myimage.id | Salam Budaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan sedoyo. Natal membawa perdamaian dan kasih sayang diantara umat manusia didunia ini. Semoga damainya selalu bersama kita. Semua ini terlihat dalam Sendratari Cahaya Dari Timur yang merupakan sebuah sendratari yang didalamnya berisi tentang pesan tentang sebuah kesederhanaan, penderitaan yang ada di dalam peristiwa Natal yang dilukiskan sebagai peristiwa suka cita tentang kelahiran Yesus Kristus.Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceSendratari ini merupakan ciptaan terbaru di tahun 2018 dari Dr. Drs. Darmawan Dadijono M.Sn atau lebih dikenal dengan nama Babe Iwan, yang dibuat dengan dikaitkan pada masa kekinian tentang penindasan, ketidakadilan, ketidak percayaan , kabar duka dan suka cita.Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceDr. Drs. Darmawan Dadijono M.Sn lahir di Ungaran, pada tanggal 17 September 1967. Dari kecil beliau memang sudah biasa menari dan sering sekali juara menari di Jawa Tengah. Selepas SMA, melanjutkan di ISI Yogyakarta, karya-karyanya lebih mengarah/focus dalam bidang religius. Beberapa karya beliau yang monumental antara lain, Rupa Roti, Bunga di Atas Karang, Ovos dan Maria Alleluya.Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceSendratari Cahaya Dari Timur di tarikan di acara perayaan Natal bersama yang diselenggarakan oleh Jemaat Gereja Kristen Jawa Ambarrukma, yang kali ini perayaan Natal ini benar-benar spesial yang dirayakan di luar Gereja, tepatnya di Auditorium RRI 2 Gejayan Yogyakarta tanggal 29 Desember 2018, dari pukul 17.00 wib sampai selesai. Karya ini juga didukung oleh penari para remaja putri dan pemudi jemaat GKJ Ambarrukma. Bahkan para pendukung tari dan pemusik terdiri dari berbagai pemeluk agama lain, non Kristen. Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceKomposisi dalam Sendratari Cahaya Dari Timur ini banyak pesan-pesan yang disampaikan diantaranya tentang kejadian sebelum Natal, dimana ada Raja Herodes sebagai penguasa yang bingung setelah mendengar ada kabar gembira, akan lahir mesias di dunia ini.Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceMendengan kabar ini Raja Herodes memutuskan untuk mencari semua bayi laki-laki dan dibunuhnya, disini Raja Herodes digambarkan mempunyai sifat yang sangat jahat, galak dan serakah, digambarkan dengan topeng Buto, dan pembunuhan digambarkan dengan bentangan kain putih.Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceDisini juga digambarkan tentang ketidak percayaan Yosep kepada Maria yang menerima langsung kabar suka cita dari Malaikat bahwa dia mengandung, disisi lain Yosep sangat menderita karena sepertinya dia menuduh Maria hamil dengan siapa? Dan Maria pun juga menderita, karena calon suaminya sudah tidak percaya. Tapi pada akhirnya keduanya saling percaya sampai lahirnya Yesus Kristus.Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceDisini juga digambarkan tempat pelaminan Yesus Kristus dilahirkan di kandang domba yang mana penuh dengan penolakan-penolakan, tapi pada akhirnya banyak orang yang bisa menerima kehadiran Yesus Kristus di dunia ini.Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceSendratari Cahaya Dari Timur ini terbagi dalam menjadi beberapa adegan dimana pada adegan, pertama digambarkan Raja Herodes dengan para prajuritnya (Buto) menggunakan ragam gerak tari gaya Surakarta dan Yogyakarta juga ada gerakan Cakilan (Serdadu Herodes).Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceAdegan kedua diwujudkan dalam tari putri dengan ragam gerak tari gaya Surakarta dan Yogyakarta berupa konsep Srimpen. Yang dilanjutkan dengan adegan love dance (3 pasang penari), disini juga ada unsur kerakyatannya juga berupa pembuatan kandang dan hadirnya domba-domba disekitarnya.Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceDan adegan terakhir ada adegan percintaan antara Yosep dan Maria  yang diwujudkan dengan tari duet berpasangan pepasihan atau love dance, selain itu juga dimunculkan gerak modern berupa teknik mengangkat penari perempuan di dalam sendratari ini. Iringan musiknya menggabungkan antara musik gamelan klasik Jawa dengan musik midi.Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceSendratari Cahaya Dari Timur

1Produksi:MAC
2Pimpinan Produksi:Adjeng Mithayani
3Sutradara:Dr. Drs. Darmawan Dadijono M.Sn
4Penata Tari:
  1. Agung Cendhik,
  2. Agatha Irena,
  3. Widi Clepret.
  4. Agung Ete
5Penata Musik:Anon Suneko
6Penata Cahaya:Lintang Raditya

Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, danceSendratari Cahaya Dari Timur, culture, dance

7Penata Rias dan BusanaAgung Ete
8Pemusik
  1. Anon
  2. Pandan
  3. Sudar
  4. Yudi
9Penulis NaskahWidharta Elyandra
10Penari
  1. Widi Clepret
  2. Afan
  3. Gitya
  4. Ibeth
  5. Iwan
  6. Krisna
  7. Miftah
  8. Agatha
  9. Safira
  10. Indri
  11. Oky
  12. Rines
  13. Dwi Widodo.
  14. Agung Cendhik
  15. Alin
  16. Kunthi
  17. Eksi
  18. Grace
  19. Cincin
11Pemain Theater
  1. Elyandra
  2. Adjeng
  3. PPdt. Purwantoro Kurniawan, S.Th, M.Min

Sendratari Cahaya Dari Timur, culture, dance

Kehidupan didunia tidak hanya suka cita, kemewahan dan senang-senang, tapi kita harus merasakan dan mau diproses dengan sebuah penderitaan, duka cita untuk menuju kepada kehidupan yang lebih baik, dimana itu semua merupakan harapan ke depan kita semua melalui Cahaya Dari Timur, ujar Dr.Drs. Darmawan Dadijono M.Sn. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here