myimage.id | Perayaan Waisak di Candi Borobudur merupakan perayaan hari suci bagi umat Budha yang sebelum melaksanakan hari suci ini umat Budha melaksanakan rangkaian Tri Suci Waisak yang awalnya dilaksanakan pada pengambilan Perayaan pengambilan Air Suci Umbul Jumprit dan Pengambilan Api Abadi di Mrapen dimana air suci dan api abadi ini setelah diambil, disemayamkan di Candi Mendut dulu.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Perayaan Waisak 2561 BE/2017 mengambil tema Tingkatkan Kesadaran Menjadi Kebijaksanaan dengan sub tema Kembangkan Hati Buddha dan Potensi ke Buddhaan. Perayaan Waisak di Candi Borobudur ini untuk memperingati 3 peristiwa penting Sidharta Gautama dimana disini digambarkan mulai lahir, tumbuh besar yang menerima penerangan Agung dari yang Kuasa sampai wafatnya.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

UPACARA PERAYAANNYA

Upacara Perayaan Waisak di Candi Borobudur di awali dengan Puja Bhakti di Candi Mendut dimana air suci dan api abadi di doakan serta disakralkan oleh para Sangha dan rohaniwan, Majelis-majelis Agama Buddha dan LKBI yang nantinya di persembahkan di candi Borobudur.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Setelah Puja Bhakti kemudian dilanjutkan arak-arakan yang diikuti oleh para umat Budha, para Sangha, rohaniwan, Majelis-majelis Agama Buddha dan LKBI  yang menampilkan berbagai macam gambaran kehidupan mulai dari pertanian, kebudayaan, kesenian dan masih banyak sekali yang ditampilkan . Disini sebenarnya yang mau diungkapkan adalah mereka sangat berterima kasih kepada Sang Yang Maha Kuasa atas berkat dan limpahan rejeki selama ini yang mereka terima. Arak-arakan ini berakhir di parkiran Candi Borobudur.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Setelah melakukan arak-arakan mereka masuk ke taman Lubini kawasan Candi Borobudur untuk melakukan doa bersama-sama. Walaupun mereka dari berbagai aliran agama Budha, mereka dapat menerima satu sama lain dan saling toleransi di dalam doa bersama di taman ini. Mereka punya tenda sendiri-sendiri. Berbagai aliran agama Budha tersebut antara lain Sangha Theravada, Tantrayana, Tridharma, Kasogatan, Mahayana, Mapan Bumi, Mahanikaya dan Mantratantis.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Setelah melakukan doa mereka makan malam bersama, tergambar jelas kebersamaan satu sama lain disini walupun beda aliran mereka sangat kompak sekali dalam menyambut hari Waisak ini. Setelah makan mereka persiapan untuk pelepasan lampion (lokasi di Gunadharma). Ribuan lampion mereka lepasakan ke udara. Suasan sangat menajudkan sekali, ribuan lampion terbang ke udara. Siapapun yang melihat moment ini pasti takjud dan terpesona.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Setelah pelepasan lampion ini umat Budha yang jumlahnya ribuan menuju pada Altar Utama yang merupakan prosesi utama berada di dalam halaman utama Candi Borobudur (Zone 1) dengan tertib. Altar ini berada di sebelah Utara yang menempatkan Candi Borobudur sebagai poros utamanya. Selain para umat Budha, banyak sekali para penikmat acara ini mulai dari para pewarta foto dari media cetak maupun televisi serta para pehobi photografer ikut menuju ke altar utama untuk menikmati dan mengabadikan moment ini.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Di altar utama ini para aliran agama Budha ini satu persatu bergantian membacakan doa. Dan mereka melakukan dengan khusuknya. Diawali Vihara Githa yang diiringi oleh lagu-lagu Buddhis ciptaan Mendiang Bhikkhu Giri Rakkhito oleh paduan suara Harmoni Dharma Bella, yang di lanjutkan dengan sambutan-sambutan dan pangarahan-pengarahan  dari Ketua Panitia Waisak 2561 BE/2017 yang akan disampaikan oleh Ibu Dra. S. Hartati Murdaya dan dari kementrian Agama RI Drs. Supriadi M. Pd.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Doa yang di lakukan oleh masing-masing Majelis yang dilakukan minimal 5 menit antara lain oleh Majubuthi/MBMI (Theravada), Mahayana (Majabumi TS Mahabhudi, Majubumi), Majabudti, Madhatantri, MNSBDI, ZFZ Kasogatan, NSI, Mapanbumi dan Martrisia.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Setelah itu renungan Waisak yang disampaikan oleh Bhisksu Tadisa Paramita Mahasthavira. Tuntutan sebelum Meditasi oleh Bhikku Wongsin Labhitko Mahathera, dimana semua harus khusuk dan semua alat elektronika seperti Hp harus dimatikan. Menjelang detik-detik Waisak ditandai dengan pemukulan Gong 3 kali dan diahkhiri dengan pemukulan gong 1 kali.

Persiapan Blessing oleh Bhikku Sangha diiringi lagu Malam Waisak dan Berkah Waisaka Puja oleh paduan suara Harmoni Dharma Bella, selanjutkan di lakukan Blesshing oleh Bhikku Mahathera dan Bhikku Mahasthavira dan penutup oleh Namaskara.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Setelah itu dilakukan Pradaksina mengelilingi Candi Borobudur sebanyak 3 kali dengan membawa bunga teratai diiringi  lagu Buddhang Saranang Gacchami, selanjutnya umat meletakan teratai di Candi Borobudur dengan melakukan dhitana dan Bernamaskara sebanyak 3 kali. Acara berlangsung sangat lancar, tertip dan khitmat. Selamat Hari Waisak 2561 BE/2017 (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here