myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan sedoyo. Ditengah era multimedia sekarang ini, Gamelan perlu adanya sikap yang arif untuk memberdayakan keunggulannya secara kreatif dan dinamis, sehingga kita tidak perlu gelisah terhadap tradisi ini akan kehilangan pamor dan tidak komunikatif lagi melalui penciptaan karya-karya baru dengan napas, jiwa dan roh yang baru. Semua terlihat dalam Solo Gamelan Festival 2019 yang merupakan sebuah pagelaran seni musik gamelan dan karawitan dengan segala jenis dan bentuk pengembangannya yang digarap dengan dinamis dan kreatif menyesuaikan jaman kekinian yang sifatnya non elektrik.Solo Gamelan Festival 2019Festival ini pada tahun 2019 sudah memasuki tahun yang ke 7, dimana mulai tahun 2018 bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam tajuk “International Gamelan Festival” yang awalanya dulu hanya para seniman Solo saja, mulai mendatangkan para komposer-komposer  Indonesia maupun mancanegara.Solo Gamelan Festival 2019Sejarahnya munculnya Festival ini, dulunya Kota Solo sering di undang ke luar kota bahkan mancanegara untuk menampilkan gamelannya. Dari sini kemudian terpikirkan untuk mengadakan acara tersendiri. Dulu pertama kali muncul dengan tajuk “Gamelan Akbar” di Benteng Vastenburg tapi di luar, dimana yang tampil adalah komposer B. Subono dengan Dedek Wahyudi yang berbattle ria dengan gamelan yang kemudian diakhiri dengan kolaborasi keduanya.Solo Gamelan Festival 2019Solo Gamelan Festival 2019 diselenggarakan oleh Pemkot Surakarta lewat Dinas Kebudayaan pada hari Jumat-Sabtu tanggal 23-24 Agustus 2019 di benteng Vastenburg Surakarta mulai pukul 19.30 wib sampai selesai. Pagelaran ini juga didukung oleh Seniman Tari, Pedalangan dan Karawitan yang mencintai akan Kota Solo.Solo Gamelan Festival 2019Acara ini di buka dengan arak-arakan menuju panggung yang dilanjutkan dengan tarian Umbul Dongo, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Walikota Surakarta yang diwakili Sekreatris Daerah Kota Surakarta sekaligus sebagai Pembuka Solo gamelan Festival 2019.Solo Gamelan Festival 2019Tema Solo Gamelan Festival 2019 adalah “Gamelan adalah Rumahku” yang mana dalam penyelenggaran kali ini, semua yang ditampilkan melibatkan semua unsur Kota Solo mulai dari anak-anak, pelajar sampai masyarakatnya.Solo Gamelan Festival 2019Walikota Surakarta sangat perhatian sekali terhadap perkembangan tradisi Gamelan, bahkan beliau berjanji akan menyediakan gamelan komplet di setiap Kelurahan, dan semua terbukti, sekarang ini hampir setengah kelurahan yang ada di Kota Surakarta memiliki gamelan.Solo Gamelan Festival 2019Tampilan Festival ini terbagi menjadi 2 hari, dimana pada hari pertama menampilkan 5 kelompok gamelan dari Surakarta, mulai dari Kecamatan Pasar Kliwon, Kecamatan Serengan, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Laweyan dan Kecamatan Jebres yang kemudian ditutup dengan kolaborasi kelimanya.Solo Gamelan Festival 2019Dihari kedua, menampilkan 5 komposer gamelan dari Surakarta mulai dari Lumbini Trihasto, Gunarto Gondrong, Dedek Wahyudi, Blacius Subono, Darno Kartawi yang kemudian ditutup dengan kolaborasi karya dari kelima komposer ini.Solo Gamelan Festival 2019Memang selama ini gamelan masih dianggap sebagai salah satu bentuk yang bersifat nostalgia untuk klangenan, padahal bukan itu intinya. Gamelan merupakan sebuah wujud yang bisa di buat untuk berkreatifitas dalam bentuk apa saja dalam bidang musik, mulai dari dangdut, rock, keroncong bahkan untuk aransemen lagu-lagu perjuangan.Solo Gamelan Festival 2019Semua unsur-unsur ini pada Solo Gamelan Festival 2019 oleh kelompok-kelompok kesenian ditampilkan dalam bentuk garapan yang disesuaikan dengan jaman yang kekinian sehingga lebih menarik dan dinamis, selain itu juga menampilkan yang klasik dengan durasi perkelompoknya 40 menit.Solo Gamelan Festival 2019Dalam setiap kelompok ada pendamping sebagai komposer maupun kurator yang bertugas membantu menyusun garapan dalam sajian yang mau di tampilkan. Walaupun banyak kendala yang dihadapi, tetapi dengan pengalaman dan jam terbang para komposer, semua ini bisa diatasi.Solo Gamelan Festival 2019Tradisi gamelan merupakan kearifan lokal yang dibutuhkan oleh masyarakat jaman sekarang, suara yang dihasilkan diharapkan mampu menyentuh rasa yang kemudian lewat renungan yang dihubungkan dengan budi pekerti yang tumbuh pada setiap manusia, sehingga menghasilkan nilai-nilai yang bermanfaat bagi kita semua.Solo Gamelan Festival 2019Gendhing-gendhing yang ditampilkan tidak hanya klasik tetapi di gabung dengan gendhing-gendhing kerakyatan yang mempunyai ciri tersendiri serta dengan lagu-lagu yang mempunyai nilai perjuangan baik yang biasa dilakukan dengan gamelan. Semua ini sangat cocok sekali dengan Indonesia dalam memperingati HUT ke 74.Solo Gamelan Festival 2019Festival ini menyatukan kesepahaman masyarakat, terutama anak-anak milenial. Memang selama ini di Solo di setiap SD sampai SMP mempunyai kegiatan gamelan. Semua ini dimanfaatkan oleh Pemkot Solo, mereka tidak hanya latihan saja tetapi di beri ruang untuk berekspresi dalam festival ini.Solo Gamelan Festival 2019“Gamelan tidak akan bisa dipisahkan di kehidupan manusia, semua ini terwujud dalam akhir acara dengan gendhing ‘Gamelanku kuwi duwekku, gamelan iku jiwoku, dimah dilestarikan, amah biso ngembang angembroko, kagunan kebudayaan, Surokarto’ artinya gamelan itu punya saya, dan harapannya gamelan itu supaya menjadi jiwa kami, maka harus diusahakan supaya tumbuh berkembang di masyarakat,” ujar Blacius Subono, S.Kar, M.Sn selaku komposer, kurator pada Solo Gamelan Festival 2019. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here