myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Salam hangat, sehat dan sejahtera. Cerita klasik Ramayana memang tidak ada habisnya. Selalu ada dan tidak akan lekang oleh waktu, banyak di pergunakan oleh para seniman dulu sebagai sebuah karya seni. Salah satunya Sendratari Ramayana di acara Pembukaan Jateng Fair 2019 yang merupakan sebuah pertunjukan yang diangkat dari cerita Ramayana yang menggabungkan antara tari dan drama tanpa dialog, yang kali ini menceritakan tentang penculikan Dewi Shinta oleh Rahwana Raja di Alengkadiraja.Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceSendratari Ramayana pada Pembukaan Jateng Fair 2019 di arena Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah yang secara simbolis di buka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tepatnya pada tanggal 28 Juni 2019, pada pukul 20.30 wib.Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceJateng Fair 2019 kali mengusung tema “Glorious Borobudur” yang memiliki makna tentang keagungan Borobudur. Kita kembali diingatkan akan masa kejayaan Borobudur yang dibangun di jaman Wangsa Syailendra. Kejayaan ini akan di bawa terus oleh bangsa Indonesia sampai kapan pun dan tidak akan lekang oleh waktu.Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceSendratari Ramayana ini khusus di datangkan dari grup Sendratari Ramayana yang biasanya tampil di Candi Prambanan, yang biasanya tampil setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu, tepatnya di Jl. Raya Yogyakarta-Solo KM 16, Prmbanan, Yogyakarta.Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceSendratari Ramayana yang ditampilkan, durasinya pertunjukan biasanya 2 jam dipadatakan menjadi  hanya menjadi 10 menit. Walaupun di padatkan tapi esensi cerita yang ditampilkan tidak hilang, sehingga tetap bisa dinikmati oleh para penontonya.Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceCeritanya adegan Rahwana menculik Dewi Sinta dihilangkan, hanya Rahwana merayu Dewi Sinta untuk dijadikan istrinya, kemudian muncul Anoman yang membantu Rama untuk mendapatkan Dewi Sinta. Selain Sendratari Ramayana hari berikutnya juga ditampilkan Legenda Roro Jonggrang yang di Candi Prambanan merupakan sendratari baru selain Ramayana.Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceDalam komposisi internal dalam Sendratari Ramayana ini ada bentuk lingkaran-lingkaran tertentu yang menandakan tekad yang bulat didalam Rama dan para sahabatnya untuk melawan kesaliman dari Rahwana, Raja Alengkadiraja.Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceRagam gerak dalam Sendratari Ramayana ini semuanya mengambil dari ragam gerak tari klasik gaya Jawa Tengah dimana semua sudah ada pakem-pakemnya. Geraknya penuh dengan makna, memang tidak mudah untuk melakukan ini semua, butuh waktu dan proses yang panjang untuk bisa memahami tari gaya Jawa Tengah khususnya klasik.Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceBusana yang dikenakan juga sama, semua berpakem pada busana klasik Jawa tengah. Busana ini lebih cenderung berpijak pada busana yang tergambar dalam wayang Purwo sebagai repertoarnya. Lebih cenderung memusatkan pada gemerlapnya kastum yang semuanya merupakan citra semangat dan penghayatannya pada karakter tokoh yang dimainkan.Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceIringan yang mengiringi Sendratari Ramayana kali ini tidak menggunakan gamelan klasik Jawa secara live, tapi berupa rekaman. Walaupun begitu tidak mengurangi makna dan esensi yang ditampilkan sehingga pertunjukan ini tetap nikmat dan enak untuk di tonton.Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceSendratari Ramayana.

1Persembahan:Ramayana Prambanan
2Koreografer:Wisnu Aji
3Penata Busana:Endra Wijaya
4Penari:Wisnu Aji (Rama), Tutu (Dewi Sinta), Rangga (Rahwana), Anoman (Lintang), Kera (Rino, Tegar, Rama, Cencen)

Sendratari Ramayana, Pembukaan Jateng Fair 2019,classic danceSebuah Sendratari yang dijadikan promosi PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko juga memuat tentang edukasi tentang kebringasan, kesombongan dan kecongkakan serta ketidakadilan pasti lebur oleh kebenaran. Dengan mengambil yang bukan miliknya maka yang didapat hanya semu belaka. Dengan kesopanan, keteguhan hati dan kebersamaan serta selalu dekat dengan Yang Maha Kuasa maka segala halangan dan rintangan dapat dilewati, ujar Chrisna Murti selaku GM Ramayana. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here