myimage.id | Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo adalah sebuah tarian kolosal yang menceritakan kembali (napak tilas) perjuangan Sunan Kalijaga dalam perjuangannya mencari kayu jati yang akan di gunakan sebagai soko guru atau tiang utama bangunan Masjid Demak, yang mana perjalanannya sampai di Gua Kreo. Acara ini diadakan di desa Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Gua Kreo adalah sebuah tempat yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga dalam pencarian kayu jati, di mana di tempat ini Sunan Kalijaga di bantu oleh sekawanan kera. Kata “Kreo” berasal dari kata “Mangreho” yang mengandung makna peliharalah atau jagalah. Maka kata kreo ini di pakai sampai sekarang pada identitas Gua Kreo di mana di tempat ini banyak sekali kera yang hidup di kawasan ini yang di yakini sebagai penunggunya.

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo di awali dengan pertunjukan rampak bedug dari Taruna  Politeknik  Ilmu Pelayaran Semarang (PIP), mereka memainkan rampak bedug dengan kompak dan ekspresi. Sajian rampak bedug yang patut di apresiasikan.

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Kemudian di lanjutkan tari Krincing di mana tarian ini di mainkan oleh 8 wanita cantik yang menceritakan tentang kegembiraan para wanita ini menghadapi kehidupan di masyarakat dengan menyatu dan kompak, serta membantu satu sama lain.

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Baru kemudian di lanjutkan acara utama yaitu Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo dimana awal cerita di ceritakan pada jaman dahulu di dalam masyarakat masih banyak terjadi huru-hara (perang) yang sangat menyengsarakan kehidupan masyarakat luas.

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Sebelum pembangunan Masjid Demak, para wali berkumpul untuk mencapai kata mufakat siapa yang di tugaskan untuk mencari soko guru Masjid Demak ini. Setelah berembug para Wali ini memutuskan Sunan Kalijagalah yang ditugaskan mencari kayu jati sebagai soko guru Masjid Demak ini. Maka berangkatlah Sunan Kalijaga ini.

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Dalam mencari kayu jati ini Sunan Kalijaga mendapatkan kesulitan untuk mendapatkannya. Dia melakukan semedi minta petunjuk Yang Maha Kuasa agar di beri petunjuk untuk mendapatkan apa yang di tugaskan pada dirinya. Dalam semedinya Sunan Kalijaga di ganggu oleh para penghuni hutan ini. Tapi dengan keteguhan hatinya Sunan kalijaga dapat menyelesaikan semedinya ini. Dalam semedinya dia mendapat petunjuk keberadaan kayu jati yang di harapkannya.

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Ada kejadian yang aneh, setelah mendapatkan keberadaan kayu jati ini, setiap kali mau di tebang, kayu jati ini selalu berubah tempatnya (Ngaleh, Bahasa Jawa) Dengan keadaan ini maka sampai sekarang tempat ini di sebut oleh masyarakat dengan nama Jatingaleh.

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Setelah di tebang karena besarnya kayu jati ini di bawa Sunan Kalijaitaga dengan di apungkan di sungai. Pada satu tempat, kayu jati ini terjepit sehingga tidak bisa meneruskan perjalannnya. Sunan Kalijaga kemudian minta petunjuk yang Maha Kuasa agar mendapatkan solusinya. Sekawanan kera di tempat ini datang dan membantu Sunan Kalijaga. Dari kera merah, kuning, putih sampai hitam membantu mengangkut kayu jati ini. Sebagai wujud terima kasihnya terhadap kera ini maka Sunan Kalijaga meminta para kera ini untuk tinggal dan menjaga kawasan ini. Dan sampai sekarang kawasan ini di sebut Gua Kreo.

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo

Dari cerita Sendratari Mahakarya Legenda Gua Kreo ini dapat kita ambil makna kehidupannya, dimana manusia dalam menjalani hidup selalu berhubungan dengan masyarakat dan alam yang ada disekitarnya, serta tidak bisa lepas dari hubungan dengan Yang Maha Kuasa. (Soebijanto/reog biyan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here