myimage.id | Salam Budaya, sugeng enjing sedulur, mugi-mugi samiyo wilujengan.  Setelah ditetapkan oleh Bekraf sebagai Kota Kreatif di Indonesia, Kota Solo terus mengupayakan menjadi City Of Craft and Folk Art (Unesco Creative City Network) yang memiliki daya tarik tinggi dalam hal seni pertunjukan. Ya, semua ini terlihat dalam SIPA 2019 yang merupakan sebuah pagelaran seni pertunjukan dalam sebuah bentuk pagelaran seni yang menampilkan seniman-seniman tidak hanya dari Indonesia saja, tetapi dari belahan benua luar negeri yang bertaraf International yang memperlihatkan keberagam seni budayanya.SIPA 2019Pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke XI sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008,  dengan sajian berupa pertunjukan kolosal yang sangat mewah dan megah serta sangat menarik. Beragam seni pertunjukan dalam bentuk tari, musik maupun teater ada di SIPA 2019 ini.SIPA 2019Acara ini diselenggarakan di Benteng Vastenburg Solo selama 3 hari, mulai dari tanggal 5 sampai 7 September 2019, mulai pukul 19.30 wib sampai selesai. Pada tahun ini mengusung tema “Arts as a Social Action” yang mempunyai makna bahwa SIPA tidak hanya menampilkan pertunjukan seni yang mengadaptasi dari isu sosial saja tetapi juga dari lingkungan hidup.SIPA 2019Sedangkan Maskot SIPA 2019 adalah seorang Putri Solo “Elizabeth Sudira” yang merupakan seorang penyanyi dan penulis lagu. Pernah juga menjadi Putri Solo II 2010 dan Duta Bahasa Nasional 2011 dan uniknya selama 7 tahun penyelenggaraan SIPA, Elizabeth berada di panggung sebagai pembawa acara.SIPA 2019Acara di buka dengan sambutan dari Direktur SIPA, Irawati Kusumorasri, Walikota Surakarta, F.X Hadi Rudyatmo yang diwakili oleh Wakil Walikota Surakarta, Duta Besar Korea Selatan, H.E Mr. Kim Chang Beom, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management CoE, Kementrian Pariwisata,  Dra. Esthy Reko Astuty, M.Si. yang kemudian di lakukan penabuhan gamelan secara bersama-sama, sekaligus sebagai tanda pembuka SIPA 2019 yang diiring dengan penyalaan kembang api secara massal.SIPA 2019Dalam sambutannya Irawati Kusumorasri selaku Direktur SIPA menyatakan,“SIPA bisa menjadi jembatan untuk persahabatan antar daerah bahkan negara sebagai soft diplomasi yang mampu memupuk tali sosial atau persahabatan antar negara”.SIPA 2019Tak hanya berbicara tentang persoalan soft diplomacy dan panggung pertunjukan budaya, SIPA juga merupakan ruang pertemuan beragam seni pertunjukan dari berbagai latar belakang budaya, yang pemberdayaannya menembus batas wilayah , bahkan ke bidang ekonomi dan sosial. Lalu akhirnya akan menjadi sarana untuk membumikan Kota Solo dan Indonesia serta dunia.SIPA 2019Memang selama ini Kota Surakarta dikatakan sebagai Kota Budaya dan Kota Kreatif di bidang seni pertunjukan dan itu sudah diakui oleh dunia International. Kota Surakarta menyimpan sejarah bagi pilar peradaban di Indonesia. Terlebih dengan semakin beragamnya penyelenggaran even-even seni budaya yang diadakan tidak pernah meninggalkan jati diri kota.SIPA 2019Pada SIPA 2019 kali ini ada 5 negara yang turut serta dalam menampilkan performance, mulai dari Taiwan, Korea Selatan, India, Jepang, New Zeland dan Indonesia sendiri yang menampilkan dari berbagai daerah seperti Solo, Yogyakarta, Jakarta, Cilegon, Aceh, Maluku Utara, Riau, Palangkaraya, Bandung dan Medan.SIPA 2019Ada yang unik didalam acara ini dimana negara Korea Selatan menampilkan Korean Culture Center (KCC) dengan budaya korea booth dan food truck yang berisi makanan korea yang unik-unik dan khas serta tempat selfi bagi mereka yang tergila-gila dengan budaya Korea Selatan.SIPA 2019Delegasi Solo International Performing Arts (SIPA) 2019.

1Delegasi Luar Negeri:
  1. AUE Dance Co. – New Zealand
  2. Senju Kabuki Dnce Company – Japan
  3. Yamato Dance Unit – Japan
  4. Chinese Youth Goodwill Association – Taiwan
  5. Chun Seul Dance Company – South Korea
  6. HIMASK – South Korea
  7. Rion Five – South Korea
  8. Pooja Maani, Arts and Aesthetic Foundation – India
  9. Century Contemporary Dance Company – Taiwan
2Delegasi Dalam Negeri:
  1. Semarak CandraKirana – Solo
  2. Malaydansstudio – Riau
  3. Abib Igal Dance Project – Palangkaraya
  4. Kunokini & SvaraLiane – Jakarta
  5. Padepokan Duta Seni Krakatau Steel – Cilegon
  6. Labor Seni Terasuluh – Aceh
  7. Billy Aldi – Solo
  8. FierArt Dance Group ISBI – Bandung
  9. Kemlaka, Sound of Archipelago – Solo
  10. De Tradisi – Medan
  11. Folakatu Art Tidore – Maluku Utara
  12. Bunga Band – Jakarta
  13. Mila Art Dance – Yogyakarta
  14. Aceh Performing Art – Aceh

SIPA 2019Mencitrakan Surakarta sebagai Solo Tempo Dulu yang mengikuti perkembangan jaman dengan mengangkat sisi budaya adalah pilihan yang tepat dan strategis untuk mengangkat reputasi Kota di mata International. Dengan sumber daya seni budaya yang ada di Kota Solo merupakan unsur yang sangat potensial sekali untuk menumbuhkan ekonomi kreatif dalam menyesejahterakan masyarakat secara luas. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here