myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Ngaturaken sugeng enjang kagem sedaya, mugi-mugi tansah pinaringan keraharjan. HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia dirayakan oleh segenap masyarakat Indonesia, berbagai acara mulai dari tasyukuran, memperindah kampung halaman sampai panggung hiburan semua di lakukan dengan suka cita. Salah satu yang dilakukan oleh Kraton Yogyakarta dengan mengadakan Pentas Musikan Mandalasana yang merupakan sebuah acara special dalam rangka HUT ke 74 Republik Indonesia dan bergabungnya Kraton Yogyakarta dengan NKRI lewat sebuah orkesta musik dengan lagu-lagu perjuangan.Pentas Musikan MandalasanaAcara ini merupakan ide dari Kraton Yogyakarta lewat Kawedanan Ageng Punokawan Krido Mardowo, KPH Notonegoro, yang dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 18 Agustus 2019 mulai pukul 09.30 wib di bangsal Kagungan Ndalem Mandalasana.Pentas Musikan MandalasanaYang memainkan Pentas Musikan Mandalasana ini dulunya adalah siswa-siswa sekolah musik Bugisan yang kemudian melanjutkan ke ISI Yogyakarta jurusan musik yang kemudian bergabung menjadi abdi ndalem di Kraton Yogyakarta.Pentas Musikan MandalasanaSelain itu Pentas Musikan Mandalasana ini juga untuk menghidupkan Mandalasana yang dulu pada jaman HB VI, VII dan puncaknya pada HB VIII sering sekali digunakan untuk menggelar orkestra musik yang dimainkan oleh para pemusik Eropa. Hal ini disebabkan karena HB VIII sering menerima tamu dari Eropa. Bahkan ada namanya kampung Musikan yang ada disebalah Timur Pagelaran Kraton Yogyakarta penduduknya semua pemain musik dari Kraton dengan pelatihnya bernama Nikolai Varffolomeyef asli dari Yugoslavia waktu itu.Pentas Musikan MandalasanaDi kampung inilah para pemusik Kraton bekerjasama dengan pemusik Eropa mengembangkan musik Kraton, sehingga terjadi gabungan antara musik Kraton dengan musik Eropa. Ini semua terlihat dalam iringan musik Tari Lawung  dan Bedhaya yang menggunakan iringan musik dengan gamelan klasik Jawa diselinggi dengan alat musik trompet.Pentas Musikan MandalasanaPentas Musikan Mandalasana sempat vakum antara 80 sampai 90 tahun sejak lepas HB VIII, tetapi kemudian ada ide untuk memunculkan lagi bersamaan dengan HUT ke 74 Republik Indonesia lewat lagu-lagu perjuangan. Adapun lagu-lagu yang ditampilkan diantaranya Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, Tanah Airku, Bagimu Negeri, Yogya Kembali, Sepasang Mata Bola dan diakhiri dengan Bagimu Negeri.Pentas Musikan MandalasanaRencana kedepan, Pentas Musikan Mandalasana ini akan diselenggarakan secara rutin tapi pada hari-hari khusus, seperti hari-hari Nasional seperti hari Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional atau acara yang diselenggarakan oleh pihak Kraton Yogyakarta itu sendiri.Pentas Musikan MandalasanaAcara ini memberikan nilai-nilai kearifan kebangsaan yang diberikan Kraton Yogyakarta kepada Indonesia dan Kraton Yogyakarta sepertinya mendapat apresiasi dari masyarakat luas, yang mana acara ini tidak sekedar sebagai sebuah hiburan musik tetapi didalamnya memuat rasa kebangsaan yang layak ditanamkan di seluruh bangsa Indonesia.Pentas Musikan MandalasanaDalam pementasan ini Kraton Yogyakarta juga melibatkan kaum milenial, dengan harapan mereka ikut merasakan acara ini, sehingga mereka mempunyai rasa tanggung jawab kedepannya dengan ikut melestarikan dan mengembangkan seni musik ini sampai kapanpun.Pentas Musikan MandalasanaPentas Musikan Mandalasana sepertinya memang sudah di create oleh pihak Kraton Yogyakarta mulai dari publikasi di media-media sosial sebelumnya dan ini semua terbukti dengan tanggapan dari masyakat untuk melihat acara ini sangat luar biasa.Pentas Musikan MandalasanaSeputar bangsal Kagungan Ndalem Mandalasanapenuh sesak dengan para penonton tidak hanya pengunjung dari Yogyakarta, tapi juga dari luar kota banyak sekali hadir diacara ini. Disamping wisatawan asing yang kebetulan datang mengunjungi Kraton Yogyakarta.Pentas Musikan MandalasanaPentas Musikan Mandalasana.

1Persembahan:Kawedanan Ageng Punokawan Krido Mardowo, KPH Notonegoro
2Pemusik:
  1. Barsan Asrori, Taryadi, Erson, Mursidi (Trompet)
  2. Harun, Agung (Tuba)
  3. Wawan, Pipin (Saxophone)
  4. Joko, Widi Parmo (Trombone)
  5. Prasetyo (Drum dan Simbal)
  6. Waditro Winotro (Conductor)

Pentas Musikan Mandalasana“Pentas Musikan Mandalasana di Kraton Yogyakarta tidak akan ketinggalan jaman sampai kapanpun dan akan selalu eksis di Indonesia yang semuanya ini digunakan sebagai daya tarik wisatawan asing maupun lokal untuk datang ke Indonesia, khususnya Yogyakarta”, ujar Barsan Asrori selaku pemain dan membantu di bidang Musikan di Kraton Yogyakarta. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here