myimage.id | Prosesi Sadranan Dusun Pete merupakan sebuah prosesi adat istiadat yang sudah hidup di masyarakat Dusun Pete, Desa Kembangsari, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung sejak jaman dahulu yang sampai sekarang yang masih hidup ditengah masyarakatnya. Prosesi ini diadakan dengan tujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas berkah dan rejeki yang selama ini mereka terima.

Prosesi Sadranan, Sadranan Dusun Pete, keberagaman budaya di indonesia, keberagaman indonesia, culture

Selain itu Prosesi Sadranan ini diadakan juga untuk menciptakan atraksi budaya yang telah tumbuh dari masyarakat yang kedepannya sebagai bagian dari daya tarik wisata bagi wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Temanggung khususnya Desa Kembangsari yang kali ini diadakan pada tanggal 20 April 2018.

Prosesi Sadranan, Sadranan Dusun Pete, keberagaman budaya di indonesia, keberagaman indonesia, culture

Prosesi ini ditandai dengan Kirab Budaya yang diikuti oleh masyarakat Dusun Pete dan masyarakat sekitarnya. Pada Kirab ini dipimpin oleh Kepala Desa Kembangsari dengan menaiki kuda dengan pakaian adat Jawa yang diikuti oleh sejumlah pemuda yang membawa tombak serta bapak-bapak yang lengkap dengan pakaian adat Jawa juga.

Prosesi Sadranan, Sadranan Dusun Pete, keberagaman budaya di indonesia, keberagaman indonesia, culture

Sedangkan dibelakang arak-arakan ini ada gunungan nasi kuning Argodugo serta parang Joyokusumo beserta sejumlah kambing-kambing yang berjumlah 90 ekor yang nantinya akan disembelih di seputar makam Kyai Kramat.

Prosesi Sadranan, Sadranan Dusun Pete, keberagaman budaya di indonesia, keberagaman indonesia, culture

Sesampai di kawasan makam Kyai Kramat, semua persembahan ini di doakan dengan ritual yang biasa di pakai oleh masyarakat, agar semuanya ini di terima oleh Yang Maha Kuasa. Setelah acara ritual ini, tumpeng Argodugo yang berisi nasi kuning beserta lauk pauknya serta hasil bumi pertanian berupa sayur mayur diperebutkan secara bersamaan oleh masyarakat maupun pengunjung.

Prosesi Sadranan, Sadranan Dusun Pete, keberagaman budaya di indonesia, keberagaman indonesia, culture

Prosesi sadranan ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali, tepatnya setiap bulan ruwah (Syabah) di hari Jumat Kliwon. Daging-daging kambing ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat dalam keadaan matang. Kesemua kambing-kambing ini didapat dari mereka yang mempunyai nazar yang datangnya tidak hanya datang dari Dusun Pete saja, bahkan ada juga yang datang dari daerah lainnya.

Prosesi Sadranan, Sadranan Dusun Pete, keberagaman budaya di indonesia, keberagaman indonesia, culture

Menurut sejarah Prosesi ini diadakan, dulunya ada seorang bangsawan Mataram bernama Pangeran Yudokusumo mengungsi di daerah ini dengan menyamar dengan nama Sami dan istrinya bernama Saminah menjadi petani dan peternak. Pada waktu mereka mengembalakan kerbaunya, tiba-tiba kerbaunya terperosok disebuah lubang. Beliau mencari rotan yang dakan digunakan untuk menarik kerbaunya, tapi beliau malah menemukan kerangka 2 orang dan ular raksasa. Kedua kerangka tersebut diyakini sebagai kerangka Kiai dan Nyai Bogowanto yang mati sampyuh di makan oleh ular raksasa.

Prosesi Sadranan, Sadranan Dusun Pete, keberagaman budaya di indonesia, keberagaman indonesia, culture

Pangeran Yudokusumo menguburkan kedua jenazah tersebut di sauatu daerah, dimana tempat tersebut sekarang ini lebih dikenal dengan Makam Kyai Kramat. Kerbau yang berhasil diangkat tersebut kemudian disebelih dan disedekahkan kepada masyarakat. Sejak saat itulah prosesi ini dilakukan oleh masyarakat Dusun Pete sampai sekarang. Dengan pertimbangan ekonomi, kerbau kemudian diganti dengan kambing tanpa menghilangkan makna yang sesungguhnya.

Prosesi Sadranan, Sadranan Dusun Pete, keberagaman budaya di indonesia, keberagaman indonesia, culture

Pada proses memasak daging kambing ini, para ibu-ibu dibantu oleh para remaja putri dengan membuat tungku dari tanah yang ada di sekitar kawasan makam Kyai Kramat tersebut. Setelah masak, daging kambing ini di gelar di atas daun pisang beserta nasi yang di bawa oleh masyarakat, yang kemudian dimakan secara bersamaan, sedangkan sisanya di bawa dan diberikan kepada rekan atau saudara yang kebetulan tidak bisa datang di prosesi sadranan ini.

Prosesi Sadranan, Sadranan Dusun Pete, keberagaman budaya di indonesia, keberagaman indonesia, culture

Prosesi Sadranan Dusun Pete ini tidak hanya diikuti oleh orang tua saja, anak-anak bahkan banyak yang hadir pada sadranan ini. Ini sangat berguna sekali untuk kelangsungan acara tradisional ini, dimana merekalah nanti yang akan meneruskan tradisi budaya tradisonal ini.

Prosesi Sadranan, Sadranan Dusun Pete, keberagaman budaya di indonesia, keberagaman indonesia, culture

Keberagaman budaya di Indonesia yang beraneka ragam dan mempunyai ciri khas masing-masing di setiap daerahnya merupakan salah satu kontributor terbesar di bidang Pariwisata, yang dapat menarik wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Temanggung, khususnya di Dusun Pete. Keberagaman ini sangat layak kita jaga karena merupakan warisan budaya yang sangat bernilai sampai akhir hayat kita. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here