myimage.id | Salam Budaya, sugeng enjing sedulur, mugi-mugi samiyo wilujengan. Suara Kendang dan Trompet sangat dominan terdengar yang mengiringi lagon wajib dari waranggana. Hok ya, Hok ya, ha….eeeee, mengantar masuknya Singo Barong, Warok, Jathilan, dan Bujang Ganong memasuki panggung. Terasa mengalir dengan alami tarian Babad Alas Ladoyo secara energik , kompak dan kekinian. Ya, semua ini terlihat dalam Semarak Singo Barong 2019 yang merupakan sebuah event kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian seni tradisi Reog yang diadakan dalam menyambut bulan Suro yang dilaksanakan setiap tanggal 15 bulan Suro atau Purnama Suro.Semarak Singo Barong 2019Acara ini merupakan event tahunan yang pada tahun ini sudah yang ke 7 kalinya, diadakan agar tradisi ini bisa diangkat lebih baik, dimana dalam event ini setiap tahun penyelengaraan dan pesertanya semakin baik dari variasi musik, ragam geraknya dan busana serta dalam rangka nguri-nguri kelompok-kelompok kesenian tradisi yang dimiliki Kota Surakarta khususnya.Semarak Singo Barong 2019Memang Reog berasal dari Kota Ponorogo Jawa Timur, tetapi pada jaman dahulu  kota ini merupakan bagian dari Kraton Kasunanan Surakarta. Selama ini banyak warga Surakarta menyukai akan kesenian ini dan pakar-pakar Reog Ponorogo ada di Surakarta. Dari dasar inilah Pemerintah Kota Surakarta mengangkat tari tradisi ini menjadi sebuah festival.Semarak Singo Barong 2019Semarak Singo Barong 2019 diadakan oleh Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan Kota Surakarta yang di biayai oleh APBD TA 2019, yang dilaksanakan selama dua hari Sabtu Minggu, tanggal 14-15 September 2018, mulai pukul 16.00 wib sampai selesai di halaman Benteng Vastenburg.Semarak Singo Barong 2019Acara ini sesuai dengan visi-visi Kota Surakarta yang ingin mewujdkan Kota Surakarta menjadi Kota budaya, maju, mandiri dan sejahtera yang terangkum dalam Wasis, Waras, Wareg, Mapan dan Pangan (3WMP). Semua ini bisa dikreasi menjadi mawas dan makerti, waras sanggarnya, wasis senimannya dan mapan budi pekertinya.Semarak Singo Barong 2019Semarak Singo Barong 2019 pada tahun ini mengusung tema “Babad Alas Lodoyo” yang menceritakan sebuah hutan yang terkenal dengan keangkerannya yang dihuni oleh berandalan yang sakti yang dikenal dengan sebutan Warok dan mempunyai raja yang sakti mandraguna bernama Singo Barong.Semarak Singo Barong 2019Wujud Singo Barong adalah berkepala harimau dengan burung merak diatasnya. Tiada yang bisa mengalahkan raja Singo Barong, sehingga kerajaannya menjadi besar, disegani dan banyak ditakuti oleh siapapun. Singkat cerita hanya Prabu Klono Sewandono yang berhasil mengalahkan Singo Barong, yang  pada akhirnya kerajaan alas Lodoyo menjadi bagian dari kerajaan Bantarangin yang dipimpin Prabu Klono Sewandono dan istrinya Songgo Langit.Semarak Singo Barong 2019Selain dalam bentuk festival, event ini juga dilombakan, dimana para peserta di beri kebebasan dalam menggarap tarian ini. Rata-rata peserta menampilkan lebih dari 3 barongan, hal ini disebabkan karena para peserta semakin tahu kebutuhan properti yang harus digunakan untuk memaksimalkan pertunjukannya dengan setting panggung yang besar dan megah.Semarak Singo Barong 2019Jumlah peserta dalam acara ini ada 30 kelompok Reog yang berasal dari Solo, Jakarta,Wonogiri, Sukoharjo, Ponorogo, Ngawi, Yogyakarta, Tawangmangu, Pacitan dan Karanganyar. Solo sebagai peserta paling banyak dengan 11 kelompok dalam acara ini.Semarak Singo Barong 2019Penilaianpun berdasarkan wiroso, wiromo, dan wirogo yang lebih ke kepada pembarong dan kekompakan selama pertunjukan, dengan para juri dari Yayasan Reog Ponorogo (Sodik Pritiwanto S.Sn), Kota Solo (Agung Kusumo Widagdo) dan ISI Surakarta (Hari Mulyatno S. Kar. M.Hum).Semarak Singo Barong 2019Ada yang mengembirakan dalam acara ini dimana hampir 90% kelompok yang ikut dalam festival ini adalah anak-anak milenial. Ini menunjukan bahwa regenerasi kelompok Reog ini berhasil. Memang tarian Reog membutuhkan kelenturan tubuh karena banyak gerak akrobatik dan power yang besar.Semarak Singo Barong 2019Memang Semarak Singo Barong 2019 dijadikan ajang bergengsi untuk menampilkan kelompok-kelompok dengan sajian garapan mulai dari gerak, musik sampai busana yang dikenakan, sehingga penonton semakin nikmat untuk menyaksikan pagelaran ini.Semarak Singo Barong 2019Antusias penontonya layak di beri apresiasi oleh siapa saja, selama dua hari semua kursi yang disediakan panitia penuh, bahkan mereka mau berdesak-desakan serta duduk lesehan didepan panggung untuk melihat event ini. Penonton tidak saja datang dari Surakarta, tapi dari berbagai kota di Indonesia hadir disini, seperti Ungaran, Semarang, Surabaya, Jakarta dan mereka rata-rata tahu pagelaran ini dari media sosial maupun jaringan komunitas masing-masing kelompok peserta.Semarak Singo Barong 2019“Upaya pelestarian dan pengembangan tari tradisi yang harus berkelanjutan, karena ini semua merupakan kekayaan ragam budaya Indonesia yang dapat dijadikan daya tarik yang luar biasa di bidang Pariwisata. Selain itu tarian ini mempunyai nilai yang adiluhung yang harus kita jaga. Ajang ini juga dijadikan ajang beradu kreatifitas serta ajang silaturahmi antar kelompok Komunitas Reog”, ujar Kinkin Sultanul Hakim, SH. MM selaku Kepala Dinas Kebudayan Pemerintah Surakarta disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here