myimage.id | Pembuat arang kayu merupakan suatu profesi yang membuat arang dari kayu, biasanya di lakukan di tengah hutan dan dimana bahannya dari batang kayu sengon atau kopi yang penebang sudah tidak menggunakan karena hanya di ambil batang utamanya saja.

Pembuat arang kayu

Seperti yang di lakukan Pak Waris (83 tahun) yang menekuni profesi sebagai pembuat arang kayu ini lebih dari 70 tahun. Ketrampilan membuat arang kayu ini dia dapatkan dari pengalamannya waktu kecil ketika berumur 13 tahun, dimana waktu itu dia bersama teman-temannya mengembalakan sapi di salah satu hutan, dia tanpa sengaja menemukan tempat arang ini pada suatu hutan, dia tidak menyangka, kemudian dia pelajari cara membuat arang ini mulai dari menyusun kayunya sampai menjadi arang kayu.

Pembuat arang kayu

Dari mendapat ilmu ini, pak Waris jadi keterusan  membuat arang kayu menjadi profesinya sampai sekarang. Dulu membuat arang kayu, bahan bakar yang di dapat sangat mudah, karena di sepanjang hutan yang ada di desanya tepatnya di desa Indrokilo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Seiring dengan waktu sekarang bahan bakar menipis, sekarang bahan bakar disuplai sama keponakkan pak Waris dengan pembagian hasil 1/3, jika hasilnya 3 kranjang maka pak Waris dapat 2 kranjang dan keponakkannya dapat 1 kranjang. Arang yang bagus terbuat dari bahan kayu kopi, dari bahan kayu kopi ini arang yang di hasilkan lebih keras dan waktu di bakar arangnya jauh lebih tahan dari bahan yang lain. Selain membuat arang kayu Pak Waris juga memelihara sapi, seberat-beratnya pekerjaan harus di jalani, ini semua untuk menghidupi anak istrinya, ujarnya.

Pembuat arang kayu

Pada jaman dulu pak Waris membuat arang kayu ini di jual dengan di edarkan ke pasar-pasar dengan cara arang kayu di masukan di dalam keranjang dan di pikul dia dengan berjalan kaki dari desanya menuju Kota Semarang yang kira-kira jaraknya 25 km. Jangan di samakan dengan jaman sekarang, dulu tidak ada angkutan umum. Pak Waris berjalan kaki dari Desa Indrokilo, biasanya dia menuju ke pasar Jatingaleh Semarang yang berangkat dari rumahnya jam 5 pagi sampai di pasar Jatingaleh jam 11 siang. Kalau di pasar Jatingaleh tidak laku dia menuju ke pasar Peterongan Semarang. Dan biasanya di pasar peterongan dagangnya laku. Pulangnya dia mampir di pasar Jatingaleh untuk sekedar menngisi perut. Makanpun pada jaman dahulu hanya lontong di kasih bumbu cabai hijau dan hanya di beri air putih. Itupun sudah suatu makanan yang istimewa pada jaman dahulu.

Tapi kalau sekarang Pak Waris membuat arang kayu kalau sudah jadi, sudah ada pengepulnya sendiri, jadi barangnya hanya di kumpulkan dirumahnya nanti sudah ada yang mengambil sendiri yang biasanya di jual di Pasar Bandarjo Ungaran. Satu bagor atau kranjang besar di hargai Rp. 70.000,-

Cara membuat arang kayu versi pak Waris.

Pembuat arang kayu

Membuat lubang dengan bentuk kotak ukuran 2×2 M, dengan dalamnya setengah meter yang berfungsi sebagai tungku kemudian batang kayu diletakan di dalamnya, biasanya dari batang kayu sengon di tata dengan baik, berlapis-lapis menurut ukuran batang kayu sehingga tertata rapi, kemudian atasnya di beri  klaras daun kering yang banyak di temukan di hutan. Diatas klaras di taburi tanah sehingga daun klaras tersebut tertutup semua.

Pembuat arang kayu

Setelah pekerjaan ini selesai, kemudian di bawah kayu yang di tata tadi di buatkan api yang berfungsi membakar kayu yang tersusun kayu tadi, kira-kira api tadi sudah hidup, di atas tanah tadi dibuatkan lubang untuk jalan keluar uap panas yang di hasilkan oleh api di dalam, biasanya pak Waris buat 3 lubang kanan-kiri. Setelah pekerjaan ini selesai kemudian ditinggal sehari. Paginya dia datangi lagi dan arang sudah terbentuk dengan sendirinya. Waktu membongkar pak Waris  juga punya teknik tersendiri. Walaupun masih dalam kondisi bara dia menyiapkan air dalam tabung bambu untuk meredakan arang kayu dengan cara di siram.

Pembuat arang kayu

Pembongkaran arang kayu ini bisa memakan waktu 3 jam bahkan lebih tergantung arang kayu ini banyak atau sedikit yang Pak Waris buat. Kemudian di masukan ke dalam keranjang yang telah siapkan dari rumah.

Pembuat arang kayu

Walaupun sudah berusia 83 tahun, pak Waris tetap bekerja, dia mempunyai prinsip selama badan masih bisa diajak bekerja, maka dia akan selalu berkarya dengan keahliannya sebagai pembuat arang kayu. Pembuat arang kayu di desa Indrokilo ini saat ini sudah tidak ada generasi penerusnya. Pengganti Pak Waris sudah tidak ada dengan alasan banyak sekali, antara lain mereka yang muda lebih senang kerja di pabrik yang notabene pekerjaan di pabrik lebih bersih dan tidak sesusah buat arang kayu yang harus berjibaku masuk hutan. Semoga pembuat arang kayu tidak berhenti di Pak Waris saja, dan ada penggantinya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here