudah tampil di Pendopo Srimanganti ini. Setelah tampil mereka selalu dipantau oleh pihak Kraton bilama ada kekurangan selama tampil mereka akan diberi tahu.

Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, Pendopo Srimanganti

Sebuah pelestarian budaya Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta, yang layak ditiru oleh daerah mana saja di Indonesia, dimana disini sangat memperhatikan kelangsungannya untuk melakukan regerasi pelaku budaya, dengan membuatkan suatu wadah yang langsung praktek dan berinteraksi dengan wisatawan terutama sektor pariwisata. (Soebijanto/reog biyan)

8 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here