myimage.id | Pawon desa/dapur orang desa adalah istilah yang di pakai oleh orang desa yang merupakan sebuah tempat untuk memasak di mana bentuknya berupa tungku yang terbuat dari batu bata yang di perkuat dengan tanah liat, bahan bakar biasanya dari kayu rencekan atau kayu belahan yang sudah kering dengan segala perabotan memasak yang masih tradisional untuk digunakan memasak.

Keuntungan dari masyarakat desa yang masih menggunakan pawon ini banyak sekali. Selain bahan bakar yang sangat mudah mereka dapat disekitar desa, pawon ini tidak ada istilah kena krisis kenaikan harga listrik (PLN) atau tabung elpiji (tabung gas) yang biasanya di rasakan oleh masyarakat perkotaan. Pada jaman sekarang merebak sekali istilah-istilah yang di gunakan pemain bisnis makanan atau café menggunakan istilah pawon ini. Hal ini untuk menarik konsumen untuk datang ke area bisnisnya.

Pawon desa

Istilah pawon sangat identik dengan makanan yang di kelola dengan cara tradisional. Yang pada kenyataan di perkotaan hal ini tidak mungkin dilakukan. Mereka pelaku bisnis ini hanya mengambil keuntungan dengan menempelkan nama pawon di nama bisnisnya.

Memang apapun makanannya kalau di masak/diolah dengan cara tradisional pasti rasanya akan enak atau kaya rasa. Sampai-sampai banyak sekali orang-orang perkotaan datang ke desa hanya ingin menikmati rasa masakan yang di masak langsung dari pawon desa ini. Masakan yang di olah dan langsung di sajikankan dari pawon desa merupakan suatu hal yang sangat istimewa sekali pada saat ini.

Seperti di Desa Indrokilo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang ini, hampir 99% penduduk disini masih menggunakan pawon ini untuk  mengolah masakan setiap harinya. Mereka tidak hanya mengolah masakan saja. Mereka juga mengolah hasil pertanian mereka juga di pawon ini, mulai dari mengolah atau membuat gula aren yang bahan dasarnya mereka dapat dari pohon aren sendiri diolah menjadi gula jawa aren asli khas desa ini.

Pawon desa

Ada juga juga yang mengolah hasil pertanian kopi. Setelah mereka keringan dengan penyinaran alami matahari, mereka pilih biji-biji kopi yang bagus, mereka olah biji kopi pilihan ini di pawon ini. Mereka menggunakan alat-alat tradisional pula untuk mengolah kopi ini dan hasilnya kita akan dapat rasakan sendiri kalau semua di olah dengan alat tradisonal ini, bisa di katakan hasilnya sempurna dan pasti siapapun yang menikmati pasti akan merasa puas dan nikmat.

Pawon desa merupakan warisan leluhur kita yang patut kita lestarikan. Apapun jamannya sepertinya pawon tidak akan luntur oleh waktu karena pawon merupakan bagian dari kehidupan penduduk desa yang tak akan lekang oleh waktu. (Soebjanto/reog biyan)

7 COMMENTS

  1. ya kadang tersa enak jika itu sesekali tapi ketika itu dilkakukan terus menerus ya jadinya menyusahkan karena lahan kayu bakar juga sedah mulai menipis…tapi bagus tulisannya kami warga jakarta sudah tidak pernah melihat pemandangan seperti itu

    • hampir 100 % penduduk disini semua pakai pawon seperti ini, mereka terus menerus memakai pawon ini dan tidak merasa menyusahkan..bahan bakar sangat tersedia di sekitar rumah mereka…rata-rata mereka mengambing ranting kering bukan yang basah, disini bahan bakar dak ada tipisnya.

  2. pabrik pabrik perkantoran perkotaan melebar ke pinggiran desa, bukan ke kota, bahkan pabrik2 besar juga larinya ke desa, kalau di bilang bahan bakar tidak ada tipisnya itu salahlah justru malah sekarang pedesaan mulai krisis

    • kita ngomongnya dalam lingkup desa yang saya bahas..desa indrokilo lho mas…desa ini tidak kesentuh pabrik..desa ini merupakan desa terakhir menuju gunung ungaran…letaknya jadi di lereng gunung ungaran…bahan bakar dak ada tipisnya mas bro…bahkan sebagian ada yan buat arang disini…kalau desa lain saya kurang tahu…suwun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here