myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sebuah legenda yang popular di tanah Jawa diangkat kembali menjadi sebuah karya seni. Ya Sendratari Roro Jonggrang yang menceritakan tentang pembangunan 1000 candi yang dilakukan oleh Bandung Bondowoso dalam usahanya memperistri Roro Jonggrang yang berakhir dengan kegagalan.Sendratari Roro Jonggrang, classic danceSendratari ini memang tidak selengkap pertunjukan di candi Prambanan karena durasi yang pendek sekitar 20 menit, diawali dengan opening, kemudian berlanjut menceritakan keadaan Bandung yang bertapa dan diganggu setan jin gentayangan,  sehingga badar. Dari sinilah kemudian terjadi peperangan yang di akhiri dengan kekalahan Bondowoso. Sendratari Roro Jonggrang, classic danceKemudian Bandung dan Bondowoso bersatu, dilanjutkan pertemuan Roro Jonggrang dengan Bandung yang diketahui oleh Prabu Boko sang ayahanda Roro Jonggrang,  terjadilah peperanglah antara Bandung dan Prabu Boko yang pada akhirnya Prabu Boko mati dengan tragis dihadapan Roro Jonggrang.Sendratari Roro Jonggrang, classic danceKarena marah, Roro Jonggrang meminta persyaratan untuk dibuatkan 1000 candi dalam waktu satu malam jika Bandung masih ingin mempersunting dirinya. Dengan bantuan Bondowoso beserta setan,  jin-jin, bekerjalah Bandung dan Bondowoso membangun candi tersebut.Sendratari Roro Jonggrang, classic danceNamun sebelum fajar menyingsing pembuatan candi digagalkan oleh Roro Jonggrang, dimana dia memerintahkan para dayang-dayang  dan penduduk desa menabuh lesung menandakan fajar telah tiba. Dengan kelicikan Roro Jonggrang tersebut candi gagal dibuat dan hanya kurang satu. Maka marahlah si Bandung mengetahui perbuatan Roro Jonggrang dan dia mengutuk Roro Jonggrang sebagai pelengkap candi yang keseribu.Sendratari Roro Jonggrang, classic danceSendratari Roro Jonggrang ini di pentaskan hari kedua pada Jateng Fair 2019 di arena Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) di dua tempat, pertama di panggung Budaya pada pukul 17.00 wib yang kemudian dilanjutkan di stand PT. TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko pada pukul 19.00 wib pada tanggal 29 Juni 2019.Sendratari Roro Jonggrang, classic danceSendratari Roro Jonggrang ini pertama kali ditampilkan di Teater Indoor Trimurti pada tanggal 25 Oktober 2018, pada pukul 19.30 wib wib oleh Kinara Kinari Dance Community (KKDC) yang khusus di bentuk untuk menarikan tarian ini.Sendratari Roro Jonggrang, classic danceSendratari ini merupakan  karya baru sebagai alternatip selain pertunjukan Ramayana yang sudah dikenal salama 57 tahun yang dulu dicanangkan oleh Presiden Soekarno yang digunakan sabagai informasi pertunjukan seni budaya International, kali ini mempunyai pendamping baru sebagai drama tari yang sedikit berbeda mulai dari kareografer, yang diharapkan menjadi bagian dari khasanah budaya Bangsa Indonesia.Sendratari Roro Jonggrang, classic danceRagam geraknya berpijak dari tari tradisi yang di kembangkan menjadi gerak tari kontemporer yang seperti gerak tari capuera, hip hop, modern dance, latin, etnik yang dikemas menjadi sebuah pertunjukan baru.Sendratari Roro Jonggrang, classic danceBusana yang dikenakan juga masih menggunakan pakem-pakem busana tradisi Jawa. Ada beberapa busana yang sudah di variasi yang dipakai oleh bukan pemain utama seperti setan-setan dan jin-jin, walaupun demikian dibuat mendekati atau tidak terlalu melenceng jauh dari busana tradisi.Sendratari Roro Jonggrang, classic danceIringan yang mengiringi Sendratari Roro Jonggrang sudah tidak memakai gamelan pentatonic saja tapi juga dicampur dengan alat musik lainnya (gamelan variasi) dengan tembang-tembangnya memakai bahasa Indonesia.

Sendratari Roro Jonggrang.

1Pimpinan ProduksiChrisna Mukti Adiningrum
2SutradaraWisnu Aji Setyo Wicaksono S, Sn
3Penata musikSulistiyono
4KoreograferFendi Prastowo
5Penata BusanaEndra Wijaya
6Manager ProduksiGambuh Widyalaras & Elmomentya
7Casting

Bandung : Wisnu Aji Setyo W

Roro Jonggrang : Tutu Wisti Sabila

Prabu Boko : Aloysous Gonzaga Rangga

Bondowoso : Lintang Samudera

Rampak Prajurit Putra (setan & jin) :

  1. Vincen Bernard
  2. Randy
  3. Ibrahim
  4. Lintang Samudera

Dayang dayang

  1. Novia Sapta
  2. Tia
  3. Qovivah Nafiulah
  4. Amanda

Sendratari Roro Jonggrang, classic dancePesan yang ingin disampaikan dalam Sendratari Roro Jongrang ini adalah khususnya untuk generasi muda agar selalu mencintai budaya Jawa lewat berkesenian seperti tari, gamelan,  adat istiadat Jawa dan selalu ingat bahwa cerita-cerita legenda di tanah Jawa ini begitu banyak, dan harus tetap dilestarikan dengan selalu menceritakan kepada generasi selanjutnya dan jangan pernah putus asa dalam berkarya dan selalu mengedepankan norma-norma ketimuran dan ke Jawaan kita”, ujar Wisnu Aji Setyo W selaku sutradara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here