myimage.id | Pawai Ogoh-Ogoh di Semarang merupakan sebuah acara pawai yang diadakan  oleh Pemkot Semarang yang sifatnya murni budaya, tidak ada kaitannya dengan hari Raya Nyepi . Lewat Dinas Pariwisata Kota Semarang,  mengambil moment hari Raya Nyepi, yang kesemuanya ini bertujuan untuk meningkatkan kerukunan umat beragama serta untuk menarik wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Kota Semarang.

awai Ogoh-Ogoh di Semarang, culture

Ogoh-Ogoh pada dasarnya ada 2 jenis, yaitu yang berhubungan dengan spiritual dan budaya. Yang berhubungan dengan spiritual dilaksanakan 1 hari sebelum pelaksanaan hari Raya Nyepi dalam rangka penyucian dari citra negatif,  antara lain iri, dengki, sombong, egoism, dimana hal ini harus kita netralkan. Ogoh-ogoh akan diarak keliling kampung yang kemudian dibakar sebagai lambang menghilangkan citra negatif  yang ada disekitar kita.

awai Ogoh-Ogoh di Semarang, culture

Rangkaian acara  Pawai Ogoh-Ogoh di Semarang ini dimulai dari titik KM nol Kota Semarang, acara ini dilaksanakan pada tangal 25 Maret 2018, tepatnya di depan kantor Pos Besar Kota Semarang dengan melewati jalan Pemuda menuju Balai Kota Semarang. Acara dimulai pada pukul 14.00 Wib dengan kondisi hujan deras. Tapi dengan tekat dan semangat yang tinggi para peserta tetap antusias melaksanakan pawai ini.

awai Ogoh-Ogoh di Semarang, culture

Kali ini tema dari Pawai Ogoh-Ogoh di Semarang adalah “Harmoni Dalam Keberagaman”, dimana  peserta pawai ini hampir dari semua perwakilan agama yang ada di Kota Semarang. Kota Semarang terkenal dengan kerukunan  pluralism,  dimana  kerukunan umat beragama yang beraneka ragam hidup ditengah-tengah masyarakatnya.

awai Ogoh-Ogoh di Semarang, culture

Jumlah peserta pawai pada tahun ini lebih banyak dan lebih variatif walaupun konsepnya dengan tahun yang lalu hampir sama. Ada yang menarik pada pawai ini adalah ditampilkannya ogoh-ogoh dalam bentuk cluluk (raksasa dengan kepala botak), Rahwana.  Kedua ogoh –ogoh ini mewakili sifat yang jelek pada diri manusia, tapi ada juga yang ditampilkan mewakili sifat yang baik yaitu nara singa. Jadi pawai ini tidak hanya ditampilkan sisi negatip manusia saja, tapi juga ditampilkan sisi baiknya manusia juga. Ini melambangkan bahwa kehidupan manusia di dunia ini harus ada keseimbangan didalam masyarakat dan keluarga.

awai Ogoh-Ogoh di Semarang, culture

 

awai Ogoh-Ogoh di Semarang, culture

Penutupan acara ini dilaksanakan di Balai Kota dimana disini ditampilkan tari-tarian yang sangat elok, mulai dari yang melambangkan kerukunan beragama sampai dengan sendra tari Rahwana Galau yang menjadi tontonan bagi masyarakat Kota Semarang yang hadir di Balai Kota.

awai Ogoh-Ogoh di Semarang, culture

Antusias masyakat sangat tinggi untuk melihat Pawai Ogoh-Ogoh ini , ini bisa dilihat sepanjang jalan mereka seperti pagar betis yang memagari pawai ini, mulai dari orang tua sampai anak-anak datang beramai-ramai untuk menyaksikan acara budaya ini.

awai Ogoh-Ogoh di Semarang, culture

Acara Pawai Ogoh-Ogoh Semarang ini juga dapat dijadikan pematik bagi seniman-seniman Kota Semarang untuk bisa menciptakan seni kreasi baru, karena hal ini akan selalu berhubungan dengan rasa, karsa dan karya bagi seniman-seniman ini,  yang selalu tumbuh manakala mereka di beri kesempatan untuk berkarya di dalam masyarakat. (Soebijanto/reog biyan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here