Pasar Johar Semarang sisi Jl. H. Agus Salim.

myimage.id | Banyak orang sudah pernah berbelanja di Pasar Johar Semarang. Coba tanyakan dimanakah bagian depan pasar ini. Kebanyakan mereka menjawab di depan gedung eks Matahari Johar atau bagian yang berderet dengan Jl. H. Agus Salim, tapi tahukah bahwa Pasar Johar ini menghadap Barat atau ke arah Masjid Kauman? dan berarti sisi depannya ada di jalan masuk ke arah gedung parkir waktu itu.

Ketidaktahuan itu bisa dipahami karena jalan besar yang melintasi pasar yang terlihat adalah Jl. H Agus Salim, kemudian terminal terdekat adalah terminal Sendowo (dulu Jurnatan) yang ada di kota lama Semarang. Ditambah tulisan Pasar Johar Semarang yang paling terlihat memang di sisi itu, sementara Tulisan Pasar Djohar 1939 yang ada di depan Kantor Pasar malah tertutup atap pedagang.

Tulisan yang ada di depan Kantor Pasar Johar…
Tertutup atap para pedagang.

Area depan Pasar Johar dulunya sebuah alun-alun atau tanah lapang yang menghadap Masjid Kauman, dan disitu juga ada jalur Trem dari Jurnatan menyusuri Bodjong Weg (Jalan Pemuda sekarang) ke arah Pasar Bulu. Namun dalam perkembangannya diisi dengan bangunan Pasar Yaik Baru. Antara Pasar Johar dan Yaik Baru dipenuhi lapak pedagang yang cenderung memakan jalan masuk ke gedung parkir.

Depan Pasar Johar dilihat dari Pasar Yaik Baru

 

Depan Pasar Johar dilihat dari Gedung Parkir

Foto di bawah ini merupakan situasi bagian depan Pasar Johar pasca kebakaran Mei 2015, dimana masih banyak pedagang yang berjualan di jalan masuk menuju gedung parkir, situasinya memang tidak tertata dengan baik.

Situasi depan Pasar pasca Kebakaran Pasar Johar Mei 2015
Situasi lengang, karena pedagang sudah direlokasi ke Pasar Johar MAJT.

Foto berikutnya adalah Pasar Djohar tempo dulu. dimana Indonesia masih dalam masa penjajahan Belanda, tampak dari bendera yang berkibar, meskipun hitam putih terlihat 3 pola, gelap, terang, gelap yang bisa diartikan Merah Putih Biru (Rahman Hakim)

Pasar Djohar tempo dulu di dekat alun alun Masjid Kauman Semarang. Foto : Arsip Belanda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here