myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Semoga kita pagi ini selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Pertunjukan tari anak-anak dan tari tradisi sekarang ini semakin langka dan jarang kita temui di pertunjukan-pertunjukan di sekitar kita. Kalaupun ada, jumlah dan prosentasenya sangat kecil sekali. Tapi di Sanggar Greget semua itu tidak berlaku, dimana dalam Pagelaran Tari dan Gamelan yang merupakan sebuah sajian karya dari Yoyok Priambodo yang menampilkan tarian dalam bentuk tari dolanan anak-anak dan tari tradisi Jawa Tengah serta konser gamelan yang semuanya dilakukan oleh para siswa-siswi Sanggar Greget (anak-anak milineal).Pagelaran Tari dan GamelanPagelaran Tari dan Gamelan di gelar di outdoor Plaza Gedung Radjawali Semarang Cultural Center di Jl. Piere Tendean No. 32, Sekayu, Semarang Tengah, tepatnya pada tanggal 29 Juni 2019 mulai pukul 19.00 sampai selesai.Pagelaran Tari dan GamelanSanggar Greget Semarang beralamat di Jl Pamularsih I no 2-G, Semarang, dipimpin oleh Yoyok B. Priyambodo yang lahir pada tanggal 25 April 1966 di Semarang. Belajar menari dari orang tuanya (Bpk/Ibu Soedibyo) di Sanggar Tari Kusuma Budaya pada tahun 1972. Kemudian pada tahun 1982 bersama keluarganya mendirikan Sanggar Greget Wilang, tapi kemudian berganti nama menjadi sanggar Greget pada tahun 1992 sampai sekarang.Pagelaran Tari dan Gamelan

Pagelaran Tari dan GamelanTarian dalam pagelaran ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu tari dolanan anak-anak terdiri dari tari Kitiran, tari Thik-Thok, tari Mekarsari, tari Semut, tari Gajah dan tari Mburu Peksi, serta tari tradisi Jawa Tengah berupa tari Bedhaya Sangghita Anjali, tari Golek Mugirahayu dan tari Lurik serta tari Topeng.Pagelaran Tari dan GamelanPara siswa-siswi Sanggar Greget Semarang dalam Pagelaran Tari dan Gamelan ini memang dituntut untuk menunjukan performa yang maksimal dalam artinya secara keseluruhan, mereka selain harus bisa menari, mereka juga harus bisa memainkan gamelan klasik Jawa (Niyogo) dan karawitan.Pagelaran Tari dan Gamelan

Pagelaran Tari dan GamelanMereka secara bergantian atau rolling memainkan semuanya ini, menjadi penari kemudian menjadi Niyaga atau sebaliknya, hal inilah dijadikan pelajaran selama menjadi siswa-siswi untuk belajar menjadi seniman sejati. Mereka dituntut menjadi seniman yang memerlukan sentuhan irama, iringan dan gerak seta maknanya atau biasa disebut dengan wiraga, wirama dan wirasa karena ini merupakan satu kesatuan.Pagelaran Tari dan GamelanPagelaran Tari dan Gamelan di gelar setahun 2 kali, dalam sanggar Greget acara ini disebut dengan Penyajian Siswa. Dalam proses belajar dalam satu semester ada 6 bulan, dimana disini ada Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Setelah melampaui 2 tahap ini baru mereka bisa lulus.Pagelaran Tari dan Gamelan

Pagelaran Tari dan GamelanDalam penyajian kali  ini mereka masuk dalam periode Januari –Juni, kedepannya Juli-Desember. Tempat pagelaran juga selalu berpindah-pindah, bisa dimana saja, seperti di Bandung, Purwokerto, Jakarta, Yogyakarta bahkan Bali.Pagelaran Tari dan Gamelan

Pagelaran Tari dan GamelanTema untuk pagelaran ini tiap tahunnya pasti berbeda dengan maksud ingin menghadirkan keharmonisan dan keanekaragaman tiap tahunnya. Kali ini temannya “Tari Dolanan Anak dan Tari Tradisi Jawa Tengah” yang mana ini semua tergantung dari kurikulumnya.Pagelaran Tari dan GamelanDitengah-tengah acara juga diselinggi dengan wisudawan siswa-siswi Sanggar Greget yang telah lulus, serta pemberian penghargaan kepada Wahyu Santoso Prabowo, S. Kar. MSn seorang seniman tari (dikenal dengan Bambangan) yang lebih dikenal dengan masternya tari alusan gaya Surakarta, karawitan dan pedalangan.Pagelaran Tari dan Gamelan“Kesemua ini mempunyai tujuan dan harapan selain untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya, juga mengenalkan anak-anak milinial untuk ikut dan mencintai seni budaya itu sendiri, karena di tangan mereka kedepannya semua ini mereka teruskan. Dengan belajar seni budaya mereka akan menjadi lebih sabar, saling menghormati dan bekerja sama seperti makna dan filosofi gamelan klasik Jawa”, ujar Yoyok B. Priyambodo selaku pimpinan Sanggar Greget SemarangPagelaran Tari dan GamelanSelain itu juga mereka diharapkan percaya diri di dalam masyarakat, lebih ramah dan mudah bersosialisasi  dalam berkesenian dan bermanfaat bagi lingkungan maupun bangsa Indonesia khususnya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here