myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan laut, karena nenek moyangnya gemar sekali mengarungi samudra, tidak ada rasa takut menerjang badai untuk mencari ikan. Rasa syukur akan kemurahan alam laut di wujudkan dalam sebuah acara Sedekah Laut dan Bumi yang merupakan sebuah acara tradisi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala rejeki yang diperoleh selama ini atas hasil laut dan bumi yang dilakukan oleh masyarakat Tambak Lorok Tanjung Mas Semarang dengan melarung kepala kerbau dan sesaji makanan berupa tumpeng dengan lauk pauknya.Sedekah Laut dan BumiMenurut sejarahnya acara tradisi budaya ini telah dilakukan tiap tahunnya oleh masyarakat Tambak Lorok Tanjung Mas Semarang sejak tahun 1970 an, tetapi pernah berhenti sejenak karena ada pro dan kontra tentang acara ini. Hal ini adanya anggapan bahwa acara budaya ini memuat unsur musrik oleh beberapa kelompok masyarakat disana waktu itu.Sedekah Laut dan BumiTapi sejak tahun 2013 acara ini dimulai lagi dengan konsep yang baru yang lebih kekinian dan bisa diterima oleh semua pihak. Sebelum acara ini, masyarakat lebih dahulu melakukan jamaah doa kepada leluhur dengan berkirim doa untuk para leluhur ke kuburan secara bersama-sama dengan cara agama Islam yang paling banyak dianut oleh masyarakat Tambak Lorok Semarang.Sedekah Laut dan BumiKemudian paginya di gelar Sedekah laut dan Bumi dengan mengkirab tidak hanya kepala kerbau tapi juga replika kapal dan patung warag ngendog sebagai ikon kota Semarang, mulai dari ujung desa menuju pinggir dermaga. Kirab ini tidak hanya diikuti oleh warga Tambak Lorok saja tetapi banyak masyarakat di luar ikut kirab ini.Sedekah Laut dan BumiBahkan terlihat wisatawan asing ikut serta dalam acara Sedekah laut dan Bumi ini. Setelah dikirab, kepala kerbau ini di bawa menggunakan kapal nelayan menuju tengah laut untuk dilarung. Tahun ini memang spesial sekali, banyak sekali yang mengantar sesaji ini ke tengah laut. Puluhan kapal nelayan membawa warga ketengah laut untuk ikut melarung sesaji kepala kerbau dengan nasi tumpeng dan lauk pauknya sebagai ungkapan rasa syukur atas rejeki dan keselamatan yang diterima selama ini bagi warga Tambak Lorok.Sedekah Laut dan BumiAcara tradisi Sedekah laut dan Bumi diselenggarakan oleh masyarakat Tambak Lorok Tanjung Mas Semarang yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang yang dilaksanakan pad tanggal 28 Juli 2019 mulai pukul 07.00 wib sampai selesai.Sedekah Laut dan BumiHendrar Prihadi selaku Walikota Semarang dan Hevearita Gunaryanti Rahayu selaku Wakil Walikota secara khusus juga tampak hadir dalam kirab Sedekah Laut dan Bumi ini, bersama-sama guyub rukun kumpul dengan masyarakat Tambak Lorok ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap Kampung Tambak Lorok ini yang kedepannya akan dijadikan sebagai Kampung Wisata Bahari di Kota Semarang.Sedekah Laut dan BumiYang lebih spesial lagi acara Sedekah laut dan Bumi ini dipasrahkan penuh penyelengaraannya kepada kaum muda (anak milenial) yang tetap didampinggi oleh para seniornya sehingga pelaksanaannya sangat berbeda sekali dengan tahun-tahun yang lalu dimana acaranya sekarang lebih kekinian yang sangat memuat konsep tradisi yang digabungkan dengan konsep pariwisata bahari yang secara tidak langsung sangat menarik tidak hanya wisatawan lokal tapi juga wisatawan asing yang hadir di pagelaran ini.Sedekah Laut dan BumiPerpaduan konsep ini sangat mempengaruhi cara pandang masyarakat luar terhadap Kampung Tambak Lorok Tanjung Mas Semarang ini yang dulu imagenya adalah kampungnya para pencoleng dan preman. Tapi pelan tapi pasti image itu dirubah oleh kaum muda kampung Tambak Lorok ini dengan konsep tradisi yang kekinian yang sangat didukung oleh Pemerintah Kota Semarang yang setiap tahunnya memberikan bantuan berupa pembangunan kawasan ini menuju Kampung Wisata Bahari di Kota Semarang.Sedekah Laut dan BumiWalaupun belum selesai secara total pembangunan Kampung Wisata Bahari di Kampung Tambak Lorok ini, tapi dampak yang dirasakan mulai terasa. Tidak hanya ekonomi masyarakat yang naik tapi juga sosial masyarakatnya juga mulai terlihat berubah menjadi lebih baik, terutama di mata masyarakat Kota Semarang.Sedekah Laut dan BumiSetelah acara larungan masyarakat menggelar pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk yang kemudian di hari berikutnya sabagai bagian acara puncak dan penutup dari rentetan acara Sedekah laut dan Bumi dengan Pengajian Akbar yang diikuti oleh semua masyarakat Kampung Wisata Bahari Tambak Lorok Semarang dan sekitarnya.Sedekah Laut dan Bumi“Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa acara ini juga sebagai ajang silaturahmi masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan dan kekompakan untuk selalu meneruskan acara tradisi budaya yang merupakan warisan nenek moyang kita yang harus selalu diuru-uri, dilestarikan dan dikembangkan secara nyata di masyarakat”, ujara Khoirun selaku koordinator kirab Sedekah Laut dan Bumi ini. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here