Shutter Count, Bukanlah Segalanya

0
32
shutter count
Unit Shutter Count yang Rusak

 

Shutter count bukanlah segalanya. Kadang orang membeli atau menjual kamera bekas, seringkali bertanya dan ditanya berapa SC nya?

SC atau shutter count ini adalah batasan jumlah frame yang bisa dihasilkan oleh shutter kamera.
Semua kamera digital memiliki usia pakai yang kemudian patokannya adalah jumlah shutter yang bisa dijangkau hingga kemudian ada kemungkinan kameranya tidak berfungsi karena SC-nya habis. Seolah-olah bila membeli kamera dengan shutter count tinggi kamera tersebut hampir mati.

Sebagai gambaran SC untuk kamera entry level berkisar 50.000 sd 100.000 frame, untuk APSC menengah di kisaran 100.000 dan seri pro antara 150.000 hingga 400.000 frame, namun SC ini bukanlah faktor penentu mati tidaknya kamera Anda, karena yang menentukan adalah Anda pemiliknya, terutama kalau beli baru, atau pemilik sebelumnya, kalau beli bekas. Bila digunakan dengan baik, sebuah kamera bahkan bisa digunakan hingga 300.000 lebih frame. Jadi hitunag tadi bukanlah segalanya.

Cara menekan shutter, menyimpan kamera, penggunaan sehari-hari, apakah indoor maupun outdoor, perawatan dan penyimpanan, merupakan faktor yg mempengaruhi umur kamera, faktor eksternal seperti kena air, debu, udara korosif, keringat hingga benturan-benturan, dari mulai saat cara meletakkan kamera hingga ekstrim seperti kamera jatuh, lebih besar pengaruhnya terhadap usia kamera.

Diluar itu, kita tidak bisa memprediksi usia sebuah piranti elektronik, tidak perlu alasan khusus untuk kamera yang mati, gak mau hidup, makanya di setiap pembelian barang elektronik, selalu ada kartu garansi, ini yang menjamin pembeli bisa menggunakan kamera dengan baik. Maka, gunakanlah kamera dengan bijak, fotolah sebanyak mungkin obyek yang bagus, hal-hal yang menarik, hindari membuang shutter untuk frame yang tidak berguna, selalu buat frame yang berbeda, memotretlah setiap hari, dan lihatlah dunia dengan kamera.

Kamera digital yang lama tidak dipakai, memiliki kemungkinan rusak, karena komponen elektoniknya lama tidak aktif, kamera digital yang dipakai terus, juga memiliki kemungkinan rusak, nah sekarang pilih mana? mending rusak karena dipakai dong.

Catatan :
Bagi beberapa orang maupun pedagang kamera bekas, SC sering jadi faktor yg menentukan harga kamera, tapi kalau memang niat kita memang memotret, abaikanlah, nggak usah terlalu peduli pada SC, foto aja. Shutter count bukanlah segalanya.
Nah kalo foto yang kamu hasilkan belum bagus, cobalah belajar, dengan belajar sebetulnya mengurangi penggunaan shutter yang tidak perlu, belajar fotografi, bisa dari mana saja, termasuk kursus fotografi.

Keterangan foto :
Unit shutter yang rusak, tirainya keluar dari jalur karena speed tinggi, memang tiap kamera sudah didesain sedemikian rupa untuk kecepatan tertinggi yang bisa dijangkau, misal 1/8000 bahkan 1/32000 detik, namun seyogyanya kita menggunakan pada keperluan khusus saja, karena pada penggunaan high speed, komponen bekerja lebih keras, maka speed tertinggi yg saya sarankan untuk keperluan pemotretan sehari-hari adalah maks 1/1000 detik..

Seperti halnya motor atau mobil yg kita gunakan sehari-hari bisa mencapai kecepatan 200 km/jam, toh itu jarang atau tidak kita gunakan, kalau memang digunakan biasanya di sirkuit dan memang ada perawatan khusus untuk mobil/motor balap.

Ayo motret.
(ditulis oleh Rahman Hakim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here