myimage.id | Tari Ndolalak adalah sebuah tarian khas asal Purworejo, Jawa Tengah yang mana geraknya didominasi oleh gerakan kompak dan dinamis layaknya tari keprajuritan. Tarian ini mempunyai ciri khas yang dinamakan gerak kirig yaitu gerakan bahu yang cepat pada saat tertentu.

Tari Ndolalak

Tarian ini merupakan bagian dari acara yang di gelar dengan tema Eksotika Tari Jawa Tengah, dimana ini adalah pentas ujian akhir mata kuliah Tari Jawa Tengah II pada Program Studi  Pendidikan Seni Tari Angkatan 2015 di gedung B 6 , Fakultas Bahasa dan Seni di Universitas Negeri Semarang. Acara ini di gelar selama dua hari dari tanggal 15 sampai 16 Desember 2017, dimana total pementasan ada 18 tarian. Sedangkan Dosen pengujinya adalah Drs. R. Indriyanto M.Hum, Drs. Bintang Hanggoro Putro, M. Hum, dan Restu Lanjari, S.Pd. M.Pd.

Tari Ndolalak

Nama Ndolalak diambil dari not do dan la, karena awalnya tari ini hanya diiringi dengan alat musik 2 nada. Menurut sejarahnya Tari Ndolalak terinspirasi dari serdadu Belanda pada saat beristirahat di camp peristirahatan yang mana mereka melakukan pesta dan berdansa.

Tari NdolalakTari Ndolalak

Aktivitas tersebut ditiru oeh para pribumi dan terciptalah gerak yang sederhana dan berulang-ulang. Dalam pertunjukannya, Tari Ndolalak bisa dimainkan secara berkelompok, berpasangan maupun tunggal.

Tari Ndolalak

Dalam perkembangan tarian ini mengalami berbagai perubahan atau dimodifikasi mengikuti jamannya mulai dari musik pengiring, gerak tarian maupun kastum yang digunakannya. Tarian ini mempunyai ragam gerak sesuai dengan daerah asalnya, seperti gaya Kaligesingan, Mlaranan, Bayuuripan maupun Sejiwan. Tarian ini sering di tarikan pada saat-saat tertentu saja seperti pada saat hajatan mantu, sunatan maupun syukuran.

Tari Ndolalak

Gerak dalam Tari Ndolalak mempunyai istilah-istilah tersendiri mulai dari gerak kaki, seperti sadeg, tanjak, hayog, sered, mancad, jinjit, kemudian gerakan tangan dengan istilah ngruji, teweg, gregem, bapangan, wolak-walik, tangkisan, gerakan badan dengan istilah ogek, entrag dan geblag, pada gerakan leher dengan istilah tolehan, lilingan, coklekan dan terakhir pada gerakan bahu dengan istilah kirig dan kedher.

Tari Ndolalak

Pada kastum Tari Ndolalak biasanya menggunakan baju lengan panjang dan celana pendek dengan asesoris warna keemasan pada bagian dada dan punggung. Pada bagian kepala menggunakan topi pet hitam dengan asesoris warna-warni sedangkan pada bagian kaki menggunakan kaos kaki panjang. Sedangkan pada bagian pinggang menggunakan sampur.

Tari Ndolalak

Pada iringan tarian ini dulu hanya sebatas acapela, tetapi dalam perkembangannya sekarang ini dimodifikasi dengan kendang, terbangan, bedug, kecer maupun organ. Sedangkan lagunya untuk mengiring tari ini jenisnya banyak sekali seperti pop, dangdut bahkan campur sari. Untuk syairnya bertema tentang agama, percintaan, kritik atau sindiran sosial, kegembiraan tentang kehidupan.

Tari Ndolalak

Ada sisi lain pada Tari Ndolalak yang unik, dimana sebelum ditarikan disediakan sesaji seperti bunga setaman, kelapa, pisang, jajan pasar dan alat kosmetik. Semua itu disiapkan untuk penari-penari yang mengalami trance (kerasukan roh halus). Dalam keadaan seperti ini biasanya penari kadang melakukan hal-hal yang aneh diluar kebiasaannya. Maka disini perlu adanya mantra yang digunakan oleh sesepuh grup untuk mengendalikan penarinya. Tetapi sekarang sisi unik ini dihilangkan karena tarian ini hanya untuk hiburan dalam pemetasannya dan banyak orang yang lebih senang dengan menghilangkan adegan trance yang konotasinya dianggap sebagai sirik maupun musrik.

Tari Ndolalak

Tari Ndolalak

1Dosen Pengampu:Restu Lanjari, S.Pd, M.Pd
2Nara Sumber:Bambang Iswanto
3Nama Sanggar:Paguyuban Budi Santoso
4Penari:1. Moeti Fadhilah Dhia Shali (2501415010)

2. Eliana Safitri (2501415040)

3. Nikmatun Khasanah (2501415093)

4. Vina Dwi Triastiani (2501415102)

5. Ayu Nur Adila (2501415152)

6. Nurul Koliliyah (2501415008)

7. Agustina Umi Mauhibah (2501415020)

8. Alimatun Nisa Asy-Syafaroh (2501415044)

9. Tio Martino (2501415138)

10. Willy Dwi Setyo Nugroho (2501415060)

 

Tari Ndolalak

Salah satu potensi kearifan budaya lokal yang harus dilestarikan yang dapat digunakan untuk menarik wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Purworejo, Jawa Tengah di sektor Pariwisata. Seni tari ini diharapkan tumbuh dan berkembang lebih kreatif oleh generasi muda, yang disesuaikan dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here