myimage.id | Sebuah hasil karya dari Kraton yang diciptakan dengan dasar aturan-aturan yang berlaku didalamnya yang berhubungan dengan adat, kepercayaan dan agama yang dianut, ya itulah “Batik” yang sering kali kita pakai hanya berdasarkan rasa kagum akan keindahan motip dan warna tanpa mengetahui fungsi dan maknanya. Dalam Seminar Batik kali ini bertujuan memberikan pemahaman fungsi dan makna filosofis batik yang sangat diperlukan, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemakainnya.Seminar Batik, cultureSeminar Batik ini diadakan oleh Museum Sonobudoyo Yogyakarta di Pendopo Timur Museum Sonobudoyo, jalan Trikora/Pangurakan no 6 Yogyakarta pada tanggal 2 September 2018 dalam rangka memperingati “Hari Batik Sedunia” mulai pukul 08.00-12.00 wib yang dilanjutkan dengan workshop tentang Pengageman Ngayogyakarta pada pukul 13.30-15.00 wib.Seminar Batik, cultureSeminar Batik ini mengambil tema “Kuasa dan Identitas”, yang mempunyai arti bahwa batik klasik berasal dari Kraton (Yogyakarta) yang menyangkut kekuasaan dengan identitasnya motip batik yang biasanya di pakai oleh para bangsawan.Seminar Batik, cultureMotip-motip batik para bangsawan ini biasanya disebut dengan motip batik larangan, seperti parang, kawung, huk dan semen yang dulu hanya boleh dipakai oleh para Raja dan kerabatnya, hal ini karena motip-motip ini mempunyai makna dan filosofi yang tinggi.Seminar Batik, cultureSeperti parang barong sebagai simbol kekuasaan, ini biasanya digunakan oleh para ksatria, jadi dalam hal ini mereka berperan tidak hanya secara fisik saja, tapi juga berperan dalam melawan hawa napsu yang mana arahannya untuk pengendalian diri.Seminar Batik, culturePada tanggal 2 Oktober 2009 adalah awal kebangkitan batik , dimana disini UNESCO menetapkan Batik berasal dari Negara Indonesia. Banyak Negara yang mengakui batik merupakan warisan leluhur mereka, seperti Malaysia, Cina, Australia, India bahkan Belanda serta masih banyak Negara Asia lainnya. Tapi yang ada klarifikasi dari UNESCO yang tidak bisa di penuhi oleh Negara-negara tersebut kecuali Indonesia.Seminar Batik, cultureSeminar ini dibuka oleh Sri Ratna Saktimulya dengan sajian transformasi iluminasi naskah menjadi motip batik Pakualaman yang menerangkan bahwa dalam melakukan transformasi naskah ke ekspresi seni melibatkan rasa, cipta dan karsa sehingga menghasilkan kerja yang apik yang mengandung makna dan filosofis yang dalam.Seminar Batik, cultureSeminar Batik ini juga menghadirkan beberapa nara sumber terpercaya seperti Dra. R.Ay. Mary Condronegoro (pemerhati batik dan busana adat), Dra. DS Nugrahani M.A (dosen arkeologi UGM) dan Ir. R. Jati Nurcahyo MM (pencipta dan penerima HAKI, karya cipta batik nuswantara).Seminar Batik, cultureDi jaman sekarang ini pihak Kraton sudah sangat terbuka dengan perkembangan batik yang ada di masyarakat, tidak ada larangan kepada siapapun juga dalam menggunakan motip batik yang dikenakan yang dulu merupakan motip larangan, hanya kemudian kembali kepada si pemakai ini, diharapkan tahu makna dan filosofinya sehingga pemakainnya tidak salah tempat dan bisa menempatkan dirinya.Seminar Batik, cultureSedangkan di dalam Kraton sendiri ternyata motip-motip ini masih dipakai dengan aturan-aturan ketat sesuai aturan Kraton pada waktu acara-acara tertentu saja, tapi para pengunjung di bebaskan memakai motip batik ini. Inilah era keterbukaan Kraton mengenai motip-motip batik yang diera milineal ini siapapun boleh memakai tanpa ada larangan.Seminar Batik, cultureJangan sampai kita takut dikatakan Wong Jowo ketinggalan jaman, kita harus terus melestarikan dan mengembangkan tradisi yang dapat dijadikan kebanggaan dalam menjalankan piwulangan Jawa yang tersirat dalam “Batik”, ujar Dra. R.Ay. Mary Condronegoro. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here