myimage.id | WO Ngesti Pandowo Semarang pada tanggal 11 Maret 2017 ini melakukan pertunjukan special sekali. Pada hari Sabtu malam Minggu ini WO Ngesti Pandowo di pesan khusus untuk mengadakan pertunjukan (di boking khusus) oleh Profesor. Dr. Edi Dharmana, untuk merayakan hari Ulang Tahunnya yang genap 70 tahun.

Suasana loby TBRS Gedung Ki Narto Sabdo

Beliau sangat peduli sekali terhadap kesenian dan budaya yang ada di Semarang khususnya WO Ngesti Pandawa ini. Dalam pertunjukan WO Ngesti Pandawa Semarang ini dengan lakon “GATUTKOCO KEMBAR 7”. Serasa special sekali dalam pertunjukan acara ini, banyak rekan-rekan beliau yang ikut ambil bagian dalam pementasan kali ini. Selain itu juga dalam pementasan kali ini juga WO Ngesti Pandowo Semarang berkolaborasi dengan perkumpulan sulap semarang, wow sungguhan pertunjukan yang special sekali.

Gatutkacanya siap manggung

Pertujukan WO Ngesti Pandowo Semarang ini dengan lakon “GATUTKOCO KEMBAR 7”  ini diawali dengan tampilnya seni suara alat angklung yang ditampilkan oleh mahasiswa Kedokteran Undip yang menampilakan beberapa karya lagu yang ditampilkan sangant bagus dan harmonis.

Seni suara angklung yang ditampilkan masiswa Kedokteran Undip

Kemudian di lanjutkan dengan acara seremonial biasa dari Ketua WO Ngesti Pandowo Semarang sampai pada peniupan lilin ulang tahun beliau. Acara tambah ramai dengan dengan tampilnya anak beliau, Sari dan Intan yang membawakan tari Bajidor Kahot dengan lugasnya.

Tari Bajigor Kahot, Sari dan Intan putri Prof. dr. Edi Dharmana

Dalam pertunjukan utamanya WO Ngesti Pandowo Semarang dengan lakon “GATUTKOCO KEMBAR 7” ini, menceritakan Gatutkaca sedang pergi meninggalkan istrinya. Prabu Gurdokumara mengetahui Gatutkaca sedang pergi meninggalkan istrinya, berkeinginan untuk menculik Pregiwo. Satu-satunya jalan dia merubah dirinya menjadi Gatutkaca. Selanjutnya dengan di dukung para prajurit raksasanya dia mau menculik Pergiwo. Di dalam hutan prajuritnya bertemu dengan Punokawan. Punokawan pun diserangnya.

Punokawan menyamar sebagai Gatutkaca….pakainnya tidak sesuai..ra pantes blas dadi Gatutkaca….hihi

Ditempat yang lain Lesmana sedang bertapa di datangi oleh 2 putri cantik. Dia di goda, tidak tahan dengan godaaannya di kejarlah 2 putri tersebut sampai pada tempat pertapaan Batari Durga. Lesmana minta batari Durga merubah wujudnya menjadi Gatutkaca yang mana dia juga berencana untuk menculik Pregiwo. Memang Pregiwo sangatlah cantik sehingga banyak yang ingin memperistrinya.

Prabu Gurdokumara yang mau menyamar sebagai Gatutkaca

Di tempat Prabu bolodewo, Semar dan Werkudoro juga berkumpul disitu dan tiba-tiba datang oleh 7 Gatutkaca, karena disini ternyata para punakawanpun ikut menyamar sebagai Gatutkaca juga, mereka bingung dan akhirnya membuat sayembara untuk mengetahui siapa Gatutkaca yang asli. Akhirnya di ketahuilah Gatutkaca yang asli. Dengan amarahnya Werkudoro dan anoman mengusir gatotkaca yang palsu.

Gatutkaca dan Pregiwo sujud di hadapan Pabu Bolodewo

Inti dari acara  WO Ngesti Pandowo Semarang dengan lakon “GATUTKOCO KEMBAR 7” ini adalah jadilah diri kamu sendiri. Jangan ikut jatidiri orang lain yang nyatanya tidak cocok dengan dirimu sendiri. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here