myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Local Genius merupakan produk budaya lokal yang sangat potensial sekali dikemas dalam bentuk upacara adat yang dihubungan dengan pengembangan Pariwisata sebagai bagian daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang dan ikut dalam trasidi ini. Semua ini terlihat dalam Festival Kembul Sewu Dulur 2019 yang meupakan sebuah tradisi budaya berupa upacara adat saparan rebo pungkasan yang lebih dikenal dengan Kembul Sewu Dulur dengan harfiah makan secara bersama-sama dengan maksud menjalin persaudaraan yang dilakukan oleh masyarakat Pendoworejo Girimulyo Kulonprogo.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Secara makna Sewu dulur disini adalah ungkapan kiasan dalam arti tidak dalam jumlah atau nominal, tetapi lebih menunjukan jalinan persaudaraan. Hal ini pastinya akan menjamin keharmonisan kehidupan kita dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi bagi kita. Sedangkan Kembul berarti makan bersama.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Kehidupan manusia pada dasarnya terdapat 3 aspek, pertama aspek Vertikal yang merupakan hubungan manusia dengan Sang Yang Pencipta, kedua aspek Horizontal yang merupakan hubungan manusia dengan sesamanya dan yang terakhir adalah aspek fisikal yang merupakan hubungan manusia dengan alam semesta. Ketiga aspek ini harus selalu dijaga sehingga menjadi harmonis.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Festival Kembul Sewu Dulur 2019 meriupakan produk lokal genius, selain memuat 3 aspek diatas, juga mempunyai makna yang luas dan universal yang didalamnya memuat pesan-pesan budaya lokal tapi mencakup secara keseluruhan baik nasional maupun international.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Dalam sejarahnya event ini dulunya menurut legenda di Pendoworejo Girimulyo Kulonprogo ini merupakan cikal bakalnya yang dikenal dengan nama Mbah Bei Khayangan yang konon merupakan punggawa dari Prabu Brawijaya V. Beliau sampai di daerah ini kemudian membentuk sebuah komunitas dan ingin memberikan kesejahteraan lahir batin kepada masyarkat dengan membangun bendungan.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Bendung Khayangan ini membendung sungai Kiwo (kiri) dan Sungai Gunturan yang sangat berguna sekali untuk pertanian di daearah ini. Dengan bendungan ini hasil pertanian masyarakat disini menjadi melimpah sehingga masyarakatnya lebih makmur dan sejahtera di dalam kehidupannya.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Setelah semua misi dan tugas untuk menyejahterakan masyarakat ini selesai, Mbah Bei Khayangan moksa di sini. Dari legenda inilah kemudian di uri-uri oleh masyarakat bahwa setiap rebo pungkasan saparan pasti diadakan Festival Kembul Sewu Dulur.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Festival Kembul Sewu Dulur 2019 pada tahun ini dirangkai dengan kegiatan lain yang memang berkaitan acaranya. Dimulai dari Nungsung Suryo di Puncak Moyeng dan Merti Gumuk. Memang daerah ini merupakan perbukitan, sehingga antara bukit dan lembah harus serasi dan harmonis.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Karena kalau tidak pasti terjadi bencana alam, seperti banjir, erosi dan kekeringan. Dari sinilah upacara adat ini kemudian dilestarikan dan dikembangkan sedemikian rupa dengan melibatkan keberadaan pelestarian bukit dan lembah sehingga menjadi bagian yang lestari dan harmonis dari kehidupan masyarakat denga alamnya.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Tradisi ini dilaksanakan tidak hanya diikuti oleh masyarakat Pendoworejo Girimulyo Kulon Progo saja, banyak warga sekitarnya bahkan wisatawan asing yang kebetulan ada di Yogyakarta (Ukraina dan Jepang) yang ikut sebagai partisipasi dalam festival ini. Dan yang lebih menggembirakan, banyaknya anak-anak sekolah yang dilibatkan sebagai generasi penerus.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Festival Kembul Sewu Dulur 2019 diselenggarakan oleh masyarakat Pendoworejo Girimulyo Kulonprogo yang didampingi oleh Jaringan Masyarakat Budaya Nusantara untuk pemberdayaan budayanya, serta mendapat dana pendampingan dari Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Kebudayaan Kulonprogo, yang dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2019.Festival Kembul Sewu Dulur 2019Ada yang khas didalam acara ini dimana makanan yang di sajikan selain lauk pauk yang biasa dimakan oleh masyarakatnya, pasti ada botok lele dan panggang mas (telur yang di bacem) yang konon ini merupakan makanan kesukaan dari Mbah Bei Khayangan, sehingga setiap acara ini digelar pasti ada dua makanan ini. Ini semua juga bagian dari nguri-nguri kuliner tradisonal.Festival Kembul Sewu Dulur 2019“Nguri-nguri budaya lokal mempunyai sifat yang universal dan global yang mempunyai dampak tidak hanya untuk kepentingan lokal, tetapi dampaknya bisa luas. Dan ini semua bisa ditawarkan kepada masyarakat luar daerah maupun mancanegara sehingga semuanya bisa ikut menikmati upacara adat ini”, ujar Priyo Mustiko selaku ketua Jaringan Masyarakat Budaya Nusantara disela-sela acara. Salam Budaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here