myimage.id | Salam budaya, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, sugeng enjing, sugeng kawarasan. “Hae..hok ya, hok ya, haeeeee“, itulah suara waranggana dengan lantangnya yang di iringi musik rancak yang mengawali masuknya  Reog Bocah yang merupakan sebuah tarian yang mengadopsi tari Reog Ponorogo yang ditarikan oleh anak-anak dimana sifatnya lebih tarian hiburan dan sebagai alat pengembangan seni budaya yang diturunkan bagi generasi muda.Reog Bocah, culturePertunjukan Reog sekarang ini merupakan sebuah pertunjukan seni budaya yang semakin merakyat, dengan pembuktian semakin banyak ajang festival ataupun pagelaran yang bisa kita nikmati tanpa harus ke daerah aslinya di daerah Kota Ponorogo Jawa Timur.Reog Bocah, cultureTarian Reog Bocah kali ini merupakan ciptaan dari Agung Setiono dari Sanggar Reog Yoga Banyuanyar Solo yang inspirasinya didapat dari melihat esensi Reog Ponorogo, diciptakan khusus untuk dipentaskan sebagai opening di International Maks Festival 2018.Reog Bocah, culture

International Mask Festival (IMF) 2018 di adakan pada tanggal 26-27 Oktober 2018 dengan mengusung tema ‘’Wonderful Mask Indonesia’’ yang digelar di Pendapa Prangwedanan Istana Mangkunegaran Surakarta dari pukul 19.00 wib sampai selesai.Reog Bocah, cultureReog Yoga Banyuanyar Solo merupakan grup reog anak-anak yang didirikan oleh Agung Setiono pada tanggal 14 Nopember 2018 yang berhome base di kampung Margorejo RT 05, RW 04 Banyuanyar, Banjarsari Surakarta. Sanggar ini beberapa kali tampil di sebuah pertunjukan sebagai opening atau closing ceremony di beberapa festival-festival atau pagelaran  di seputar Kota Solo dan Yogyakarta.Reog Bocah, cultureWalaupun setiap penyelenggaraan pertunjukan Reog sampai sekarang masih dihubungkan dengan pertunjukan seni yang berbau mistik dan kebatinan, tapi kali ini Reog Bocah menyuguhkan tidak dengan itu semua, tapi malah dibuat menjadi sebuah pertunjukan hiburan yang esensinya masih memegang teguh dari aslinya (pakem) dengan tetap menampilkan warok, jathilan, bujang ganong, barongan dan klono sewandono versi anak-anak.Reog Bocah, cultureGerak dalam tari ini selalu menampilkan kelicahan dan geraknya selalu mantap yang menjadi salah satu ciri khasnya yang diselingi gerakan-gerakan lucu dari para anak-anak ini sehingga tercipta gerakan yang dinamis dan variatip yang sangat menghibur para penonton.Reog Bocah, cultureBusana yang dikenakan masih identik dengan aslinya dari warok yang identik dengan senjata pamungkasnya berupa kolor warna putih dengan celana hitamnya, jhatilan yang identik dengan prajurit putri yang cantik menggunakan kain satin putih, jarik dan udheng sebagai penutup kepala serta mengendarai kuda kepang.Reog Bocah, cultureSedangkan bujang ganong menggunakan rompi dan topeng merah, sampur, celana, embong gombyang, binggel dan stagen, Barongan membawa dadak merak yang beratnya hampir 60 kg, klono sewandono menggunakan topeng merah, celana cinde, jarit, boro, stagen, kace, epek timang, binggel dan probo.Reog Bocah, cultureUntuk riasan cenderung menggunakan riasan karakter make up dengan penebalan-penebalan make up muka yang membantu penari lebih mendalami peran yang ditampilkan dalam tarian yang dibawakan, seperti penebalan alis.Reog Bocah, cultureMusik pengiring dari pertunjukan Reog Bocah ini rata-rata dari alat musik tradisional gamelan klasik Jawa secara live, yang masih mengadopsi musik tradisional reog yang dominan di kendang dan trompet. Tapi seiring perkembangan jaman dan para seniman juga ingin menambah kasanah seni musiknya, mereka mencampurkan musik pengiring ini dengan musik lainnya sehingga menambah bervariasinya seni pengiring musik pertunjukan reog ini.Reog Bocah, cultureReog Bocah.

1Persembahan:Sanggar Reog Yoga Banyuanyar Solo
2Kareografer:Agung Setiono
3Penata Busana:Yosi
4Penata Musik:Dedi
5Penata Rias:Agatha

Reog Bocah, cultureSebuah eksistensi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa  yang tidak hanya melestarikan seni dan budaya Indonesia tapi juga mengembangkan secara nyata, ini harus diapreasiakan dan didukung secara penuh guna kelestarian budaya Indonesia. Kita boleh mengembangkan seni tapi jangan menghilangkan rasa seni, ujar Agung Setiono. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here