myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Selamat pagi, sugeng enjing, poro sedherek.  Rasa sedih dan gembira selalu ada, tidak akan ada habisnya di dunia ini, datang silih berganti dan kita sebagai manusia harus menghadapi ini semua dengan rasa yang optimis, karena dari rasa inilah berarti kita mengimani penyertaan dari Sang Pencipta. Ya semua ini terlihat dalam pementasan drama Pinangan yang merupakan sebuah drama yang dimainkan oleh Teater Lingkar Semarang yang di dalamnya menceritakan tentang seorang ayah yang bernama Raden Mas Cokro Sanyoto yang sudah ditinggal mati oleh istrinya, mempunyai anak bernama Raden Roro Ayu yang sampai dewasa belum juga ketemu jodohnya.Pinangan, teater lingkar semarangPada suatu ketika ada seorang pria yang bernama Raden Mas Abott yang mau melamarnya. Tetapi ternyata disini banyak sekali permasalahan yang sangat komplek ketika keduanya bertemu. Mulai dari permasalahan keluarga yang dulu-dulu sampai masalahan tanah dan anjing, semua diungkit kembali.Pinangan, teater lingkar semarangPersoalan tambah rumit manakala keduanya tidak ada yang mau mengalah. Bahkan Raden Mas Cokro Sanyoto tidak mampu mengatasi semuanya ini. Dia hanya berharap kalau persoalan ini tidak usah dibesar-besarkan dan diperumit. Keduanya harus ada salah satu yang mengalah dalam persoalan ini. Kalau persoalan gampang kenapa diperumit.Pinangan, teater lingkar semarangPinangan ini merupakan drama karya Anton Chekov dari Rusia yang diadaptasi versi Indonesia oleh Teater Lingkar Semarang. Naskah drama ini sangat minimalis dalam settingannya. Dan ini malah menjadi pelajaran bagi para pekerja teater, dengan property yang minimalis semua bisa berkarya, jangan kita disusahkan dengan dekorasi untuk berkarya.Pinangan, teater lingkar semarangYang lebih diutamakan adalah focus terhadap kekuatan karakter para actornya yang memainkan naskah ini. Karena ini merupakan factor utama untuk membuktikan bahwa drama ini dapat dipentaskan secara baik dan sukses, dan settingan hanya sebagai factor pendukung supaya drama ini menjadi lebih baik.Pinangan, teater lingkar semarang

Pinangan ini di gelar di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, tepatnya di Gedung Pertemuan Raden Saleh di Jalan Sriwijaya no 29 Semarang oleh Teater Lingkar Semarang, pada hari Minggu tanggal 14 September 2019 dalam dua sesi, dimana sesi pertama pada jam 16.00 wib dan sesi kedua pada jam 20.00 wib.Pinangan, teater lingkar semarangKomposisi di dalam drama ini meyampaikan tentang pembelajaran dalam menghadapi persoalan di dalam kehidupan ini, segalanya pasti ada jalan keluarnya. Jangan memaksakan ego kita dalam menyelesaikan permasalahan, kita harus lebih bijaksana dan lebih mengutamakan kepentingan orang banyak. Jika tidak terselesaikan kita bisa minta pihak ketiga untuk memberikan masukan dan solusi kepada pihak kita.Pinangan, teater lingkar semarangTeater Lingkar Semarang berdiri pada tanggal 14 Maret 1980, yang berhome base di Jl. Gemah jaya I no 1 Semarang. Sangat eksis didunia teater Indonesia, dimana tiap bulannya selalu mengadakan pertunjukan di TBRS Semarang. Beberapa karya Teater Lingkar Semarang yang melegenda diantaranya Graffito karya Akhudiat (1980), Kali Ciliwung karya Nursahid (1984) dan Kursi karya Prie GS (1994).Pinangan, teater lingkar semarangDalam karya Pinangan ini, actornya memainkan gerak tubuh yang simple dan sederhana dengan property yang minimalis, hanya kursi dan meja yang benar-benar dimanfaatkan untuk menghidupkan suasana yang dibangun, dengan harapan misi yang disampaikan tersampaikan kepada para penontonnya.Pinangan, teater lingkar semarangBusana yang dikenakan disesuaikan dengan suasana yang di bawakan dengan suasana rumah tangga orang Jawa, dipadu dengan busana yang kekinian. Mulai penggunaan Beskap dan sarung bagi actor prianya dan kaos yang dipakai oleh actor putrinya.Pinangan, teater lingkar semarangIringan lagu dalam pementasan ini, bertemakan tentang kerinduan seorang wanita yang ingin segera dilamar oleh kekasihnya untuk menuju pada pernikahan yang diinginkannya. Lagu tidak sangat dominan, hanya sebagai pengiring pertunjukan.Pinangan, teater lingkar semarangPinangan.

1Sutradara:Budi Santoso (Budi Bobo)
2Penasihat Produksi:Mas Ton Lingkar
3Penata Lighting:Namex
4Penata Busana:Jeng Dien
5Penata Musik:Teguh JP
6Pemain:
  1. Budi Santoso (Raden Mas Cokro Sanyoto)
  2. Osie Widiastuti (Raden Roro Ayu)
  3. Wowok (Raden Mas Abott)

Pinangan, teater lingkar semarang“Dalam kehidupan ini janganlah kita mengutamakan ego kita, kita harus saling menghormati satu sama lainnya, begitu juga dalam bermain teater, settingan tidak harus mewah, dengan minimalis kita juga bisa mengekspresikan jiwa seni kita dan kemampuan actorlah yang paling penting”, ujar Budi Bobo di sela-sela pertunjukan Pinangan. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here