myimage.id | Heboh, Perang Obor Tegalsambi Jepara 2017, itu yang bisa di katakanan untuk acara malam itu, dimana perang obor ini merupakan sebuah acara budaya yang di miliki oleh masyarakat Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara yang mana acara ini selalu digelar pada hari Senin Pahing, malam Selasa Pon di bulan Dzulhijjah dalam kelander Jawa atau Arab tepatnya pada tanggal 4 September 2017.

Perang Obor Tegalsambi

Awal mula acara Perang Obor Tegalsambi ini didasarkan legenda Ki Gemblong yang dipercaya oleh Kyai Babadan untuk memelihara ternaknya, tapi karena kelalaian Ki Gemblong yang terlena dengan hal lain yaitu membakar ikan dan udang di suatu sungai , maka ternak yang dipeliharanya menjadi terbengkelai menjadi sakit bahkan mati. Kyai Babadan marah terhadap Ki Gemblong, dia mengambil obor yang terbuat dari pelepah daun kelapa yang kemudian di pukulkan di kepala Ki Gemblong, karena ingin membela diri maka terjadi percikan obor yang memenuhi kandang ternak tersebut. Tapi dari percikan api ini malah membuat hewan ternak yang sakit ini menjadi sembuh. Dari sinilah kepercayaan perang obor mendatangkan kesehatan dan dapat di jadikan tolak balak, yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan tradisi budaya sampai sekarang oleh Desa Tegalsambi ini.

Perang Obor Tegalsambi

Acara ini selalu mendatangkan daya tarik tersendiri dari para pengunjung yang sebagian besar merupakan warga Desa Tegalsambi dan masyrakat Jepara, bahkan banyak pula yang datang dari luar Kota Jepara datang ke acara budaya perang obor ini untuk menyaksikan karena penasaran dengan tradisi yang dimiliki Desa Tegalsambi ini.

Perang Obor Tegalsambi

Kehebohan pada pelaksanaan perang obor ini sangat terasa sekali, dimana para pemain perang obor ini yang berjumlah sekitar 30 orang menggunakan obor yang terbuat dari 2 sampai 3 pelepah daun kelapa yang sudah kering yang nanti disatukan dengan daun pisang yang sudah kering diikat dengan bambu.

Perang Obor Tegalsambi

Bahan-bahan tersebut nantinya akan di nyalakan dengan api secara bersama-sama yang nantinya di gunakan untuk perang obor ini dimana para pemainnya membenturkan obor yang mereka bawa dengan para pemain lain dengan acak, sehingga menimbulkan pijaran api di mana-mana yang menimbulkan suasana panas. Benturan-benturan obor ini tidak mengenal lawan atau kawan, sehingga mau tidak mau suasana jadi heboh sekali. Bahkan beberapa penonton yang melihat terlalu dekat ikut jadi sasaran para pemain obor perang ini tanpa kecuali.

Perang Obor Tegalsambi

Setelah acara ini semua para pemain yang kena percikan api di beri semacam cairan yang terbuat dari minyak kelapa asli yang dioleskan pada bagian yang kena percikan api, dalam waktu tidak sampai 3 hari luka itu pasti akan sembuh serta pemain atau penonton yang pada perang api ini setelah acara selesai tidak ada rasa dendam diantara mereka. Semua guyub rukun dalam pelaksanaan perang obor ini.

Perang Obor Tegalsambi

Acara Perang Obor Tegalsambi ini biasanya di samakan dengan acara sedekah bumi yang mana acara budaya ini sebenarnya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas rejeki dan kesehatan yang mereka terima dan selalu terhindar dari mara bahaya.

Perang Obor Tegalsambi

Perang Obor Tegalsambi

Acara ini ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang di peruntukan oleh siapa saja yang datang ke acara ini. Semoga dengan kearifan budaya local ini mampu menarik wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Desa Tegalsambi Jepara ini yang pada malam itu juga oleh Bupati Jepara di canangkan sebagai salah satu Desa Wisata yang ada di Kabupaten Jepara. (Soebijanto/reog biyan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here