myimage.id | Sadranan Desa Kembangsari adalah sebuah tradisi sadranan yang yang tumbuh di dalam masyarakat yang sudah hidup sejak dulu kala yang diadakan setiap tahunnya, sebagai bagian dari pelestarian dan pengembangan budaya serta bagian dari kerukunan masyarakat Desa Kembangsari, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung.

Sadranan Desa Kembangsari, culture

Selain itu sadranan ini diadakan juga untuk menciptakan atraksi budaya yang telah tumbuh dari masyarakat yang kedepannya sebagai bagian dari daya tarik wisata bagi wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Temanggung khususnya Desa Kembangsari.

Sadranan Desa Kembangsari, culture

Sadranan Desa Kembangsari ini baru mulai ditata oleh Desa yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung baru dua tahun ini, dulu acara ini murni diadakan oleh para penduduk hanya di wilayah dusun masing-masing saja. Tapi setelah pengelolaannya di kelola oleh Desa sekarang diadakan jadi satu tempat, maka acara ini mulai ramai dan meriah serta mulai dilirik oleh para wisatawan lokal untuk datang menyaksikan acara ini.

Sadranan Desa Kembangsari, culture

Acara ini dilaksanakan setiap tahun pada Hari Jumat Pon Bulan Rejep atau tepatnya kali ini pada tanggal 13 April 2018 pukul 09.00 Wib di lapangan Jatidiri Dusun Tanjungan. Sebelum acara ini dimulai, para penduduk desa mengadakan doa di makam desa sebagai ungkapan rasa syukur serta mendoakan para arwah leluhur mereka agar selalu diterima di sisiNya.

Sadranan Desa Kembangsari, culture

Lokasi Sadranan Desa Kembangsari yang menggunakan lapangan Jatidiri di dusun Tanjungan ini, perletakannya panggung dan para peserta sadranan di bentuk menyerupai bentuk candi, dimana panggung utamanya di kelilingi oleh para peserta sadranan yang terdiri dari 7 dusun yaitu Dusun Tanjungan, Dusun Pete, Dusun Kembangsari, Dusun Pejaten, Dusun Karodan, Dusun Podangan dan Dusun Sendari.

Sadranan Desa Kembangsari, culture

Ada keunikan pada Sadranan Desa Kembangsari ini, mereka pada umumnya membawa tenong (tempat makanan yang terbuat dari bambu) yang di dalamnya berisi makanan yang mereka konsumsi sehari hari seperti masakan telur goreng, ayam bacem, nasi dan jajan pasar. Tenong ini biasanya di letakan di atas kepala tapi ada pula yang di pikul, mereka juga membawa daun pisang yang digunakan sebagai tempat meletakan makanan mereka nanti dilapangan.

Sadranan Desa Kembangsari, culture

Sadranan bagi masyarakat Desa Kembangsari sebenarnya lebih merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, hidayah serta rejeki yang melimpah selama ini yang mereka terima sehingga hasil panen pertanian yang melimpah sehingga dapat untuk hidup dan memberi makan keluarga serta kebutuhan sehari-hari.

Sadranan Desa Kembangsari, culture

Rata-rata datangnya pun mereka secara bersamaan dan bergelombang, karena acaranya letaknya di lapangan, maka dapat kita saksikan kegiatan mereka berkumpul dilapangan secara bersamaan dan bergelombang dari berbagai arah, sebuah pemadangan yang sangat menarik sekali untuk kita saksikan dan jarang kita temui di tempat lainnya.

Sadranan Desa Kembangsari, culture

Setelah itu mereka mengelilingi panggung utama dengan menggelar daun pisang yang mereka bawa dari rumah. Sebelumnya ini dilakukan para penduduk masyarakat desa ini melakukan ritual keagamaan. Setelah selesai baru mereka baru mereka membuka tenong yang berisi makanan tadi di gelar dengan alas daun pisang untuk mereka santap bersama-sama. Suatu kebersamaan warga yang merupakan warisan nenek moyang kita yang masih tumbuh subur di desa ini. Mereka lebih mementingkan kebersamaan lewat sadranan ini, serta masih mengutamakan guyub rukun, gotong royong dan membantu yang kesusahan.

Sadranan Desa Kembangsari, culture

Sadranan Desa Kembangsari ini tidak hanya diikuti oleh orang tua saja, anak-anak bahkan banyak yang hadir pada sadranan ini. Ini sangat berguna sekali untuk kelangsungan acara tradisional ini, dimana merekalah nanti yang akan meneruskan tradisi budaya tradisonal ini.

Sadranan Desa Kembangsari, culture

Kebersamaan budaya tradisional melalui sadranan ini sangat menarik untuk kita saksikan bersama, karena acara ini sangat berhubungan dengan latar belakang atau tradisi masyarakat serta merupakan salah satu kearifan budaya local yang tumbuh subur di masyarakat kita serta dapat di jadikan sebagai salah satu andalan destinasi wisata budaya di Desa Kembangsari dan Kabupaten Temanggung pada umumnya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here